Ajak Masyarakat Belajar Literasi Media, Mafindo Luncurkan Lentera Litera

Oleh Adyaksa VidiLiputan6.com pada 28 Okt 2021, 19:00 WIB
Diperbarui 28 Okt 2021, 23:18 WIB
20170122-AKSI-MASYARAKAT-ANTI-HOAK-JT
Perbesar
Ilustrasi literasi media dan berita. (Liputan6.com/JohanTallo)

Liputan6.com, Jakarta - MAFINDO berkolaborasi dengan Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI), Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pers, Perhimpunan Pengembangan Media Nusantara (PPMN), dan Serikat Jurnalis Untuk Keberagaman (Sejuk) menghadirkan platform Lentera Litera. Platform ini secara resmi diluncurkan pada Kamis (28/10/2021).

Platform Lentera Litera merupakan platform bersama yang dapat digunakan seluruh pihak yang berkecimpung dalam ruang lingkup informasi digital. Melalui kehadiran platform ini diharapkan dapat menyebarluaskan materi-materi literasi media dan informasi.

"Platform Lentera Litera ini bertujuan untuk menjembatani masyarakat yang peduli media dengan ekosistem media cyber. Sehingga terbangun kebutuhan sehat yang saling mendukung karena keduanya adalah pilar demokrasi," ujar Eko Juniarto, Presidium Mafindo.

"Platform semacam ini sangat penting guna mendukung intergritas informasi di Indonesia, karena kita paham bahwa selama ini demokrasi digerogoti oleh lingkungan ekosistem yang buruk dan semakin lama menjadi semakin besar," ujar Eric Sasono selaku Chief of Party Program Media Internews Indonesia menambahkan.

 

Lentera Litera
Perbesar
Presidium MAFINDO, Anita Wahid, (ketiga dari kanan) bersama Dian Yuliastuti (AJI), Irfan Junaedi (Waketum AMSI), Ade Wahyudin LBH Pers), Rulli Nasrullah (Pakar Medsos) dalam rangkaian acara peluncuran platform Lentera Litera, Kamis (28/10). (Istimewa)

Platform belajar literasi media dan berita ini dapat diakses di semua browser. Masyarakat pengguna media sosial dapat mengunjungi platform ini di website lenteralitera.mafindo.or.id.

"Lentera Litera menjadi platform yang penting sebagai perantara bagi komunikasi kedua belah pihak. Di satu sisi, media dapat menjalankan peran demokrasi dengan baik. Di sisi lain juga, masyarakat bisa menuntut adanya semacam akuntabilitas kepada media secara umum agar bisa benar-benar menjalankan peran itu dengan baik," ujar Eric Sasono. 

(Penulis: Azarine Jovita Halim/Universitas Multimedia Nusantara)

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi partner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya