Kominfo Temukan 1.735 Hoaks Covid-19 Beredar di Media Sosial

Oleh Pebrianto Eko Wicaksono pada 12 Jul 2021, 21:00 WIB
Diperbarui 15 Jul 2021, 08:48 WIB
Ilustrasi hoax
Perbesar
Ilustrasi hoax. (via: istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Penyebaran Covid-19 disertai dengan peredaran hoaks di tengah masyarakat, keberadaan informasi palsu ini memperparah kondisi pandemi sehingga merugikan semua pihak.

Kementerian Komunikasi dan Informasi mencatat telah menemukan 1.735 hoaks seputar Covid-19 periode 23 Januari 2021 sampai 12 Juli 2021, informasi palsu tersebut beredar melalui media sosial seperi Facebook, Instagram, Twitter, dan Youtube.

Dikutip dari situs resmi Kominfo, Senin (12/7/2021). Dari 1.735 temuan isu hoaks seputar Covid-19, total sebarannya mencapai 3.777, kemudian yang ditindak lanjuti untuk diturunkan sebanyak 3.340 dan ditangan penegak hukum mencapai 113 hoaks.

Sebaran hoaks seputar Covid-19 tersebut meliputi, Facebook 3.155 hoaks yang sudah ditindak lanjuti mencapai 2.801 hoaks, Instagram 26 hoaks yang ditindak lanjuti 22 hoaks.

Twitter 547 hoaks yang ditindaklanjuti 472 hoaks dan YouTube mencapai 48 hoaks yang sudah ditindak lanjuti 45 hoaks seputar Covid-19.

 

 

Simak Video Pilihan Berikut Ini

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi patner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya