IDAI Imbau Masyarakat Tak Terpengaruh Hoaks Vaksin COVID-19

Oleh Hanz Jimenez Salim pada 07 Jan 2022, 19:00 WIB
Diperbarui 07 Jan 2022, 19:00 WIB
FOTO: Kejar Target Vaksinasi Anak Usia 6-11 Tahun
Perbesar
Petugas kesehatan menyuntikkan vaksin COVID-19 Sinovac kepada anak di Pospol Polsek Pamulang, Tangerang Selatan, Banten, Kamis (6/1/2022). Target vaksinasi bertujuan mendukung pembelajaran tatap muka (PTM) yang mulai dilaksanakan 100 persen pada pekan ini. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta - Ketua Satgas COVID-19 Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dr Yogi Prawira mengimbau, masyarakat untuk tidak terpengaruh informasi palsu atau hoaks terkait vaksin COVID-19.

Menurut dr Yogi, vaksinasi COVID-19 kepada anak sebaiknya segera dilakukan. Hal ini untuk mencegah penularan virus corona varian Omicron yang sudah menyebar di beberapa wilayah.

"Kita tetap harus berhati-hati, jangan percaya begitu saja dengan hoaks. Belum cukup bukti untuk menyatakan ini ringan dan faktanya persentase anak anak yang dirawat dan terkena varian ini ternyata lebih besar proporsinya dibandingkan sebelumnya," kata dr Yogi dilansir dari Antara, Jumat (7/1/2022).

Ia meminta, semua pihak untuk belajar dan tidak melupakan peristiwa pada pertengahan 2021 lalu, ketika itu tingkat vaksinasi yang rendah menyebabkan banyak korban meninggal dunia akibat COVID-19.

Yogi menekankan, kepada semua orang tua untuk tidak menunda pemberian vaksin COVID-19 pada anak-anak dengan tidak memilih merek vaksin yang tersedia. Selain itu, ia juga mengingatkan para orang tua untuk tidak mengabaikan protokol kesehatan.

Sementara, Ketua IDAI, Piprim Basarah Yanuarso meminta, kepada para orang tua untuk tidak mengabaikan pemberian vaksin untuk penyakit lainnya pada anak selain vaksin untuk COVID-19.

"Ada kasus tetanus ada difteri di beberapa wilayah. Artinya, jangan sampai kita karena heboh membahas PTM dan vaksin COVID-19, lalu lupa akan vaksinasi rutin pada anak," ucap Pripim.

Piprim menuturkan, selain terlihat tren kenaikan kasus positif COVID-19 di sejumlah provinsi, beberapa penyakit seperti tetanus maupun difteri juga sedang banyak terjadi pada anak-anak.

Dia menjelaskan, terdapat anak yang mengalami kejang akibat terkena tetanus. Hal itu disebabkan oleh adanya orang tua yang tidak pernah memberikan vaksin DPT pada anak di puskesmas.

Menurut Piprim, meski vaksin COVID-19 saat ini penting untuk anak, namun imunisasi dasar lainnya tak kalah penting.

Ia kembali mengingatkan, semua orang tua untuk rajin memeriksa jadwal imunisasi dan datang ke puskesmas, sehingga putra putri bangsa dapat tumbuh dengan sehat dan terhindar dari berbagai macam penyakit.

"Kalau boleh saya katakan, dia lebih penting daripada vaksinasi COVID-19. Karena fatalitas dari penyakit-penyakit yang bisa dicegah oleh vaksinasi itu, lebih tinggi seperti difteri. Kalau kita lihat itu dihitung bisa 10 persen fatalitasnya," ujar dia.

 

*** Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.


Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi patner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.

Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya