6 Hoaks Sepekan, dari Idul Fitri Diundur sampai Vaksin

Oleh Pebrianto Eko Wicaksono pada 25 Apr 2022, 09:00 WIB
Diperbarui 25 Apr 2022, 09:00 WIB
Ilustrasi hoax
Perbesar
 kumpulan hoaks yang beredar di media sosial

Liputan6.com, Jakarta- Hoaks yang beredar di media sosial semakin beragam, bahkan terkadang informasi tersebut sulit dibedakan benar atau salahnya.

Kondisi ini menunutut kita untuk lebih waspada terhadap informasi yang diperoleh di media sosial, hal tersebut perlu dilakukan agar kita tidak menjadi korban hoaks.

Salah satu cara untuk menghindari hoaks adalah dengan memastikan kebenaran informasi yang di dapat, untuk cara lainya bisa diketahui lewat halaman berikut ini.

Cek Fakta Liputan6.com pun telah menelusuri sejumlah informasi yang beredar di media sosial dalam sepekan lalu, hasilnya sebagian telah terbukti hoaks.

Berikut kumpulan hoaks yang beredar di media sosial.

 

1. Artikel Berjudul "Hari Raya Idul Fitri 1443 H Resmi Diundur Menag: Ada Kecurangan"

Kabar tentang Hari Raya Idul Fitri 1443 H diundur beredar di media sosial. Kabar ini disebarkan salah satu akun TikTok beberapa hari lalu.

Akun TikTok tersebut mengunggah konten gambar tangkapan layar yang diklaim dari artikel Liputan6.com berjudul "Hari Raya Idul Fitri 1443 H Resmi Diundur Menag: Ada Kecurangan". Artikel tersebut terdapat foto dari Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas dan tayang pada 21 April 2022.  

"Pemerintah memastikan hari raya Idul Fitri 1443 H diundur karena dianggap banyak kecurangan yang tidak puasa ikut-ikutan beli baju lebaran," demikian narasi dalam gambar tersebut.

"Alhamdulillah masih kuat puasa, baru batal 20 hari. Udah pada beli baju lebaran blm nih," tulis salah satu akun TikTok.

Konten yang disebarkan akun Tiktok tersebut telah beberapa kali dibagikan dan mendapat 445 komentar dari warganet.

Benarkah  Artikel Berjudul "Hari Raya Idul Fitri 1443 H Resmi Diundur Menag: Ada Kecurangan"? Simak hasil penelusurannya dalam halaman berikut ini.

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Hoaks Berikutnya

2. Informasi Garuda Indonesia Bagikan Uang Rp 2 Juta

Cek Fakta Liputan6.com mendapati informasi maskapai Garuda Indonesia bagikan uang Rp 2 juta. Informasi tersebut beredar lewat aplikasi percakapan WhatsApp.

Informasi Garuda Indonesia bagikan uang Rp 2 juta berupa tauan yang mengarah pada sebuah halaman situs yang terdapat logo Garuda Indonesia.

Dalam halaman tersebut terdapat tulisan yang memberi instruksi membagikan informasi tersebut ke 5 grup WhatsApp atau 20 teman di WhatsApp untuk mendapatkan hadiah uang Rp 2 juta rupiah.

Benarkah informasi maskapai Garuda Indonesia bagikan uang Rp 2 juta? Simak hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com dalam halaman berikut ini.

 

3. Orang yang Tidak Divaksin Lebih Sehat Dibanding Divaksin

Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim orang yang tidak divaksin lebih sehat ketimbang yang divaksin. Informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 12 April 2022.

Unggahan klaim orang yang tidak divaksin lebih sehat ketimbang yang divaksin, berupa tangkapan layar dengan tulisan sebagi berikut.

"BIG Study finds unvaccinated are heal thier than vaccinated"

Benarkah klaim orang yang tidak divaksin lebih sehat ketimbang yang divaksin? Simak hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com dalam halaman berikut ini.


Hoaks Selanjutnya

4. Anggota Polisi Kendari Meninggal saat Pengamanan Demo karena KIPI Vaksin

Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim anggota Polisi yang melakukan pengamanan demo di Kendari meninggal karena KIPI vaksin. Informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 12 April 2022.

Klaim anggota Polisi yang melakukan pengamanan demo di Kendari meninggal karena KIPI vaksin, berupa tangkapan layar artikel berjudul "Seorang Anggota Polisi Meninggal Dunia Saat Pengamanan Demo di Kendari" yang dimuat situs sultranesia.id.

Pada unggahan tersebut terdapat tulisan sebagai berikut.

"Yang nanti jadi kambing hitam pasti demonstran padahal dia sesak nafas dan lemah lalu meninggal pasti karena efek samping enjusss"

Unggahan tersebut diberi ketersebut diberi keterangan sebagai berikut.

"Murni sesak yaa... KIPI bukan krn Demo yaa... ntar di bikin2 Alasan kriminalisasi demoo".

Benarkah klaim anggota Polisi yang melakukan pengamanan demo di Kendari meninggal karena KIPI vaksin? Simak hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com dalam halaman berikut ini.

 

5. WHO Akui Test PCR Bermasalah

Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim WHO akhirnya mengakuti test PCR bermasalah. Informasi tersebut diungguah salah satu aku Facebook, pada 8 Februari 2022.

Unggahan klaim WHO akhirnya mengakuti test PCR bermasalah berupa tangkapan layar yang terdapat tulisan "WHO AKHIRNYA MENGAKUI TEST PCR BERMASALAH'

Written by John O'Sullivan

Dalam tangkapan layar tersebut juga terdapat lambang WHO dan tulisan "WHO Information Notice for IVD Users"

Unggahan tersebut diberi keterangan sebagai berikut.

"WHO buang badan!! dan tak bisa memberikan jaminan kapan pandemi berakhir trus siapa yg mau dituntut dgn banyaknya korban? para nakes yg sdh memberikan obat yg salah krn Test PCR salah diagnosa??? TEPOK JIDAT!!"

Benarkah klaim WHO akhirnya mengakui test PCR bermasalah? Simak hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com dalam halaman berikut ini.

 

6. Makan Kepiting dan Susu Bersamaan Sebabkan Keracunan

Kabar tentang makan kepiting dan susu saat bersamaan dapat menyababkan keracunan beredar di media sosial. Kabar tersebut disebarkan salah satu akun Facebook pada 22 Agustus 2021.

Akun Facebook tersebut mengunggah gambar berisi narasi bahwa makan kepiting dan susu bersamaan dapat menyebabkan keracunan. Berikut narasinya:

"Tolong beritahu seluruh orang yang ada di sebelah kalian, setelah makan kepiting jangan minum susu, juga tidak boleh makan pisang, bisa beracun, semestinya sudah ada di berita, ada anak yang belum sampai rumah sakit sudah meninggal, tidak peduli kalian sesibuk apapun harus memforward pesan ini, tidak lebih dari semenit kok"

"Sekedar informasi luurr mugi bermanfaat," tulis salah satu akun Facebook.

Konten yang disebarkan akun Facebook tersebut telah 22 ribu kali dibagikan dan mendapat 135 komentar warganet.

Benarkah makan kepiting dan susu saat bersamaan dapat menyababkan keracunan? Simak hasil penelusurannya dalam halaman berikut ini.


Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi patner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya