Cegah Hoaks dan Plagiarisme, Pemerintah Diminta Optimalkan Perpustakaan Digital

Oleh Adyaksa VidiLiputan6.com pada 14 Sep 2021, 15:00 WIB
Diperbarui 14 Sep 2021, 15:00 WIB
Ilustrasi toko buku
Perbesar
Ilustrasi perpustakaan. (dok. mohamed_hassan/Pixabay/Tri Ayu Lutfiani)

Liputan6.com, Jakarta - Ketua Umum Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) Siberkreasi, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Yosi Mokalu menjelaskan bahwa perpustakaan berperan penting dalam meningkatkan literasi digital untuk mencegah hoaks dan plagiarisme.

Kelemahan teknologi digital yakni informasi yang tersebar banyak yang belum terverifikasi. Melalui kelemahan tersebut, warganet harus lebih waspada dalam mencari informasi valid. Salah satu cara mencegah penyebaran informasi yang belum terverifikasi dan hoaks yakni dari kehadiran perpustakaan. 

"Perpustakan itu kan tempat yang di dalamnya terdapat banyak informasi yang sudah disaring dan dapat dikategorikan valid," ujar Yosi, dikutip Antara.

Yosi mengharapkan agar pemerintah Indonesia dapat menggalakkan perpustakaan digital, sebagai salah satu langkah mencegah beredarnya hoaks dalam dunia digital.

Manfaat lain perpustakaan digital yakni sebagai alat pencegah plagiarisme. Yosi mengungkap bahwa masyarakat dapat dimudahkan untuk melihat apakah sebuah tulisan baru atau tulisan yang telah ada sebelumnya melalui perpustakaan digital.

"Kalau konvensional kan kita masih mencari sendiri penelitian yang bisa jadi referensi dan supaya tidak membuat penelitian yang sudah dibuat sebelumnya, misalnya. Kalau secara digital kan mudah, tinggal masukkan kata kunci," ujar Yosi.

"Jadi saya harap, mudah-mudahan ke depannya Indonesia punya perpustakaan digital yang datanya sudah baik dan sudah sangat akurat," ujar Yosi.

(MG/ Azarine Jovita Halim) 

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi partner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya