Simak Hoaks Terbaru Seputar Vaksin Covid-19

Oleh Pebrianto Eko Wicaksono pada 27 Jul 2021, 07:00 WIB
Diperbarui 27 Jul 2021, 07:00 WIB
Ilustrasi Hoaks Hoax
Perbesar
Ilustrasi Hoaks. (Freepik)

Liputan6.com, Jakarta- Informasi seputar vaksin Covid-19 beredar di media sosial seiring pelaksanaan vaksinasi, namun kabar yang disajikan tidak semuanya benar. Kondisi ini harus diwaspadai agar kita tidak menjadi korban hoaks.

Cek Fakta Liputan6.com pun telah menelurusi sejumlah informasi seputar vaksin Covid-19 yang beredar dalam sepekan, hasilnya sebagian informasi tersebut terbukti hoaks.

Simak hoaks seputar vaksi Covid-19 yang beredar dalam sepekan:

1. Media Tawarkan Hadiah untuk yang Divaksin

 Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim media tawarkan hadiah untuk yang divaksin. Klaim tersebut diunggah akun Facebook Aldous, pada 21 Juni 2021.

Unggahan klaim media masa tawarkan hadiah untuk untuk yang divaksin berupa tangkapan layar cuplikan sejumlah tayangan siaran pemberitaan CNN TV tentang vaksinasi yang mendapatkan sejumlah hadiah, seperti promo belanja, ponsel sampai ayam.

Kemudian diberi keterangan sebagai berikut:

"Tawaran by dunia media mainstream seperti anak kecil di tawarin permen/uang seribu..."

Benarkah klaim media tawarkan hadiah untuk yang divaksin? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com klaim media tawarkan hadiah untuk yang divaksin tidak benar.

Sejumlah hardiah mengikuti vaksinasi diberikan oleh instansi pemeritah, Polri dan pusat perbelanjaan penyelenggaran program vaksinasi. 

 

2. Barcode pada Vaksin Covid-19 Mengontrol Manusia sampai Mati

 Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim barcode  pada Vaksin Covid-19 mengontrol manusia sampai mati. Klaim tersebut diunggah akun Facebook Imha Lessy, pada 15 Juli 2021.

Klaim barcode pada Vaksin Covid-19 mengontrol manusia sampai mati menampilkan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang juga menjadi Ketua Tim Pelaksana Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Erick Thohir sedang malakukan dialog dalam program talkshow televisi yang dipandu Najwa Shihab.

Berikut percakapannya:

"Najwa: Sudah merancang agar bisa melacak vaksin-vaksin ini Mas Erick?

Erick: Jadi begini kan kembali kita bicara pada sebuah sistem meminimal risiko apalagi ini menyangkut seluruh Indonesia. Nah karena itu sejak awal Bofarma melakukan barcode di sini bisa terlihat, jadi misalnya tadi Rafi abis disuntik bisa terlihat, di sini (kotak) juga ada barcodenya ini nanti masuk di coldchain yang dikirim ke daerah kita bisa dilihat sampai di mana, nomor mobilnya apa, ada kejadian apa kita bisa melakukan itu"

Pada tampilan tersebut terdapat tulisan "SELAMAT BAGI ANDA YANG SUDAH DI VAKSIN COVID 19. ANDA DIKONTROL SAMPAI MATI"

Unggahan tersebut diberi keterangan "cilaka 12😅".

Benarkah klaim barcode pada Vaksin Covid-19 mengontrol manusia sampai mati? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

 

3. Video di Kompas TV Ini Gambarkan Adanya Mafia Vaksin Covid-19

Beredar di media sosial pesan berantai video terkait mafia vaksin covid-19. Pesan berantai itu ramai dibagikan sejak pekan lalu.

Dalam video tersebut berdurasi 2 menit dan 10 detik. Video itu diklaim dari Kompas TV dengan judul video "Bongkar Mafia Vaksin".

Dalam video digambarkan suasana warga yang ramai-ramai mendatangi RS karena adanya mafia vaksin. Disebutkan juga beberapa RS yang menerima vaksin palsu.

Selain itu video itu juga disertai narasi: "Tidak ada yang bisa di percaya di sekarang ini. Nurut salah Gk nurut salah."

Lalu benarkah pesan berantai video yang mengklaim adanya mafia vaksin covid-19? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com di sini.

Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, pesan berantai video yang mengklaim adanya mafia vaksin covid-19 adalah tidak benar. Faktanya video tersebut merupakan video lama terkait adanya vaksin palsu untuk balita pada tahun 2016.  

 

4. 5 Jenazah dalam Video Ini Meninggal Setelah Divaksin di Probolinggo

 Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim video lima jenazah meninggal bersamaan setelah divaksin di Probolinggo. Klaim tersebut beredar lewat aplikasi percakapan WhatsApp.

Klaim video lima jenazah meninggal bersamaan setelah divaksin di Probolinggo, menampilkan video lima keranda mayat yang dibungkus kain hijau sedang dijejerkan dan disaksikan sejumlah orang di dalam sebuah bangunan.

Video tersebut diberi keterangan sebagai berikut:

"Desa Lecces Probolinggo, 16 Juli 2021Meninggal bersama setelah di vaksin..

Kalau sudah begini, siapa yang bertanggung jawab..???Apa ada misi terselubung Misi komunis supaya rakyat komunis 2miliyar jiwa sebagian bisa masuk ke Indonesia dgn muda negeri ini akan di jajah milik Aseng..tidak perlu mengunakan perang dgn modal besar cukup Suntik mati"

Benarkah klaim video lima jenazah meninggal bersamaan setelah divaksin di Probolinggo? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim video lima jenazah meninggal bersamaan setelah divaksin di Probolinggo tidak benar.

Ke lima orang ini meninggal dunia karena sakit yang bertahun-tahun dan ada juga yang sudah tua. Alasan kelima orang tersebut dimakamkan di satu TPU karena lokasi Dusun Padeg dengan Paciran berdekatan. Tak hanya dimakamkan di satu tempat ke lima jenazah tersebut juga disalatkan bahkan diberangkatkan ke TPU secara bersama-sama.

 

Simak Video Berikut

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi patner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya