Organisasi Perawat di Amerika Serikat Keluarkan Panduan Lawan Hoaks COVID-19

Oleh Hanz Jimenez Salim pada 27 Nov 2021, 07:00 WIB
Diperbarui 27 Nov 2021, 07:00 WIB
Ilustrasi para tenaga medis kelelahan perangi pandemi covid-19 (Liputan6.com / Abdillah)
Perbesar
Ilustrasi para tenaga medis kelelahan perangi pandemi covid-19 (Liputan6.com / Abdillah)

Liputan6.com, Jakarta - Maraknya peredaran misinformasi dan hoaks terkait virus corona COVID-19 membuat penyedia layanan kesehatan di Amerika Serikat kebingungan.

Organisasi keperawatan di Amerika Serikat, The National Council of State Boards of Nursing (NCSBN) menyatakan akan terus melawan hoaks terkait COVID-19.

Mereka mengumumkan bahwa perkumpulan organisasi keperawatan lainnya telah mengeluarkan kebijakan untuk mengatasi hoaks yang disebarkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

"Perawat didesak untuk menyadari bahwa penyebaran informasi yang salah tidak hanya membahayakan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat, tetapi juga dapat membahayakan lisensi dan karir mereka," tulis organisasi tersebut dikutip dari medpagetoday.com, Jumat (26/11/2021).

Menurut organisasi perawat tersebut, informasi yang salah mencakup fakta yang terdistorsi, menyesatkan, dan tidak didasarkan pada literatur ilmiah. 

"Kami mendapatkan peningkatan jumlah keluhan. Jadi kami merasa perlu memberikan panduan kepada perawat tentang dampak potensial yang mungkin terjadi," kata Kepala Petugas Regulasi Keperawatan NCSBN, Maryann Alexander, PhD, RN. 

"Tujuan kami adalah perlindungan masyarakat. Dan apa pun yang berisiko bagi publik menjadi perhatian kami. Itu nomor satu," sambung Alexander.

Alexander menegaskan, pihaknya tidak akan segan memberikan sanksi kepada para perawat yang ikut menyebarkan hoaks COVID-19. 

"Untuk perawat yang menyebarkan informasi yang salah kami bisa beri tindakan indisipliner", tambahnya.

Selain itu, Dewan Delegasi Asosiasi Medis Amerika Serikat mengadopsi kebijakan baru yang ditujukan untuk mengatasi disinformasi yang disebarkan oleh dokter dan anggota komunitas medis lainnya.

Pada Agustus 2021 lalu, Federasi Dewan Medis mengatakan bahwa dokter yang sengaja menyebarkan hoaks tentang vaksin COVID-19 akan diberi sanksi indispliner oleh dewan medis dan lisensi mereka dapat ditangguhkan atau dicabut.

Sejak awal pandemi COVID-19, pakar kesehatan masyarakat telah menegaskan bahwa penyedia layanan kesehatan adalah salah satu sumber informasi paling penting dan tepercaya.

 

*** Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi patner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.

Lanjutkan Membaca ↓

Live Streaming

Powered by

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya