Disinformasi Jadi Salah Satu Tantangan dalam Penerapan Protokol Kesehatan

Oleh Liputan6.com pada 30 Jul 2021, 16:03 WIB
Diperbarui 30 Jul 2021, 16:03 WIB
Infografis DISIPLIN Protokol Kesehatan Harga Mati
Perbesar
Infografis DISIPLIN Protokol Kesehatan Harga Mati (Liputan6.com/Abdillah)

Liputan6.com, Jakarta - Disinformasi ternyata jadi salah satu masalah serius selama pandemi Covid 19. Ini juga berdampak dalam penanganan yang dilakukan pemerintah, salah satunya dalam penerapan protokol kesehatan.

Dokter Konsultan Rumah Sakit Darurat Covid-19 Wisma Atlet, Andi Khomeini Takdir pun tak menampik, bahwa disinformasi jadi salah satu tantangan yang dihadapi dalam upaya edukasi protokol kesehatan untuk mencegah penularan Covid-19.

“Kendala disinformasi. Jadi berita hoaks memang PR banget. Sampai hari ini hoaks yang terkait bidang kesehatan, kemarin rapat dengan teman-teman media dan KPC PEN, ada sekitar lebih dari 1.000 hoaks selama tahun ini,” ujarnya dikutip dari Antara Selasa (28/7/21).

Selain disinformasi, kata dr. Andi, tingkat pendidikan dan literasi juga memengaruhi perbedaan penerimaan informasi terhadap infodemi yang sudah berlangsung lebih dari setahun.

Untuk menghadapi tantangan tersebut, dr. Andi mengatakan duta perubahan perilaku serta penyuluh harus berusaha untuk menyampaikan informasi dengan bahasa yang mudah dimengerti. Tentunya hal ini juga perlu memperhatikan masyarakat yang menjadi target program edukasi.

dr. Andi Khomeini Takdir juga menyebutkan bahwa perlu ditekankan untuk target program edukasi bahwa penerapan protokol Kesehatan dan pembatasan kegiatan dapat berujung pada berkurangnya jumlah pasien Covid-19.

(MG/Geiska Vatikan Isdy)

Sumber: https://www.antaranews.com/berita/2293938/disinformasi-masih-jadi-tantangan-dalam-edukasi-protokol-kesehatan

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi partner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya