Ragam Hoaks Catut Nama Media Terkemuka: dari Televisi Hingga Situs Berita

Oleh Adyaksa Vidi pada 23 Jul 2021, 07:00 WIB
Diperbarui 23 Jul 2021, 07:00 WIB
Ilustrasi hoax
Perbesar
Ilustrasi hoaks. (via: istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Hoaks bisa menyerang atau mencatut siapa saja tak terkecuali media massa terkemuka. Hoaks ini banyak menyebar selama pandemi covid-19.

Hoaks tersebut menyebar melalui media sosial maupun aplikasi percakapan. Lalu apa saja hoaks terkait media massa terkemuka? Berikut beberapa di antaranya:

1. Cek Fakta: Hoaks Judul Artikel Liputan6.com soal Cita Citata

Beredar di media sosial postingan terkait penyanyi dangdut Cita Citata. Postingan tersebut ramai dibagikan sejak pekan kemarin.

Salah satu akun yang mempostingnya adalah bernama Suntuk. Dia mengunggahnya pada 1 Januari 2020.

Dalam postingannya terdapat tangkapan layar artikel dari Liputan6.com dengan judul "Menjadi Penyanyi Dangdut Adalah Cita Cita Cita Citata Yang Sudah Lama Cita Citata Cita Citakan"

Selain itu ia juga menambahkan narasi, "kesampe juga cita cita cita citata"

Lalu benarkah ada artikel terkait Cita Citata dengan judul di atas dalam Liputan6.com? Simak dalam artikel berikut ini...

 

Simak Video Pilihan Berikut Ini

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Hoaks Selanjutnya

banner Hoax
Perbesar
banner Hoax (Liputan6.com/Abdillah)

2. Cek Fakta: Tidak Benar Judul Artikel Ketua RT Rawa Buaya Sebut Kekurangan Anies Tak Punya Otak

Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim judul artikel CNN Indonesia ketua RT Rawa Buaya menyebut kekurangan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tak punya otak. Klaim tersebut diunggah akun Facebook Reza Pratama , pada 7 Maret 2021.

Unggahan tersebut berupa tangkapan layar judul artikel CNN Indonesia "Ketua RT Rawa Buaya: Satu Kekurangan Anies, Tak Punya Otak" yang dimuat pada Senin, 22 Februari 2021. Pukul 14.32.

Dalam tangkapan layar judul artikel tersebut terdapat foto Anies Baswedan sedang keluar dari mobil berwarna hitam.

 

Benarkah klaim judul artikel CNN Indonesia ketua RT Rawa Buaya menyebut kekurangan Anies tak punya otak? Simak dalam artikel berikut ini...

3. Cek Fakta: Tidak Benar Video di Kompas TV Ini Gambarkan Adanya Mafia Vaksin Covid-19

Beredar di media sosial pesan berantai video terkait mafia vaksin covid-19. Pesan berantai itu ramai dibagikan sejak pekan lalu.

Dalam video tersebut berdurasi 2 menit dan 10 detik. Video itu diklaim dari Kompas TV dengan judul video "Bongkar Mafia Vaksin".

Dalam video digambarkan suasana warga yang ramai-ramai mendatangi RS karena adanya mafia vaksin. Disebutkan juga beberapa RS yang menerima vaksin palsu.

Selain itu video itu juga disertai narasi: "Tidak ada yang bisa di percaya di sekarang ini. Nurut salah Gk nurut salah."

Lalu benarkah pesan berantai video yang mengklaim adanya mafia vaksin covid-19? Simak dalam artikel berikut ini...

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Hoaks Lainnya

Ilustrasi hoax
Perbesar
Ilustrasi hoax

4. Cek Fakta: Hoaks Judul Berita Pakar Usulkan PPKM Darurat Diperpanjang Hingga Dalang Pembunuhan Munir Ditangkap

Beredar di media sosial postingan tangkapan layar berita terkait PPKM Darurat yang diusulkan diperpanjang sampai dalang pembunuhan Munir ditangkap. Postingan itu ramai dibagikan pada awal pekan ini.

Salah satu yang mempostingnya adalah akun bernama Outcast. Dia mengunggahnya di Facebook pada 18 Juli 2021.

Dalam postingannya terdapat tangkapan layar berita dari Detik.com berjudul "Pakar Mengusulkan PPKM Darurat Diperpanjang Sampai Dalang Pembunuhan Munir Ditangkap"

Tangkapan layar itu juga dilengkapi tanggal tayangnya yakni Rabu, 14 Juli 2021 pukul 08.37 WIB.

Selain itu akun tersebut juga menambahkan narasi: "Usul yang ........"

Lalu benarkah postingan tangkapan layar berita terkait PPKM Darurat yang diusulkan diperpanjang sampai dalang pembunuhan Munir ditangkap? Simak dalam artikel berikut ini...

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi partner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya