Lawan Hoaks, Pemkab Sigi Gencarkan Sosialisasi Vaksin COVID-19 pada Anak

Oleh Hanz Jimenez Salim pada 18 Jan 2022, 20:00 WIB
Diperbarui 18 Jan 2022, 20:00 WIB
Ilustrasi penyuntikan vaksin Covid-19 (Liputan6.com / Abdillah)
Perbesar
Ilustrasi penyuntikan vaksin Covid-19 (Liputan6.com / Abdillah)

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah mulai menyosialisasikan vaksinasi COVID-19 khusus anak, untuk membangun kesadaran dan peningkatan pemahaman tentang manfaat vaksinasi.

Bupati Sigi Mohamad Irwan mengatakan, ada beberapa upaya yang dilakukan, sebagai persiapan vaksinasi COVID-19 khusus anak di wilayah Sigi.

Sosialisasi manfaat vaksinasi, sebut dia, menjadi langkah awal untuk mencegah terjadinya kesalahpahaman warga dan anak, terhadap vaksinasi.

"Sosialisasi ini juga sebagai kontra terhadap informasi-informasi hoaks yang tersebar di media sosial, mengenai vaksinasi COVID-19," kata Irwan dilansir dari Antara, Selasa (18/1/2022).

Sosialisasi ini dilakukan oleh tim yang terdiri dari Dinas Kesehatan dan Satgas COVID-19. Tim ini akan menyambangi beberapa sekolah dasar di Sigi.

Pemkab Sigi menargetkan, vaksinasi khusus anak, akan dimulai dari wilayah-wilayah kecamatan yang berdekatan dengan pusat pemerintahan, seperti wilayah Kecamatan Sigi Biromaru.

Selain itu, Pemkab Sigi juga sedang melakukan validasi data jumlah sasaran vaksinasi COVID-19 khusus anak. Dari data sementara, jumlah anak di wilayah Kabupaten Sigi sekira 25 ribu jiwa.

"Jadi, data menjadi hal yang sangat penting, yang harus segera kami tuntaskan. Dinas Dukcapil sedang melakukan pemilahan dan validasi data, yang nantinya akan menjadi acuan untuk vaksinasi COVID-19 khusus anak," ungkapnya.

Sebelumnya, Gubernur Sulawesi Tengah, Rusdy Mastura memerintahkan, kepada bupati dan wali kota se-Sulteng agar segera melakukan vaksinasi khusus anak usia 6 - 11 tahun.

Perintah itu tertuang dalam Surat Gubernur Sulteng nomor 443.1/77/Satgas COVID-19 tentang tindaklanjut pelaksanaan vaksinasi COVID-19, pada anak usia 6 - 11 tahun dengan jenis vaksin yang digunakan yakni sinovac.

 

*** Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi patner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya