Kominfo Deteksi 2 Hoaks Terbaru Seputar Covid-19

Oleh Pebrianto Eko Wicaksono pada 11 Jun 2021, 11:00 WIB
Diperbarui 11 Jun 2021, 11:00 WIB
Ilustrasi Hoax
Perbesar
Ilustrasi Hoax. (Liputan6.com/Rita Ayuningtyas)

Liputan6.com, Jakarta- Hoaks seputar Covid-19 masih beredar di tengah masyarakat, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mencatat dua hoaks beredar dalam sehari, dari 10 Juni hingga 11 Juni 2021.

Adapun hoaks tersebut adalah Sebanyak 7.150 Warga Bangkalan Madura Terpapar Covid-19 dan alat pendeteksi wajah yang sudah divaksin, lalu bagaiman faktanya? Simak ulasan berikut:

1. [HOAKS] Sebanyak 7.150 Warga BangkalanMadura Terpapar Covid-19

Penjelasan:Beredar pesan berantai WhatsApp yang berisi informasi bahwa terdapat 7.150 kasuspositif Covid-19 di Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur.Setelah dilakukan penelusuran, klaim bahwa terdapat 7.150 kasus positif Covid-19 diKabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur adalah salah.

Faktanya, kasus positifCovid-19 di wilayah itu kurang dari jumlah tersebut. Berdasarkan data dari situs resmiPemerintah Kabupaten Bangkalan, terdapat 1.979 kasus kumulatif Covid-19 per 9 Juni.

 

2. [DISINFORMASI] Kamera Pendeteksi VaksinCovid-19 Ditemukan

Penjelasan:Beredar sebuah tangkapan layar kamerapendeteksi vaksin Covid-19. Kamera tersebutbisa mengidentifikasi seseorang yang belumatau sudah divaksin. Dalam tangkapan layartangkapan kamera tersebut, seseorang yangtelah divaksin terdeteksi dengan kotakberwarna merah. Sementara itu, yang belumdivaksin teridentifikasi kotak berwarna hijau.

Faktanya, aplikasi tersebut adalah kamerapemantau jaga jarak (social distancing).Dilansir technologyreview.com, aplikasikamera ini ditemukan Andrew Ng seorangilmuwan komputer dan ahli kecerdasanbuatan atau artificial intelligence asalAmerika Serikat. Perusahaan milik Andrewmerilis demo video kamera yang mendeteksijaga jarak sosial masyarakat. Aplikasi inimenggunakan kamera pemantau mataburung (bird eye). Kamera akanmengidentifikasi dengan warna merahketika jarak seseorang berdekatan.Sebaliknya, identifikasi warna hijau ketikajaga jarak diterapkan.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Liputan6.com merupakan media terverifikasi Jaringan Periksa Fakta Internasional atau International Fact Checking Network (IFCN) bersama puluhan media massa lainnya di seluruh dunia. 

Cek Fakta Liputan6.com juga adalah mitra Facebook untuk memberantas hoaks, fake news, atau disinformasi yang beredar di platform media sosial itu. 

Kami juga bekerjasama dengan 21 media nasional dan lokal dalam cekfakta.com untuk memverifikasi berbagai informasi yang tersebar di masyarakat.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan kepada tim CEK FAKTA Liputan6.com di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

SImak Video Berikut

Lanjutkan Membaca ↓