Waspada Penularan Covid-19 Walau Sudah Vaksin

Oleh Pebrianto Eko WicaksonoLiputan6.com pada 16 Okt 2021, 13:00 WIB
Diperbarui 16 Okt 2021, 13:00 WIB
Masyarakat Baduy Terima Vaksin COVID-19
Perbesar
Tim medis memberikan vaksin Covid-19 kepada seorang masyarakat Baduy di Desa Kanekes, Ciboleger, Kabupaten Lebak, Banten Kamis (14/10/2021). Tujuan vaksinasi Covid-19 untuk mempercepat kekebalan komunal (Herd imunity) mencegah penyebaran virus corona. (merdeka.com/Imam Buhori)

Liputan6.com, Jakarta- Pemerintah gencar melaksanakan program vaksinasi Covid-19 sejak awal 2021, namun meski sudah mendapat kekebalan tetapi harus tetap waspada terhadap penularan penyakit yang diakibatkan virus SARS-CoV-2 tersebut.

Vaksinolog Dr. Dirga Sakti Rambe mengatakan, khasiat vaksin yang diterima oleh masyarakat tak selamanya dapat bertahan pada tingkat yang sama. Pasalnya, antibodi yang dimiliki setiap orang bervariasi dan akan menurun seiring waktu.

“Antibodi karena vaksinasi atau antibodi setelah sakit Covid-19, itu pasti menurun seiring waktu. Dan memang kalau kita lihat datanya, setelah enam bulan menurun. Tetapi menurun artinya bukan habis. Ada tapi tidak optimal,” ucap Dirga dalam acara Virtual Class Liputan6.com bertajuk “Target Vaksin dan Herd Immunity, Mampukah Kita Cegah Gelombang Ketiga”, dikutip Sabtu (16/10/2021).

Dirga menambahkan, kekebalan tubuh yang dimiliki setiap individu pun berbeda-beda sehingga perhitungan terkait menurunnya antibodi tersebut hanya dapat diukur berdasarkan data rata-rata.

Sebab itu, untuk menghadapi prediksi terjadinya gelombang ketiga dari pandemi Covid-19 ini, pemerintah tak lelah untuk melaksanakan kampanye-kampanye terkait protokol kesehatan dan bahkan merencanakan program vaksinasi booster untuk kedepannya.

“Untuk booster ini kan suatu keniscayaan dan pemerintah sudah menyiapkan ke arah sana. Rencananya tahun depan sebetulnya dilakukan secara resmi kepada rakyat,” ucap Dirga.

 

Amadea Claritta - Universitas Multimedia Nusantara

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi patner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya