Studi Ungkap Gen Z dan Milenial Butuh Media Sosial Hadapi Krisis Pandemi Covid-19

Oleh Adyaksa VidiLiputan6.com pada 02 Des 2021, 19:00 WIB
Diperbarui 02 Des 2021, 19:00 WIB
Ilustrasi Hoax
Perbesar
Ilustrasi Hoax. (Liputan6.com/Rita Ayuningtyas)

Liputan6.com, Jakarta - Studi Global tentang Interaksi Krisis Digital di antara Gen Z dan Milenial menyebutkan bahwa media sosial berperan penting membangun pemahaman literasi digital dan penanganan krisis hoaks bagi dua generasi itu selama pandemi covid-19. Studi ini dilakukan di 24 negara melibatkan 23 ribu responden berusia 18-40 tahun.

Studi ini juga mengungkap bahwa Gen Z dan Milenial sadar adanya pengaruh algoritma saat menggunakan media sosial. Sehingga mereka mengembangkan strategi untuk keluar dari ‘lingkaran konten’ dan mencari informasi lebih banyak lagi terkait pandemi covid-19.

Selain itu studi juga mengungkap generasi itu sangat sadar akan hoaks dan 35 persen responden mengabaikan hoaks itu. Sementara tujuh persen lainnya mengaku pernah membagikan hoaks.

"Penelitian kami menunjukkan bahwa generasi muda dapat menggunakan beberapa platform secara bersamaan, baik di negara-negara Barat hingga di negara-negara berkembang seperti Nigeria," ujar Profesor Komunikasi Digital, Globalisasi dan Kebijakan Digital di Universitas Melbourne, Ingrid Volkmer, dilansir Mirage News.

“Generasi muda mencari media sosial, media nasional, situs pencarian, dan aplikasi perpesanan sebelum membuat postingan terkait krisis saat ini. Mereka juga terlibat dengan komunitas sebaya, pakar sains dan kesehatan, dan di semua negara dengan konten media sosial yang berasal dari Organisasi Kesehatan Dunia,” katanya menambahkan.

Hasil studi itu menyarankan keterlibatan pengguna media sosial lebih besar lagi jika ada krisis atau situasi pandemi di masa depan. Belakangan pemerintah di berbagai negara juga menggandeng influencer muda untuk mengkampanyekan pesan kesehatan masyarakat terkait covid-19.

(Penulis: Azarine Jovita Halim)

*** Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi partner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silakan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya