Waspada, Hoaks Vaksin Covid-19 untuk Anak Masih Terus Beredar di Medsos

Oleh Liputan6.com pada 08 Des 2021, 18:00 WIB
Diperbarui 08 Des 2021, 18:00 WIB
Kuba Mulai Program Vaksinasi Bagi Anak Usia 2 Tahun
Perbesar
Seorang ibu memegangi putrinya yang disuntik dengan dosis vaksin COVID-19 Soberana-02, di Havana, Kuba, Kamis (17/9/2021). Pemerintah Kuba memulai vaksinasi Covid-19 bagi anak-anak berusia 2 tahun dengan vaksin buatan dalam negeri. (AP Photo/Ramon Espinosa)

Liputan6.com, Jakarta - Klaim salah seputar hoaks mengenai vaksin Covid-19 masih beredar luas di media sosial (medsos). Salah satunya, informasi palsu yang mengklaim seorang anak berusia enam tahun meninggal setelah menerima vaksin Covid-19 di dekat Ottawa, Kanada. 

Klaim ini disebarkan melalui via Facebook, pada Sabtu (4/11/2021). Terdapat penyertaan narasi yang dituliskan:

“Karena berita tidak akan melaporkannya, ini dia. Ada seorang anak berusia 6 tahun di Barhaven yang meninggal setelah menerima dosis pertama mereka."

Beredar juga klaim lain yang menyebutkan bahwa pemerintah Kanada telah mengizinkan penggunaan vaksin Pfizer-BioNTech Covid-19 bagi anak-anak berusia lima hingga 11 tahun yang disebarkan melalui Facebook dan Twitter.

Menanggapi informasi hoaks ini, pihak otoritas kesehatan setempat menyangkal kebenaran klaim itu dan menyatakan bahwa klaim tersebut merupakan informasi salah.

"Kami telah meninjau catatan kami tentang efek samping setelah imunisasi (KIPI) dan terhubung dengan mitra di @CHEO (Rumah Sakit Anak Ontario Timur) & koroner untuk mengonfirmasi bahwa informasi ini salah. Semua sumber melaporkan bahwa tidak ada anak di Ottawa yang meninggal karena penyakit vaksin Covid-19,” tulis Kesehatan Masyarakat Ottawa, dilansir AFP Fact Check, Rabu (8/12/2021).

Dosis Vaksin Pfizer-BioNTech untuk anak-anak adalah 10 mikrogram. Yakni memiliki dosis lebih rendah daripada dosis yang diberikan kepada orang berusia 12 tahun ke atas. Hasil uji klinis dan Health Canada juga menyebutkan bahwa manfaat vaksin lebih besar dibanding risikonya.

Penulis: Azarine Jovita Halim/Universitas Mulmedia Nusantara

Sumber: https://factcheck.afp.com/ http%253A%252F%252Fdoc.afp. com%252F9U62P8-1 

*** Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi patner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya