Facebook dan Kominfo Kampanye Perangi Hoaks Covid-19, Simak Caranya

Oleh Liputan6.com pada 25 Sep 2021, 11:00 WIB
Diperbarui 25 Sep 2021, 11:00 WIB
Ilustrasi Hoax
Perbesar
Ilustrasi Hoax. (Liputan6.com/Rita Ayuningtyas)

Liputan6.com, Jakarta- Facebook Indonesia bersama Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) melakukan kampanye dalam memerangi hoaks Covid-19 di media sosial. Terobosan tersebut berupa sebuah roadshow virtual bertajuk #TahanDulu.

Kepala Kebijakan Publik Facebook AsiaTenggara Rahimah Abdulrahim, mengatakan acara ini bertujuan untuk mengajak masyarakat di lima kota besar Indonesia memerangi penyebaran hoaks Covid-19. Selain itu juga mengingatkan orang-orang di Indonesia untuk membuat keputusan yang tepat tentang informasi yang didapat dan bagikan secara online, sehingga semua orang dapat turut ambil bagian untuk bersama-sama melawan Covid- 19

"Memberikan konteks yang tepat adalah salah satu cara kami untuk mengatasi misinformasi, dan inilah tujuan utama dari kampanye #TahanDulu,” kata Rahimah, melansir Antara, Sabtu (24/9/2021).

Facebook Indonesia menggandeng konten kreator dari beberapa kota di Indonesia seperti Jakarta, Medan, Pontianak, Surabaya, dan Makassar serta tokoh muda lintas agama.

Acara ini diawali dengan sesi bertajuk “#TahanDulu Hoaks itu Dosa” yang dibawakan oleh tokoh muda lintas agama yaitu Habib Husein Ja’far, Pendeta Yerry Pattinasarany, dan Yan Mitha Djaksana, tokoh muda agama Hindu. Mereka membahas tentang bagaimana pandangan agama mengenai penyebaran hoaks yang nantinya akan membahayakan masyarakat, klaim yang salah seputar Covid-19, dan tips menghindari misinformasi.

Serupa dengan pembahasan para tokoh muda agama, para konten kreator juga berbincang-bincang tentang misinformasi seputar Covid-19 yang kerap terjadi di masing-masing kota asal mereka.

Dengan acara roadshow virtual #TahanDulu ini, pihak Facebook Indonesia yang diwakilkan oleh Rahimah berharap agar masyarakat semakin sadar akan bahaya dan dampak dari misinformasi seputar Covid-19.

“Kami percaya, kolaborasi dan peran serta dari seluruh masyarakat menjadi kunci untuk meredam peredaran misinformasi Covid-19 dan mempercepat langkah kita untuk keluar dari pandemi ini,” ucap Rahimah.

Amadea Claritta - Universitas Multimedia Nusantara

 

*** Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi patner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya