Diskominfo Kaltim Ingatkan Warga Waspadai Konten Hoaks Covid-19

Oleh Hanz Jimenez Salim pada 23 Jul 2021, 13:00 WIB
Diperbarui 23 Jul 2021, 13:00 WIB
Ilustrasi COVID-19
Perbesar
Ilustrasi COVID-19. Foto: (Ade Nasihudin/Liputan6.com).

Liputan6.com, Jakarta - Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kalimantan Timur, Muhammad Faisal mengingatkan, kepada masyarakat untuk berhati-hati dengan informasi hoaks seputar Covid-19 dan vaksinasi.

Fasial menjelaskan, berdasarkan laporan Kominfo terdapat 3.774 konten di media sosial yang merupakan kategori hoaks seputar Covid-19. Ribuan konten hoaks itu beredar dari 23 Januari 2020 hingga 11 Juli 2021 

"Facebook menduduki urutan pertama dengan sebaran hoaks sebanyak 3.153 konten, dilanjutkan menempati urutan kedua adalah twitter terdapat 546 konten hoaks seputar Covid-19 kemudian Youtube terdapat 49 konten hoaks dan 26 konten di instagram," kata Faisal dikutip dari Antara, Jumat (23/7/2021).

Faisal menambahkan, Kominfo juga telah menurunkan 3.340 konten hoaks dan 434 konten sedang dalam proses pemeriksaan.

"Tercatat sudah ada 113 konten terkait isu hoaks Covid-19 yang dibawa masuk ke ranah hukum," tambah Faisal.

Faisal pun mengimbau, agar masyarakat mencari informasi tentang Covid-19 di sumber resmi, misalnya di laman covid-19.go.id yang dikelola Satgas Penanganan Covid-19. 

"Sedangkan hal seputar vaksinasi Covid-19 sangat komplit bisa membuka di laman https://linktr.ee/covid19.go.id dan untuk kejadian ikutan setelah imuniasi atau reaksi setelah divaksinasi COVID-19 bisa dibuka di https://kipi.covid19.go.id/," ucap Faisal.

Faisal mengajak, masyarakat Kaltim untuk lebih bijaksana dalam bermedia sosial, mengingat hoaks bisa berdampak buruk menimbulkan kegaduhan di lingkungan masyarakat.

"Sehingga saya sarankan jangan langsung percaya dengan hal-hal yang kita tidak pahami terutama soal Covid-19 dan vaksinasi Covid-19 yang disebarluaskan melalui media sosial termasuk aplikasi pesan seperti whatsapp atau telegram dan sebagainya, biasakan untuk selalu cek dan ricek melalui laman resmi di atas," tutup Faisal.

 

Saksikan video pilihan berikut ini:

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi patner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya