6 Hoaks yang Beredar dalam Sepekan, dari Politik sampai Covid-19

Oleh Pebrianto Eko Wicaksono pada 25 Jul 2021, 07:00 WIB
Diperbarui 25 Jul 2021, 07:00 WIB
Ilustrasi Hoaks Hoax
Perbesar
Ilustrasi Hoaks. (Freepik)

Liputan6.com, Jakarta- Hoaks masih beredar di berbagai media sosial yang digunakan masyarakat, kondisi ini harus diwaspadai agar kita tidak dirugikan karena mepercayai informasi palsu.

Cek Fakta Liputan6.com pun telah menelusuri sejumlah informasi viral yang beredar di media sosial dalam sepekan, hasilnya sebagian informasi tersebut terbukti hoaks.

Berikut hoaks yang beredar dalam sepekan:

1. Tunanetra Didenda karena Salah Megenakan Masker

 Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim tunanetra didenda petugas karena salah megenakan masker. Klaim tersebut diunggah akun Facebook Nagari Galuh, pada 16 Juli 2021.

Unggahan klaim tunanetra didenda karena salah megenakan masker berupa tautan YuoTube berjudul "Miris!! Tunanetra Penjual Gorengan Didenda Saat Razia PPKM Darurat di Banjar Jawa Barat".

Tautan tersebut diberi keterangan sebagai berikut:

"Viral!! Penyandang Tunanetra yang bekerja sebagai penjual gorengan, terjaring razia PPKM darurat di Banjar dan dihukum bayar denda tipiring...".

Benarkah tunanetra didenda petugas karena salah megenakan masker? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim tunanetra didenda petugas karena salah megenakan masker tidak benar.

Tunanetra tersebut mengalami pemalakan dan bukan dilakukan oleh perugas Satgas Covid-19.

 

2. Video Warga Ditusuk Pulpen hingga Buta oleh Petugas Jaga di Pos Penyekatan PPKM

 Sebuah video yang diklaim seorang warga ditusuk pulpen bagian matanya hingga buta oleh petugas di pos penyekatan PPKM beredar di media sosial. Video tersebut salah satunya diunggah akun Facebook El Shaarawy pada 18 Juli 2021.

Dalam video berdurasi 1 menit itu, terlihat seorang pria tengah berada di sebuah jalanan. Bagian wajah dari pria itu tampak berdarah. Ia mengaku, matanya buta ditusuk petugas saat berada di pos penyekatan PPKM.

"Baik pak, ini proses penyekatan di solok. Kebetulan saya baru mutar, melihat truk kita yang terbalik di sana. Saya mau balik ke Padang, ditanya sama siapa melapor karena begitu banyak petugasnya. Akhirnya saya didorong pak, saya pegang pena, tertusuk lah mata saya, sudah buta pak. Mata saya sudah buta ditusuk sama pena," demikian pengakuan dari pria tersebut.

"Astaghfirullah...

Aparat biad*b,, mata warga ditusuk pake pulpen

Gara2 aturan PPKM

Sampai Sekejam Ini

😡😡😡," tulis akun Facebook El Shaarawy.

Benarkah dalam video itu seorang pria ditusuk petugas hingga buta di pos penyekatan PPKM? Berikut penelusurannya.

Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, video yang diklaim seorang warga ditusuk pulpen bagian matanya hingga buta oleh petugas di pos penyekatan PPKM ternyata tidak benar. Faktanya, pria tersebut tidak ditusuk dengan pulpen oleh petugas dan tidak mengalami kebutaan. 

 

3. Jokowi Lengser dari Kursi Presiden dan Digantikan oleh Prabowo

Kabar tentang Jokowi lengser dari kursi presiden dan digantikan oleh Prabowo Subianto beredar di media sosial. Kabar tersebut disebarkan akun Facebook Doye gaming creator pada 18 Juli 2021.

Akun Facebook Doye gaming creator mengunggah video berdurasi 3 menit 5 detik yang berisi rekaman Jokowi tengah memberikan pidato. Terdapat juga potongan gambar Prabowo yang juga tengah berpidato.

"Saya akan meneruskan langkah-langkah yang teoritis, jadi begini ya saya baru beberapa jam serah terima. Saya akan pelajari semua masalah, kita mencari solusi yang terbaik," demikian pernyataan Prabowo dalam video tersebut.

Akun Facebook Doye gaming creator mengaitkan video tersebut dengan pengunduran diri Jokowi dari kursi presiden dan akan digantikan oleh Prabowo.

"Cuplikan berita terkini benar jokowi akan lengser di gantikan oleh prabowon dan wakil president anies?

Tonton sampai selesai,,," tulis akun Facebook Doye gaming creator.

Video yang disebarkan akun Facebook Doye gaming creator telah 962 ribu kali ditonton dan mendapat 9.500 komentar warganet.

Benarkah dalam video tersebut Jokowi mundur dari kursi presiden? Berikut penelusurannya.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Berikutnya

4.  Video Warga Bekasi Ditangkap karena Mau Salat Id

Sebuah video yang diklaim warga Bekasi, Jawa Barat ditangkap karena ingin menjalankan salat Id beredar di media sosial. Video tersebut disebarkan akun Facebook Merizasatifa pada 21 Juli 2021.

Dalam video berdurasi 10 detik itu, tampak sejumlah pria duduk di dalam sebuah truk. Tangan mereka terlihat diborgol. Sebagian dari pria tersebut juga terlihat mengenakan sarung, kopiah, dan baju koko. Video tersebut kemudian dikaitkan dengan penangkapan warga Bekasi karena ingin menjalankan salat Id.

"Nasib saudara2 kita di bekasi

Gara2 Mau sholat I'd

Mereka di tangkap di rantai Dan di kerangkeng

Sdh seperti di Uyghur tibet Dan burma..😭😭😭 Innalillahi wainna ilaihi Raji'un," tulis akun Facebook Merizasatifa.

Benarkah sejumlah warga Bekasi, Jawa Barat ditangkap karena ingin menjalankan salat Id? Berikut penelusurannya.

Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, video yang diklaim warga Bekasi, Jawa Barat ditangkap karena ingin menjalankan salat Id ternyata tidak benar. Faktanya, video tersebut merupakan peristiwa penangkapan sejumlah warga asing di Malaysia.

 

5. Bawang Putih Bisa Keluarkan Cairan di Paru-paru Akibat Covid-19

 Beredar di aplikasi percakapan dan media sosial pesan berantai berisi video cara membersihkan cairan lendir di paru-paru akibat covid-19. Postingan itu ramai dibagikan sejak akhir pekan lalu.

Dalam video yang beredar terdapat seseorang yang memasukkan bawang putih ke dalam hidungnya. Orang tersebut mengklaim bawang putih bisa mengeluarkan lendir dan mengembalikan indera penciuman.

Selain itu video itu juga dilengkapi narasi:

"Paru2 tak bisa memompa dan memasukkan oksigen karna dipenuhi cairan lendir yg kental.Jadi paru2 sulit untuk bekerja.Cara yg paling efektif mengeluarkan lendir dr paru2 sebenarnya mudah..Ambil 2 siung b putih masukan kehidung seperti vidio..Biarkn selama 15 - 20 mnt..mata terasa perih tak apa2 membersihkan kotoran mata..Setelah 15 - 20 mnt lepas b putih tadi..Nanti lendir banyak yg berada d paru2 keluar dr hidung..dpt dilakukan selang 2 jm sekali..biar paru2 terbebas dr lendir yg menggang pernafasan..tlng disebarkn agar yg sakit / belum tertular dr covid 19 terselamatkn...Aamiin"

Lalu benarkah video yang mengklaim bisa mengeluarkan lendir di paru-paru akibat covid-19 hanya dengan bawang putih? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, pesan berantai berisi video yang mengklaim bisa mengeluarkan lendir di paru-paru akibat covid-19 hanya dengan bawang putih adalah tidak benar.

 

6. Oseltamivir Obat Covid-19 yang Berbahaya dan Mematikan

 Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim Oseltamivir obat Covid-19 berbahaya dan mematikan. Klaim tersebut diunggah akun Facebook Nawa Rawdha, pada 15 Juli 2021.

Klaim Oseltamivir obat Covid-19 berbahaya dan mematikan berupa video yang menampilkan satu strip obat berbentuk kapsul berwarna putih dan kuning.

Dalam video tersebut terdapat narasi sebagai berikut:

"Ini obat waktu saat aku diisolasi Covidlolos satu biji yang aku makan hampir mrenggut nyawaku, namannya oseltamivir, ini obat barusan diminum waktu masih isolasi di rumah sakit, dalam waktu nggak sampe satu menit aku langsung muter-muter muntah-muntah alhamdulillah Allah masih memperpanjang umur ku, inilah obat yang disebut obat oseltamivir obat khsusu buat flu babi ternyata flu babi dan juga flu burung ini yang diberikan ke aku dan aku ga mau diberika makan selanjutnya, aku ditanya bolak balik sama perawat bu sudah dimakan obatnya? sudah-sudah padahal aku sembunyiin. Nih satu yang ku makan aku bawa pulang untuk kenang-kenangan, ini obat setan, ini berbahayahati- hati kalau ada yang memberikan obat ini ini sangat berbahaya banget. Disini dikatakan obat ini unutk menghilangkan virus, menyembuhkan tapi ternyata obat ini sangat berbahaya namanya Oseltamivir"

Video tersebut diberi keterangan sebagai berikut:

"Testimoni mantan Korban Konspirasi Global (Covid19) OBAT SETAN (OSELTAMIVIR-generik) Jangan dikonsumsi..buang aja!Nasution Nina inikah obatnya kaa? Yg dlu sempat ak minta utk investigasi?"

Benarkah Oseltamivir obat Covid-19 berbahaya dan mematikan? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com klaim Oseltamivir obat Covid-19 berbahaya dan mematikan tidak benar.

Oseltamivir termasuk obat yang aman digunakan, dengan efek samping bersifat individual, meliputi mual, muntah, insomnia, vertigo, dialami hanya sebagian orang.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi patner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Simak Video Berikut

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya