Wali Kota Pontianak Dorong Para Mahasiswa Tingkatkan Literasi Keuangan dan Digital

Oleh Hanz Jimenez Salim pada 11 Mei 2022, 19:00 WIB
Diperbarui 11 Mei 2022, 19:00 WIB
Ilustrasi Literasi Digital
Perbesar
Ilustrasi Literasi Digital (Liputan6.com/Trie Yasni)

Liputan6.com, Jakarta - Wali Kota Pontianak, Kalimantan Barat, Edi Rusdi Kamtono mendorong, para mahasiswa dan pemuda untuk meningkatkan literasi keuangan dan digital.

Menurut Edi, hal ini untuk mewaspadai penipuan melalui teknologi keuangan. Sebab, dalam beberapa kasus mahasiswa dan pemuda kerap menjadi korban penipuan di media sosial. 

"Itulah pentingnya edukasi dan literasi inklusi keuangan bagi para mahasiswa," kata Edi dilansir dari Antara, Rabu (11/5/2022).

"Apalagi sekarang ini kasus marak terjadi, mulai dari investasi bodong hingga pinjaman online (pinjol) ilegal," tambah dia.

Ia berpendapat, sebagian pemuda dan mahasiswa kurang mendapat edukasi tentang transaksi keuangan yang menggunakan teknologi.

Bahkan, bukan tidak mungkin bisa menjadi korban dari oknum-oknum yang memanfaatkan kemajuan teknologi tersebut.

Menurutnya, generasi milenial sekarang ini sudah sangat familiar dengan fintech, berbagai aplikasi yang berkaitan dengan keuangan mulai dari uang elektronik atau e-money hingga aplikasi pinjol.

Aplikasi pinjol ilegal yang menjamur dengan tawaran kemudahan dalam mengajukan pinjaman harus dicermati dan dipelajari terlebih dahulu.

"Jangan sampai adik-adik mahasiswa menjadi korban hingga terjerat utang yang menumpuk," ucap Edi.

Dia menilai, implementasi inklusi keuangan di kalangan mahasiswa dan kaum milenial sudah hampir merata meskipun belum menyeluruh.

Untuk itu, dia berharap para mahasiswa sudah dibekali dengan pengetahuan dalam pemanfaatan teknologi terutama berkaitan dengan finansial.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi patner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya