Simak 6 Hoaks yang Beredar Sepekan, dari Haji sampai Covid-19

Oleh Pebrianto Eko Wicaksono pada 14 Jun 2021, 10:15 WIB
Diperbarui 14 Jun 2021, 10:15 WIB
Ilustrasi hoax
Perbesar
Ilustrasi hoax. (via: istimewa)

Liputan6.com, Jakarta- Informasi hoaks masih banyak beredar di tengah masyarakat, kondisi ini harus diwaspadai sebab akan merugikan jika kita percaya pada informasi palsu tersebut. Agar tidak menjadi korban hoaks, sebaiknya memastikan kebenaran informasi yang didapat dari sumber yang kredibel.

Cek Fakta Liputan6.com telah menelusuri sejumlah informasi viral di media sosial, hasilnya informasi tersebut tidak benar alias hoaks.

Simak kumpulan hoaks hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com:

1. Video BNN Ungkap Kasus Narkoba yang Diekspor dari China

Sebuah video yang diklaim Badan Narkotika Nasional (BNN) mengungkap kasus narkoba yang sengaja diekspor dari China beredar di media sosial. Video tersebut disebarkan akun Facebook Muhammad Haris Aditya.

Dalam video berdurasi 2 menit 51 detik itu, tampak dua petugas BNN tengah membongkar lantai dari sebuah truk kontainer. Dua petugas itu menemukan barang bukti narkoba yang dibungkus kantong berwarna coklat. Video tersebut kemudian dikaitkan dengan pengungkapan kasus narkoba yang diekspor dari China.

"BNN MEMERIKSA TRUK LANTAI KONTAINER TERDAPAT NARKOBA YG SENGAJA DIEKSPOR OLEH CINA TIONGKOK 🙄biar pd tau siapa china2 sebenarnya..merekalah perusak negeri ini.." tulis akun Facebook Muhammad Haris Aditya.

Benarkah dalam video tersebut BNN mengungkap kasus narkoba yang sengaja diekspor dari China? Berikut penelusurannya.

Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, video yang diklaim BNN mengungkap kasus narkoba yang sengaja diekspor dari China ternyata tidak benar. Faktanya, video tersebut memang merupakan pengungkapan kasus peredaran narkoba, namun bukan berasal dari China. Narkoba jenis ganja itu dikirim melalui darat dari Aceh.

 

2.  Dana Haji Telah Habis

Kabar tentang dana haji yang dikelola pemerintah telah habis beredar di media sosial. Kabar tersebut disebarkan akun Facebook Toni Soe pada 8 Juni 2021.

Akun Facebook Toni Soe mengunggah narasi berisi bahwa dana haji tidak berani diaudit karena uangnya sudah habis.

"Dana umat untuk pergi haji aman, tpi tidak berani di Audit Berarti duitnya sdh habis," tulis akun Facebook Toni Soe.

Benarkah dana haji yang dikelola pemerintah telah habis? Berikut penelusurannya.

Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, kabar dana haji yang dikelola pemerintah telah habis ternyata tidak benar. Faktanya, seluruh dana yang dikelola pemerintah untuk pemberangkatan haji pada jemaah saat ini aman. Setiap tahunnya, BPK juga rutin melakukan audit terhadap BPKH.

 

3. Hand Sanitizer Ini Mengandung Virus

Kabar tentang hand sanitizer bermerek Farah mengandung virus beredar di media sosial. Kabar tersebut disebarkan akun Facebook Tersiana Teya pada 8 Juni 2021.

Akun Facebook Tersiana Teya mengunggah foto hand sanitizer merek Farah yang disandingkan dengan tangan seseorang yang melepuh. Terdapat juga narasi dalam foto tersebut.

"Jangan gunakan sanitizer perusahaan ini. Ini bukan sanitizer. Ini adalah virus baru dengan penyakit awal. Bagikan dengan semua orang"

"Bahaya niii," tulis akun Facebook Tersiana Teya.

Konten yang disebarkan akun Facebook Tersiana Teya telah 1 kali dibagikan dan mendapat 3 komentar warganet.

Benarkah hand sanitizer bermerek Farah mengandung virus? Berikut penelusurannya.

Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, Kabar tentang hand sanitizer bermerek Farah mengandung virus ternyata tidak benar. Faktanya, hand sanitizer bermerk Farah dinyatakan aman dan telah disetujui oleh Kementerian Kesehatan Oman.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Berikutnya

4. Vaksin Covid-19 Sebabkan Mutasi Ribuan Virus Baru di Seluruh Dunia

Beredar di aplikasi percakapan dan pesan berantai terkait vaksin covid-19 yang bermutasi menjadi ribuan virus baru di seluruh dunia. Pesan berantai itu telah menyebar dalam beberapa waktu lalu.

Pesan berantai itu menyebut bahwa vaksin covid-19 yang ada sekarang tidak berguna karena adanya mutasi. Selain itu disebutkan pula beberapa poin penyembuhan jika terkena covid-19.

Berikut narasi selengkapnya pesan berantai tersebut:

"Mohon yg sdh divaksin baca betul informasi ini, berita dari Univ. Brawijaya.......👍👍

JAGA DIRI agar IMUNITAS tubuh kita tetap TINGGI

Hanya dg cara ini kita bisa tahan thd serangan Virus Covid-19 yg menempel pada tubuh kita.

Prof. Sutiman Bambang Sumitro adalah seorang peneliti handal yg dimiliki oleh Universitas Brawijaya Malang. Beliau telah meluluskan lebih dari 60 Doktor dlm Bidang Mikrobiologi, reputasinya di Indonesia sdh tdk diragukan lagi.

Kemarin, dlm pertemuan di Rektorat UNIBRAW, Malang. Beliau mengatakan bhw Vaksin Virus Covid-19 nyaris tdk ada gunanya. Saya kaget. Apa pasalnya kok Vaksin menjadi tdk berguna?

Ternyata inilah penyebabnya:Vaksin Covid-19 itu telah bermutasi menjadi ribuan varian Covid-19 baru di seluruh dunia. Beliau bersama anaknya yg ahli IT mengumpulkan data tsb dari seluruh dunia. Di Indonesia sendiri telah ditemukan ratusan varian Covid-19.

Padahal Vaksin adalah Spesifik. Artinya, ia hanya efektif untuk menangkal jenis Virus Covid-19 tertentu saja. Kalau Virusnya sdh bermutasi, maka Antibodi yg dibentuk dari vaksinasi tsb nyaris tdk akan efektif lagi menangkal Virus Covid-19 yg telah bermutasi.

Ini barangkali penjelasan, kenapa ada orang yg pernah terkena Covid-19 lantas sembuh, tetapi ternyata kambuh lagi.

Rekan kami, Rhiza M. Sajad menulis, bhw tetangga beliau, dr. Noer Bahri Noor, sekarang dirawat di rumah sakit krn Covid-19, padahal sebelumnya beliau sdh pernah terkena Covid-19 dan berhasil sembuh. Jadi inveksi Covid-19 dapat berulang.

Beberapa waktu yg lalu juga sempat diberitakan bhw ada seorang perawat yg meninggal dlm kondisi hamil, krn Covid-19. Pdh sebelumnya ia sdh pernah terkena Covid-19 dan sembuh.

Bahkan, salah satu relawan Covid-19 yg disuntik vaksin di Bandung tempo hari, diberitakan positif Covid-19 setelah dia pergi ke Semarang.

Dg semakin banyaknya Mutan dan Varian Covid-19, nyaris sekarang tdk ada lagi yg aman dari Covid-19. Tak ada lagi yg bisa JUMAWA, bhw dirinya KEBAL dari Covid-19.

Jadi apa upaya yg hrs kita tempuh, supaya tdk terkena Covid-19 ???

Jaga diri agar imunitas tubuh Anda tetap bisa tinggi terus. "Sering-seringlah kena paparan sinar matahari, bekerja di terik matahari shg berpeluh-peluh", krn itu adalah exercise yg sangat bagus untuk meningkatkan Imunitas.

Selain itu, "sering-seringlah makan sayur dlm jumlah besar, agar kondisi badan / tubuh kita cenderung Basa (pH 7-14). Banyak sekali sayuran di sekitar kita. Bayam satu ikat cuma Rp. 2000,-Kalau sehari menghabiskan bayam 3 ikat seorang diri, kan cuma keluar Rp. 6000,-. Makan sayur yg banyak juga akan mengurangi volume karbohidrat / nasi putih, shg kita akan lbh sehat.

Keep Heathly 👍🏼🤸🏾‍♂️⛹🏾‍♂️

Pengobatan sederhana unt Covid-19 yg bisa dilakukan di rumah, sebelum ke Dokter adalah:

Pertama, kita hrs tahu bhw batuk bukanlah penyakit utama, juga demam bukan penyakit utama !!! Tetapi itu hanya reaksi tubuh sbg perlawanan atas adanya infeksi, atau lainnya, termasuk sakit tenggorokan.

Kalau kita beli obat flu, isinya adalah pereda nyeri tenggorokan, pereda batuk kering, pereda demam, ada pengencer dahaknya kadang-kadang.

Dari sini kita belajar, untuk penyembuhan flu yg diobati sesuai dg gejala sakitnya.

Katakanlah Covid-19, gejala sakitnya adalah radang tenggorokan, batuk kering, demam, dan sesak nafas. Maka pengobatannya adalah:

1. Istirahat Total. Ini wajib, apapun jenis sakit flu-nya, krn virus hanya bisa dilawan oleh antibodi. Shg hrs benar-benar istirahat smp fit, bukan smp badan terasa enakan. Hrs smp fit, bisa jadi 7 hari istirahatnya.

2. Suplai vitamin dg dosis double. Kalau saya kena flu biasanya minum: - Farmaton Vit 2x sehari- Ester C 1000 mg 2x sehari- Madu 5 sendok- Habbats Cair 5 kapsul, - Zaitun 3 sendok.

3. Jika sesak nafas, krn semua jenis flu yg menyerang manusia memang menyebabkan atau dibarengi dg sesak nafas, apalagi untuk orang yg memang sdh punya asma. Jadi tdk usah heran kalau Covid-19 katanya bikin sesak nafas, krn semua flu memang cenderung begitu.

Nah lanjut lagi, kalau sdh sesak nafas, pengobatan yg mujarab adl dg:1). Alat uap Nebulizer + obat Ventolin cair + cairan infus, bisa dilakukan sendiri di rumah, sangat mdh & tdk berbahaya.2). Diuapi sehari 3x smp hilang sesak nafasnya, biasanya 1-3 hari hilang sesaknya seiring dg semakin membaiknya kondisi tubuh.Jika batuk ada dahaknya, dg diuapi, ikutan sembuh juga batuknya. Masalahnya, dahak akan keluar banyak dan pasti membuat iritasi tenggorokan, shg membuat sakit tenggorokan.

4. Sakit tenggorokan diobati dg Methyl Prednisolon dan pereda nyerinya Asam Mefenamat, biasanya 1 smp 3x minum sdh sembuh.

5. Kalau ada demam, tinggal panasnya diturunkan dg Paracetamol. Perlu diingat bhw demam di sini berhubungan dg infeksi, biasanya infeksi di tenggorokan atau radang tenggorokan. Kalau tidak ada radang tenggorokan, atau tdk parah, biasanya tdk akan demam.

6. Hindari makan buah yg bergetah, spt: melon, nanas, semangka. Makanlah buah jeruk saja, jeruk itu sangat bagus.

7. Selama pengobatan ini, istirahat total dg mengisolasi diri. Tdk usah mikir pekerjaan, tdk usah mikir yg lain-lain, krn cara ini yg akan bantu mempercepat penyembuhan.

💚 "Lindungi diri Anda & keluarga Anda agar tetap aman dari COVID-19" 🙏🏻 JANGAN menyimpan informasi ini hanya untuk diri Anda, berikan kpd semua keluarga dan teman Anda...Semoga bermanfaat"

Lalu benarkah isi pesan berantai terkait vaksin covid-19 telah bermutasi menjadi ribuan virus baru di seluruh dunia? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, pesan berantai terkait vaksin covid-19 telah bermutasi menjadi ribuan virus baru di seluruh dunia adalah tidak benar.

 

5. Video Pernyataan Ma'ruf Amin Dikaitkan dengan Peniadaan Keberangkatan Haji 2021

Cek Fakta Liputan6.com mendapat klaim video Ma'ruf Amin tentang penggunaan dana haji untuk infrastruktur terkait dengan peniadaan keberangkatan ibadah haji 2021.

Klaim video Ma'ruf Amin tentang penggunaan dana haji untuk infrastruktur terkait dengan peniadaan keberangkatan ibadah haji 2021 tersebut diunggah akun Facebook Dunia Davinci, pada 6 Juni 2021.Dalam video tersebut menayangkan Ma'ruf Amin sedang diwawancarai awak media yang membicarakan dana haji.

Berikut transkrip pembicaraan Ma'ruf Amin dalam video tersebut:

"Digunakan untuk SUKUK, SUKUK itu Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) dan itu sudah mendapatkan fatwa dari dewan syariah nasional Majelis Ulama Indonesia dan saya sudah tandatangani itu untuk kepentingan infrastruktur dan lain-lain.

Justru dana haji itu harus digunakan pada proyek-proyek yang aman, yang misalnya itu penggunanya itu pemerintah, seperti misalnya jalan, lapangan terbang, kemudian juga pelabuhan atau nanti ada skema syariahnya ada dan sudah ada. Jadi saya kira begitu karena si jamaah haji sudah memberikan kuasa pada pihak pemerintah kementerian agama untuk dikelola."

Video tersebut diberi keterangan sebagai berikut:

"Ma'ruf Amin : Saya yang Tanda Tangani Fatwa MUI Soal DANA HAJI untuk PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR !!!Selasa, 1 Agustus 2017Sumber : Berita Satuhttps://wartakota.tribunnews.com/.../maruf-amin-saya-yang...#IbadahHaji2021 #TidakDiselenggarakan#MarufAmin #TandaTangan #FatwaMUI #DanaHaji #PembangunanInfrastruktur"

Benarkah klaim video Ma'ruf Amin tentang penggunaan dana haji untuk infrastruktur terkait dengan peniadaan keberangkatan ibadah haji 2021? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim video Ma'ruf Amin tentang penggunaan dana haji untuk infrastruktur terkait dengan peniadaan keberangkatan ibadah haji 2021 tidak benar.

Video tersebut terjadi pada 2017 sebelum Ma'ruf Amien menjabat sebagai Wakli Presiden dan tidak terkait dengan peniadaan keberangkatan haji 2021.

 

6. Informasi Daftar Penerima Bantuan UMKM Sebesar Rp 2,1 Juta

 Cek Fakta Liputan6.com mendapati informasi daftar penerima bantuan UMKM sebesar Rp 2,1 juta.

Informasi daftar penerima bantuan UMKM sebesar Rp 2,1 juta tersebut beredar lewat aplikasi percakapan WhatsApp sebagai berikut:

 

Cek Fakta Liputan6.com menelusuri informasi daftar penerima bantuan UMKM sebesar Rp 2,1 juta

Benarkah informasi daftar penerima bantuan UMKM sebesar Rp 2,1 juta? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, informasi daftar penerima bantuan UMKM sebesar Rp 2,1 juta tidak benar.

Tautan yang dicantumkan dalam informasi tersebut bukan resmi dari Kementerian Koperasi dan UMKM, besaran bantuan pun sebesar Rp 1,2 juta bukan Rp 2,1 juta.

 

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Liputan6.com merupakan media terverifikasi Jaringan Periksa Fakta Internasional atau International Fact Checking Network (IFCN) bersama puluhan media massa lainnya di seluruh dunia. 

Cek Fakta Liputan6.com juga adalah mitra Facebook untuk memberantas hoaks, fake news, atau disinformasi yang beredar di platform media sosial itu. 

Kami juga bekerjasama dengan 21 media nasional dan lokal dalam cekfakta.com untuk memverifikasi berbagai informasi yang tersebar di masyarakat.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan kepada tim CEK FAKTA Liputan6.com di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Simak Video Berikut

Lanjutkan Membaca ↓