Simak 6 Langkah Terhindar dari Hoaks di Whatsapp

Oleh Adyaksa VidiLiputan6.com pada 03 Des 2021, 07:00 WIB
Diperbarui 03 Des 2021, 13:44 WIB
Cara kunci WhatsApp
Perbesar
Ilustrasi hoaks di WhatsApp (Sumber:Pixabay)

Liputan6.com, Jakarta - Hoaks dan informasi palsu masih marak beredar di media sosial dan aplikasi percakapan dengan beragam tema. Maka dari itu, sebagai pengguna media sosial aktif kita harus waspada agar tidak terpapar hoaks.

Meski demikian banyak orang yang kerap langsung membagi informasi yang didapat tanpa memverifikasinya terlebih dahulu. Tentu hal ini sangat berbahaya karena bisa memperluas penyebaran hoaks atau informasi yang belum jelas.

Cara mudah yang bisa kita lakukan adalah dengan rajin melakukan verifikasi fakta. Berikut beberapa teknik yang bisa digunakan untuk mencegah penyebaran hoaks dilansir dari laman resmi Whatsapp.

1. Verifikasi dengan sumber lain

Kamu bisa cari artikel atau fakta lain di internet jika menerima informasi. Jangan lupa untuk lihat situs berita tersebut, pastikan berasal dari sumber terpercaya. Jika masih ragu, kamu bisa bertanya kepada pemeriksa fakta.

2. Perhatikan pesan yang terlihat berbeda

Terkadang pesan atau tautan situs web yang mengandung hoaks atau berita palsu memiliki typo atau kesalahan ejaan. Kamu harus bisa mengenali tanda-tanda ini dan segera memeriksa lebih lanjut apakah merupakan sumber yang akurat.

3.  Pahami kapan pesan diteruskan

Pesan berlabel "Diteruskan" membantu kita menentukan apakah berasal dari teman, kerabat, atau dari orang lain. Ketika sebuah pesan diteruskan dari pengguna satu ke pengguna lain lebih dari lima kali, akan menunjukkan ikon panah ganda. Jika tidak yakin siapa yang menulis pesan aslinya, periksa kembali informasi itu.

 

*** Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Langkah Selanjutnya

Ilustrasi WhatsApp dan aplikasi pesan instan.  Adem AY/Unsplash
Perbesar
Ilustrasi WhatsApp dan aplikasi pesan instan. Adem AY/Unsplash

4. Berita palsu seringkali menjadi viral

Jangan meneruskan pesan jika pengirim mendesak untuk melakukannya. Jika melihat sesuatu yang palsu, beri tahu orang yang mengirimkannya dan minta mereka mencari kebenaran informasi tersebut sebelum membagikannya. Jika grup atau kerabat lain terus-menerus mengirimkan berita palsu kamu bisa melaporkannya.

5. Periksa bias Anda

Hati-hati terhadap informasi yang menjelaskan seputar keyakinan yang sudah ada sebelumnya. Terutama cerita yang sulit diyakini yang seringkali merupakan hoaks.

6. Periksa foto dan media dengan hati-hati

Foto, rekaman audio, hingga video dapat diedit untuk menyesatkan pengguna. Kamu bisa menggali sumber berita terpercaya untuk cari tahu apakah informasi yang kamu terima tersebut dilaporkan juga oleh media lain. Cerita yang biasanya dilaporkan di banyak tempat memiliki kemungkinan tinggi merupakan kebenaran.

(Penulis: Azarine Jovita Halim)

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi partner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silakan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya