Hoaks Seputar Piala Eropa 2020: Ronaldo Geser Botol Minuman Bersoda hingga Christian Eriksen Kolaps Akibat Vaksin Covid-19

Oleh Hanz Jimenez Salim pada 18 Jun 2021, 15:00 WIB
Diperbarui 19 Jun 2021, 12:20 WIB
banner Hoax
Perbesar
banner Hoax (Liputan6.com/Abdillah)

Liputan6.com, Jakarta - Kompetisi Piala Eropa 2020 akhirnya bergulir di pertengahan Juni 2021. Di tengah antusiasme pesta sepak bola Eropa ini, muncul sejumlah kabar bohong atau hoaks.

Satu di antaranya video yang diklaim Cristiano Ronaldo menggeser botol Coca Cola saat konferensi pers pertandingan Piala Eropa karena produk Yahudi. Klaim video Cristiano Ronaldo menggeser botol Coca Cola karena produk Yahudi diunggah akun Facebook Sarah Smith, pada 16 Juni 2021.

Video tersebut menampilkan Cristiano Ronaldo menyingkirkan dua botol Coca-Cola yang ada dihadapannya kemudian mengangkat botol putih.

Video tersebut diberi keterangan sebagai berikut:

"Maak Jangan Pernah Meletakan Minuman Coca-Colla di depan Saya yah...šŸ¤­šŸ¤­šŸ¤­Karena Saya Tahu Itu Produck Yahudi Yg Hasil Penjualan tuk Membunuh Orang Palestine...šŸ™"šŸ»

Namun setelah ditelusuri, video yang diklaim Cristiano Ronaldo menggeser botol Coca Cola karena produk Yahudi tidak benar.

Cristiano Ronaldo dikenal sebagai pendukung gaya hidup sehat dan bukan penggemar minuman bersoda seperti Coca Cola.

Selain video yang diklaim Cristiano Ronaldo menggeser botol Coca Cola karena produk Yahudi, terdapat hoaks lainnya seputar Piala Eropa 2020. Berikut rangkumannya.

Ā 

Kondisi Terkini Christian Eriksen Usai Kolaps di Pertandingan Piala Eropa

Gambar Tangkapan Layar Video yang Diklaim Kondisi Terkini Christian Eriksen Usai Kolaps di Pertandingan Piala Eropa (sumber: YouTube)
Perbesar
Gambar Tangkapan Layar Video yang Diklaim Kondisi Terkini Christian Eriksen Usai Kolaps di Pertandingan Piala Eropa (sumber: YouTube)

Sebuah video yang diklaim kondisi terkini pemain sepak bola Denmark, Christian Eriksen usai kolaps di pertandingan Piala Eropa beredar di media sosial. Video tersebut disebarkan channel YouTube LUCU INDONESIA pada 14 Juni 2021.

Video berdurasi 14 detik itu, Christian Eriksen terlihat melambaikan tangan dari dalam gedung. Ia tampak mengenakan jaket berwarna hitam sambil mengacungkan jempol.

Channel YouTube LUCU INDONESIA mengklaim bahwa video tersebut merupakan kondisi terkini dari Eriksen setelah kolaps saat pertandingan di Piala Eropa.

"Fans "geruduk" rumah sakit - Keadaan eriksen sehari setelah kejadian serangan jantung saat euro 2020 - Christian Eriksen Collapses," tulis channel YouTube LUCU INDONESIA.

Konten yang disebarkan channel YouTube LUCU INDONESIA telah 70 kali ditonton warganet.

Setelah ditelusuri, video yang diklaim kondisi terkini pemain sepak bola Denmark, Christian Eriksen usai kolaps di pertandingan Piala Eropa ternyata tidak benar.

Faktanya, video tersebut merupakan rekaman Eriksen ketika menjalani tes medis di Milan, Italia, Januari 2020 lalu.

Baca selengkapnya di tautan berikut ini.

Ā 

Christian Eriksen Kolaps di Lapangan Akibat Vaksin Covid-19

Cek Fakta Eriksen
Perbesar
Cek Fakta Eriksen kolaps di lapangan akibat vaksin covid-19.

Beredar di media sosial postingan yang mengklaim Christian Eriksen kolaps di Piala Eropa 2020 akibat divaksin covid-19. Postingan itu ramai dibagikan sejak pekan lalu.

Salah satu akun yang mengunggahnya bernama Daria Yang. Dia mempostingnya di Facebook pada 13 Juni 2021.

Dalam postingannya terdapat postingan berita dengan judul:

"CHRISTIAN ERIKSEN COLLAPSES 12 DAYS AFTER PFIZER VACCINE"

atau dalam Bahasa Indonesia:

"CHRISTIAN ERIKSEN KOLAPS 12 HARI SETELAH VAKSIN PFIZER"

Setelah ditelusuri, postingan yang mengklaim Eriksen pingsan di lapangan akibat divaksin covid-19 adalah tidak benar.

Baca selengkapnya di tautan berikut ini.

Ā 

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Liputan6.comĀ merupakan media terverifikasi Jaringan Periksa Fakta Internasional atauĀ International Fact Checking NetworkĀ (IFCN) bersama puluhan media massa lainnya di seluruh dunia.Ā 

Cek Fakta Liputan6.com juga adalahĀ mitra Facebook untuk memberantas hoaks, fake news, atau disinformasi yang beredar di platform media sosial itu.Ā 

Kami juga bekerjasama dengan 21 media nasional dan lokal dalamĀ cekfakta.comĀ untuk memverifikasi berbagai informasi yang tersebar di masyarakat.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan kepada timĀ CEK FAKTAĀ Liputan6.comĀ di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓