Cek Fakta: Tidak Benar Vladimir Putin Peringatkan Pemerintah Indonesia Tidak Ikut Campur

Oleh Pebrianto Eko Wicaksono pada 28 Feb 2022, 12:00 WIB
Diperbarui 28 Feb 2022, 12:00 WIB
Cek Fakta Liputan6.com menelusuri informasi Vladimir Putin ingatkan Pemerintah Indonesia untuk tidak ikut campur
Perbesar
Cek Fakta Liputan6.com menelusuri informasi Putin ingatkan Pemerintah Indonesia untuk tidak ikut campur

Liputan6.com, Jakarta- Cek Fakta Liputan6.com mendapati informasi Presiden Rusia Vladimir Putin ingatkan Pemerintah Indonesia untuk tidak ikut campur. Informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 27 Februari 2022.

Unggahan informasi Vladimir Putin ingatkan Pemerintah Indonesia untuk tidak ikut campur berupa foto Putin yang terdapat tulisan sebagai berikut:

"Terkait konflik Rusia dan Ukraina, Presiden Putin juga mengingatkan ke Pemerintah Indonesia agar tak usah ikut campur, katanya urus saja dulu masalah minyak goreng dan BPJS Ketenagakerjaan,Terima Kasih"

Unggahan foto tersebut diberi keterangan sebagai berikut:

"PUTING BELIUNG PUNYA CERITA"

Benarkah informasi Vladimir Putin ingatkan Pemerintah Indonesia untuk tidak ikut campur? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

 

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.


Penelusuran Fakta

Cek Fakta Liputan6.com menelusuri informasi Presiden Rusia Vladimir Putin ingatkan Pemerintah Indonesia untuk tidak ikut campur. Dalam artikel berjudul "Rusia Serang Ukraina, Vladimir Putin Ancam Negara yang Berani Ikut Campur" yang dimuat situs Liputan6.com, pada 24 Februari 2022, Vladimir Putin mengeluarkan peringatan pada negara-negara lain untuk tidak ikut campur pada serangan Rusia ke Ukraina.

“Kepada siapa pun yang akan mempertimbangkan untuk ikut campur dari luar: jika Anda melakukannya, Anda akan menghadapi konsekuensi yang lebih besar daripada yang pernah Anda hadapi dalam sejarah. Semua keputusan yang relevan telah diambil. Saya harap Anda mendengar saya," katanya.

Dalam artikel berjudul "VIDEO: Serang Ukraina, Presiden Rusia Minta Negara Lain Tak Ikut Campur" yang dimuat situs video.merdeka.com, pada 24 Februari 2022 menampilkan video pernyataan Putin.

Berkut terjemahan pernyataan Putin dalam video tersebut:

"Presiden Rusia Vladimir Putin memperingatkan agar negara lain tak ikut campur atas serangan Ukraina. Serangan dilancarkan Rusia dianggap sebagai wujud perlindungan, karena banyak orang yang tersiksa bertahun-tahun di bawah rezim Kyiv. Atas dasar itu, Putin merasa Rusia perlu lancarkan serangan

"Saya memutuskan untuk melakukan operasi militer khusus. Tujuannya adalah perlindungan orang-orang yang selama delapan tahun, menderita pelecehan dan genosida dari rezim Kyiv.

Siapa pun yang akan mencoba menghentikan kami dan lebih jauh lagi menciptakan ancaman terhadap negara kami, kepada rakyat kami, harus tahu bahwa tanggapan Rusia akan cepat dan membawa Anda ke konsekuensi yang belum pernah Anda hadapi dalam sejarah Anda. Kami siap untuk hasil apa pun," kata Presiden Putin."

 

 

Cek Fakta Liputan6.com menelusuri informasi Presiden Rusia Vladimir Putin ingatkan Pemerintah Indonesia untuk tidak ikut campur

 

 

Sumber:

https://video.merdeka.com/dunia/video-serang-ukraina-presiden-rusia-minta-negara-lain-tak-ikut-campur.html


Kesimpulan

Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, informasi Presiden Rusia Vladimir Putin ingatkan Pemerintah Indonesia untuk tidak ikut campur tidak benar.

Dalam pidato pernyataannya Putin tidak menyebut secara spesifik Indonesia, tetapi dia memperingatkan negara-negara.

Banner Cek Fakta: Salah
Perbesar
Banner Cek Fakta: Salah (Liputan6.com/Triyasni)

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi patner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.

Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Live Streaming

Powered by

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya