Mitos Kesehatan Sepekan: Pfizer Janjikan Anak yang Divaksin Miliki Kekuatan Super hingga Rangking Sayuran Anti Kanker

Oleh Hanz Jimenez Salim pada 11 Apr 2022, 21:00 WIB
Diperbarui 11 Apr 2022, 21:00 WIB
ilustrasi Cek Fakta kesehatan
Perbesar
ilustrasi Cek Fakta

Liputan6.com, Jakarta - Informasi hoaks terus bermunculan di media sosial, tidak terkecuali hoaks dan mitos kesehatan yang dapat mempengaruhi masyarakat.

Salah satunya klaim Pfizer menjanjikan anak yang divaksin memiliki kekuatan super. Klaim ini diunggah salah satu akun Facebook, pada 4 November 2021.

Unggahan klaim video iklan Pfizer menjanjikan anak yang divaksin memiliki kekuatan super menampilkan sejumlah anak yang sedang melakukan gerakan bela diri, mengenakan jubah dan topeng.

Dalam video tersebut terdapat narasi suara sebagai berikut:

"Getting ready to fight Covid

All of us want to be superheroes and the most important heroes are those that hel others

This year thousands of kids like us around the world

Joined the Covid-19 vaccine trail

Kid power

and when they died, they became our super heroes To all the kids who volunteered, we'd like to say: Thankyou

Thank you for sharing your super powers of..

courge

trying new things

Ability to save people

help people

helping not just yourself but many other kids

to noy be scared

be strong

super brave

helping everybody

Thank you you are our super heroes"

Video tersebut diberi keterangan sebagai berikut:

"Pfizer memasarkan paksin eksperimentalnya kepada anak-anak. Menjanjikan mereka bahwa mereka akan mengembangkan "Kekuatan Super" dan menjadi "Pahlawan Super" jika mereka mengambilnya. Jadi jika anak anda pengen kuat seperti superhero silahkan di enjus sama pfizer.(Bullshit)šŸ˜”#saveyourchildreen"

Namun setelah ditelusuri, video iklan Pfizer menjanjikan anak yang divaksin memiliki kekuatan super ternyata tidak benar.

Sepanjang video, baik narator maupun anak-anak tidak mengatakan bahwa vaksin akan memberi anak-anak kekuatan super.

Video tersebut menunjukkan anak-anak berterima kasih kepada anak-anak lain karena berpartisipasi dalam uji coba vaksin Covid-19.

Selain klaim Pfizer menjanjikan anak yang divaksin memiliki kekuatan super, terdapat mitos kesehatan lain yang telah ditelusuri selama sepekan. Berikut rangkumannya.

Ā 

*** Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.


IPB Keluarkan Rangking Sayuran Anti Kanker

Cek Fakta Sayuran
Perbesar
Cek Fakta IPB mengeluarkan pengumuman sayuran anti kanker.

Beredar di media sosial postingan yang menyebut Institut Pertanian Bogor (IPB) mengeluarkan rangking sayuran anti kanker. Postingan ini beredar sejak beberapa waktu lalu.

Salah satu akun ada yang mengunggahnya di Facebook. Akun itu mengunggahnya pada 22 Oktober 2021.

Berikut isi postingannya:

"INSTITUT PERTANIAN BOGOR PENCEGAHAN KANKER*MENGUMUMKAN RANKING SAYURAN ANTI KANKER

01: JENGKOL 99.8%

02: UBI JALAR DIMASAK 98.7%

03: UBI JALAR MENTAH. 94.4%

04: ASPARAGUS. 93.9 %

05: BROCCOLI, 92.8%

06: KUBIS/CABBAGE. 91.4%

07: KEMBANG KOL. 90.8%

08: SELEDRI. 83.7%

09: TERONG. 74.0%

10: PAPRICA. 55.5%

11: WORTEL. 46.5%

12: GOLDEN CAULIFLOWER/KMBG KOL 37.6%

13: CAPSELLA/SHEPHERD'S PURSE 35,4%

14: KOL/KOHLRABI. 34.7%

15: MUSTARD. 32.9%

16: BRASSICA JUNCEA. 29.8%

17: TOMAT. 23.8%

TIPS UTAMA :

* SEMUA KENTANG MENGANDUNG KOLAGEN, TERUTAMA UBI JALAR KUNING DAN JENGKOL PALING BANYAK."

Setelah ditelusuri, postingan yang menyebut Institut Pertanian Bogor (IPB) mengeluarkan rangking sayuran anti kanker adalah hoaks. Faktanya, tidak ada informasi resmi dan valid mengenai hal itu.

Baca selengkapnya di tautan berikut ini.


Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi patner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.

Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya