Cek Fakta: Tidak Benar dalam Video Ini Vladimir Putin Marah Karena Kapal Pertamina Dijarah Denmark

Oleh Hanz Jimenez Salim pada 08 Apr 2022, 11:00 WIB
Diperbarui 17 Apr 2022, 14:51 WIB
Gambar Tangkapan Layar Video yang DiklaimPresiden Rusia Vladimir Putin Marah karena Kapal Pertamina Dijarah oleh Denmark (sumber: Facebook).
Perbesar
Gambar Tangkapan Layar Video yang DiklaimPresiden Rusia Vladimir Putin Marah karena Kapal Pertamina Dijarah oleh Denmark (sumber: Facebook).

Liputan6.com, Jakarta - Video tentang Presiden Rusia, Vladimir Putin marah karena kapal Pertamina dijarah oleh Denmark beredar di media sosial. Video tersebut disebarkan salah satu akun Facebook pada 5 April 2022.

Video berdurasi 29 detik itu memperlihatkan sebuah kapal berlogo Pertamina yang berada di lautan. Cuplikan kemudian berganti dengan rekaman Vladimir Putin yang tengah memberikan keterangan pers. 

Video tersebut kemudian dikaitkan dengan klaim kemarahan Putin saat mengetahui kapal Pertamina dijarah oleh Denmark.

"Akhirnya Putin Mendengar Berita kapal Pertamina Indonesia Di Jarah oleh Denmark

Mengapa engkau beranji jarah kapal Adikku Pertamina Indonesia Kau cari masalah dengan ku," demikian narasi dalam video tersebut.

Konten yang disebarkan akun Facebook tersebut telah 728 kali dibagikan dan mendapat 1.800 komentar dari warganet.

Benarkah dalam video itu Presiden Rusia Vladimir Putin marah karena kapal Pertamina dijarah Denmark? Berikut penelusurannya.

 

*** Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

 


Penelusuran Fakta

Gambar Tangkapan Layar Penelusuran Gambar Menggunakan Google Images.
Perbesar
Gambar Tangkapan Layar Penelusuran Gambar Menggunakan Google Images.

Cek Fakta Liputan6.com menelusuri video yang diklaim Presiden Rusia Vladimir Putin marah karena kapal Pertamina dijarah oleh Denmark. Penelusuran dilakukan dengan mengunggah gambar tangkapan layar dari video tersebut ke situs Google Images.

Hasilnya terdapat gambar serupa yang dimuat beberapa artikel. Satu di antaranya artikel berjudul "Putin compares Russia to ‘cancel-culture victim’ JK Rowling" yang dimuat situs nypost.com pada 25 Maret 2022.

Berikut gambar tangkapan layarnya:

Gambar Tangkapan Layar Artikel dari Situs nypost.com (sumber: Facebook).

Dalam artikel tersebut dijelaskan bahwa Putin bereaksi atas tanggapan negatif terhadap Rusia setelah operasi militer ke Ukraina.

Putin mengatakan, apa yang dialami Rusia adalah "cancel culture" seperti yang dialami JK Rowling, penulis seri novel terkenal Harry Potter.

"Mereka meng-cancel Joanne Rowling, seorang penulis anak-anak yang bukunya diterbitkan di seluruh dunia, karena dia tidak memenuhi tuntutan dari mereka yang disebut sebagai pejuang hak-hak gender," kata Putin.

Penelusuran kemudian dilanjutkan dengan memasukkan kata kunci "kapal pertamina denmark" di kolom pencarian Google Search. Hasilnya, tidak ada informasi bahwa kapal Pertamina dijarah oleh Denmark.

Dari penelusuran, terdapat beberapa artikel yang menjelaskan mengenai kapal Pertamina yang sempat tertahan di Denmark karena dihadang oleh sejumlah aktivis Greenpeace, bukan dijarah.

Satu di antaranya artikel berjudul "Alasan Greenpeace Cegat Kapal Raksasa Pertamina di Denmark" yang dimuat situs liputan6.com pada 4 April 2022.

Liputan6.com, Jakarta - Kapal tanker Pertamina Prime yang dimiliki PT Pertamina International Shipping (PIS) sempat dihadang oleh aktivis Greenpeace di lepas pantai Denmark pada 31 Maret 2022 lalu.

Pencegatan yang dilakukann Greenpeace itu dilakukan untuk menggagalkan upaya transfer muatan antar kapal (ship to ship transfer) berupa 100 ribu ton minyak mentah Rusia, dari tanker Seaoath kepada Kapal Pertamina Prime.

Pertamina Prime merupakan kapal kedua PT Pertamina International Shipping yang dibangun sejak 2019. Ini merupakan kapal single screw driven-single deck type crude oil tanker, dengan panjang 330 meter dan draft 21,55 meter.

Kepala Greenpeace Denmark Sune Scheller mengatakan, aksi penghadangan suplai minyak mentah ke kapal tanker Pertamina itu menunjukan sikap pihaknya, yang menentang penggunaan bahan bakar fosil. Sebab, itu dinilai jadi faktor utama kerusakan alam hingga konflik dan perang.

"Pemerintah seharusnya tidak memiliki alasan mengapa mereka terus membuang uang ke bahan bakar fosil yang menguntungkan segelintir orang dan memicu perang, sekarang di Ukraina. Jika kita ingin berdiri untuk perdamaian, kita harus mengakhiri ini dan segera keluar dari minyak dan gas," tegasnya dikutip dari pernyataan resmi Greenpeace, Senin (4/4/2022).

Meski sempat dihadang, kapal Pertamina Prime hanya tertahan 1-2 hari di Denmark, dan kini sudah bisa melanjutkan pelayaran ke China.

Adapun pada saat tertahan, kapal milik PT Pertamina International Shipping itu sejatinya tidak membawa muatan minyak untuk Indonesia. Tanker itu tengah disewa oleh pihak lain untuk melakukan transfer muatan antar kapal (ship to ship transfer).

Sehingga Pertamina Prime hanya mengumpulkan minyak mentah dari beberapa tanker, dan berlayar dari Denmark ke China, bukan dari Rusia.

Tak hanya Kapal Pertamina Prime dan tanker Seaoath, Greenpeace pada saat itu juga telah melacak 299 kapal tanker pembawa minyak dan gas (migas) dari Rusia, sejak Negeri Beruang Merah melaksanakan operasi militer ke Ukraina pada 24 Februari lalu.

 

Referensi:

https://nypost.com/2022/03/25/putin-compares-russia-to-cancel-culture-victim-jk-rowling/

https://www.liputan6.com/bisnis/read/4929433/alasan-greenpeace-cegat-kapal-raksasa-pertamina-di-denmark

 


Kesimpulan

Video yang diklaim Presiden Rusia Vladimir Putin marah karena kapal Pertamina dijarah oleh Denmark ternyata tidak benar. Faktanya, cuplikan Vladimir Putin dalam video viral tersebut tidak ada kaitannya dengan insiden kapal Pertamina.

Selain itu, kapal Pertamina juga tidak dijarah oleh Denmark, melainkan dihadang oleh sejumlah aktivis dari Greenpeace di lepas pantai Denmark pada 31 Maret 2022 lalu.

Banner Cek Fakta: Salah
Perbesar
Banner Cek Fakta: Salah (Liputan6.com/Triyasni)

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi patner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.

Lanjutkan Membaca ↓

Live Streaming

Powered by

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya