IDI Anggap Hoaks Lebih Mematikan dari Virus Corona Covid-19

Oleh Hanz Jimenez Salim pada 29 Jul 2021, 09:00 WIB
Diperbarui 29 Jul 2021, 09:00 WIB
Ilustrasi COVID-19
Perbesar
Ilustrasi COVID-19. Foto: (Ade Nasihudin/Liputan6.com).

Liputan6.com, Jakarta - Ketua Pelaksana Harian Mitigasi Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Mahesa Paranadipa mengingatkan, bahaya hoaks kesehatan terutama mengenai Covid-19 yang bisa berdampak lebih mematikan dibanding virus.

"Penyebaran informasi palsu terkait Covid-19 lebih cepat dari penularan virus itu sendiri. Dampaknya (hoaks) justru lebih mematikan dari virus itu sendiri. Karena itu bisa dibayangkan orang-orang yang masih tidak percaya adanya Covid-19, tidak percaya penanggulangan yang kita lakukan hari ini berdampak luar biasa," ujar Mahesa dikutip dari Antara, Rabu (28/7/2021).

Mahesa mencatat, hingga kini masih ada masyarakat dan bahkan tenaga kesehatan yang tidak percaya Covid-19. Menurut dia, hal ini menjadi pekerjaan rumah yang berat di tengah upaya penanggulangan penularan Covid-19.

Menurut Mahesa, peran masyarakat sipil (civil society) menjadi penting untuk memberantas hoaks kesehatan terutama terkait Covid-19.

Di sisi lain, Mahesa berharap, masyarakat bisa semakin terbuka pemahamannya dan mampu disiplin menerapkan protokol kesehatan sebagai upaya pencegahan Covid-19.

"Peran dari civil society kita harapkan bisa bersama-sama memerangi hoaks kesehatan terutama terkait Covid-19. Kami berharap masyarakat lebih terbuka lagi pemahamannya terkait situasi hari ini dan pemahaman terbuka kita harapkan menghasilkan penanggulangan yang lebiih baik lagi ke depan, masyarakat lebih disiplin," tutur Mahesa.

 

 

*** Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi patner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya