Kominfo Ajak Para Orang Tua Awasi Anak dari Penyebaran Konten Negatif

Oleh Hanz Jimenez Salim pada 17 Apr 2022, 21:00 WIB
Diperbarui 17 Apr 2022, 21:00 WIB
ilustrasi Cek Fakta Politik
Perbesar
ilustrasi Cek Fakta

Liputan6.com, Jakarta - Juru Bicara Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Dedy Permadi mengajak, para orang tua untuk mengawasi anak-anak dari konten negatif di media sosial.

Ia pun mengibaratkan, internet bagai pedang bermata dua yang bisa berdampak positif dan negatif. Sehingga anak harus dipandu agar bisa mendapat manfaat positif.

"Saya ingin mengajak kita semua untuk memastikan bahwa maupun perangkat digital bisa digunakan untuk tujuan yang positif itu dan menjauhkan anak-anak kita dari konten negatif," kata Dedy dilansir dari Antara, Minggu (17/4/2022).

Dedy menambahkan, program pengembangan literasi digital, talenta digital, dan kepemimpinan digital penting untuk dijalankan oleh pemerintah, swasta maupun masyarakat umum.

Pemanfaatan internet secara positif akan berujung kepada hasil yang produktif dan kreatif dan pada akhirnya memberikan efek positif untuk perekonomian Indonesia.

"Efek dari intensifikasi kebijakan kita dalam bidang talenta digital akan menghasilkan efek ekonomi yang luar biasa," ucap Dedy.

Berdasarkan data, kontribusi kecakapan digital di Indonesia pada 2019 mencapai Rp900 triliun terhadap PDB Indonesia.

Ia mengatakan, ada dua skenario besar pada tahun 2030. Skenario pertama adalah jika pemerintah dan pemangku kepentingan tidak melakukan intensifikasi kebijakan untuk talenta digital, skenario kedua adalah jika ada intensifikasi terkait kecakapan digital.

"Ketika tidak ada intensifikasi kebijakan lintas sektoral, pemerintah, swasta dan masyarakat, maka kontribusi kecakapan digital terhadap PDB kita hanya sekitar Rp1.900 triliun atau 7 persen dari PDB Indonesia tahun 2030," katanya.

 

*** Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi patner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya