Deretan Hoaks Terkait Pulau Indonesia yang Tersebar di Facebook

Oleh Liputan6.com pada 14 Sep 2021, 18:00 WIB
Diperbarui 15 Sep 2021, 12:11 WIB
ilustrasi Hoax
Perbesar
ilustrasi Hoax{Liputan6.com/Abdillah)

Liputan6.com, Jakarta - Belakangan ini tersebar beberapa informasi terkait pulau di Indonesia. Informasi tersebut tersebar di platform Facebook pada awal September 2021.

Namun, Cek Fakta Liputan6.com telah menelusuri sejumlah informasi tersebut dan ditemukan bahwa informasi tersebut adalah hoaks.

Berikut adalah deretan hoaks mengenai pulau di Indonesia:

1. Presiden Jokowi Jual Separuh Kalimantan Timur untuk Ibu Kota Baru

Kabar tentang Presiden Jokowi menjual separuh Kalimantan Timur (Kaltim) untuk ibu kota baru beredar di Facebook. Informasi tersebut berupa unggahan foto yang berjudul “Soal Pemindahan Ibukota, Jokowi: Kita Bisa Jual Separo Dari Pulau Kaltim” pada 1 September lalu.

Kemudian terdapat narasi berbunyi: "SERASA WARISAN NENEK MOYANG, MAIN JUAL AJA.PRIBUMI HANYA KEBAGIAN BAYAR UTANG.KERJA KERAS MENSEJAHTERAKAN RAKYAT RRC ‼️"

Setelah Cek Fakta Liputan6.com menelusuri informasi tersebut hasilnya adalah hoaks. Simak penelusurannya di artikel ini https://www.liputan6.com/cek-fakta/read/4647622/cek-fakta-tidak-benar-jokowi-jual-separuh-kalimantan-timur-untuk-ibu-kota-baru

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Selanjutnya

2. Video WN China Ambil Pulau di Indonesia

Terdapat video yang menyebutkan bahwa WN China mengambil salah satu pulau di Indonesia di akun Facebook pada 1 September lalu. Video yang berdurasi 2 menit 20 detik itu terdapat sejumlah petugas yang menangkap WNA di sebuah perkebunan.

Unggahan tersebut juga terdapat narasi sebagai berikut:

"Penampakan TKA ASINGMasyarakat Indonesia harus sadar.. bahwa pulau kita akan di ambil China sebagai jaminan hutang negara.Sebelum akun ini hilang tolong di share".

Setelah melakukan penelusuran terkait video tersebut lewat Google Search, Cek Fakta Liputan6.com mendapati bahwa informasi tersebut adalah hoaks. Faktanya, video tersebut merupakan peristiwa penangkapan 4 WNA di Sukabumi, Jawa Barat. Mereka yang ditangkap merupakan 3 WN China dan 1 WN Malaysia.

Simak penelusurannya di artikel ini https://www.liputan6.com/cek-fakta/read/4654903/cek-fakta-tidak-benar-dalam-video-ini-wn-china-ambil-pulau-di-indonesia

3. Hoaks Kabar Suku Dayak Usir Rencana Bangun Ibu Kota Negara di Kalimantan

Beberapa waktu lalu juga tersebar kabar suku Dayak yang mengusir rencana pembangunan ibu kota negara di Kalimantan. Kabar ini tersebar pada 8 September lalu di akun Facebook berupa unggahan foto, dengan narasi sebagai berikut.

"Hari ini 7 September 2021 suku Dayak usir Rencana bangun ibu kota negara pindah ke Kalimantan. rencana kodok gagal total krn seluruh Kalimantan akan di jaga Suku dayak usir ASENG 2!!!!!"

Dalam gambar itu juga terdapat potongan video dengan narasi "Suku Dayak Kalimantan mulai bergerak mengusir warga asing, sekarang bukan masalah isu agama tapi sudah *NKRI*"

Cek Fakta Liputan6.com dengan kata kunci "suku dayak usir rencana pembangunan ibu kota negara" pada Google Search. Setelah ditelusuri, kabar tersebut merupakan hoaks. Faktanya tidak ada informasi valid terkait hal itu.

Sumber: https://www.liputan6.com/cek-fakta/read/4655676/cek-fakta-hoaks-kabar-suku-dayak-usir-rencana-bangun-ibu-kota-negara-di-kalimantan

(MG/ Geiska Vatikan Isdy)

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi partner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya