Lebih Waspada terhadap Hoaks, Kenali Langkah-Langkahnya

Oleh Liputan6.com pada 07 Apr 2021, 18:00 WIB
Diperbarui 07 Apr 2021, 18:00 WIB
banner Hoax
Perbesar
banner Hoax (Liputan6.com/Abdillah)

Liputan6.com, Jakarta - Media sosial adalah platform untuk bertukar pendapat dan pikiran yang umum digunakan oleh sebagian besar orang. Dengan era teknologi yang kian maju, sangat sedikit ditemukan orang yang tidak menggunakan media sosial sama sekali.

Tidak hanya menghubungkan orang-orang yang jauh, tetapi media sosial juga dapat memisahkan dan memetakan orang berdasarkan dengan pandangan mereka masing-masing.

Unggahan yang ada di media sosial beragam, tidak terkecuali informasi yang salah atau hoaks. Seiring berkembangnya zaman, media sosial dapat diakses oleh siapa saja.

Tidak terkecuali pihak-pihak tertentu pembuat hoaks itu sendiri. Banyak langkah dilakukan dari Lembaga pengawas, pihak-pihak berwenang tertentu, hingga perusahaan media sosial itu sendiri untuk meminimalisir penyebaran hoaks.

Meskipun penyebaran hoaks akan selalu berjalan, sebagai pengguna media sosial, kita dapat menurunkan penyebarannya. Sebagai pengguna penting untuk mengetahui apa yang harus diwaspadai dan melindungi diri dari penyebaran hoaks.

Berikut beberapa langkah untuk lebih waspada dalam menerima informasi, disarikan dari siliconrepublic.com.

1.      Mengenali tanda-tanda hoaks

Mengenali berita hoaks secara mudah dengan melihat sumber. Menemukan situs-situs berita palsu dapat dengan mudah memeriksa berapa lama situs tersebut sudah berapa lama dikenal sebagai media.

Jika situs tersebut hanya memiliki beberapa konten selama dua atau tiga minggu, itu merupakan kecurigaan pertama yang harus diwaspadai.

Hal yang sama juga terjadi di media sosial. Jika akun tersebut merupakan akun dengan unggahan dan teman yang sedikit, maka dapat dicurigai.

Akun media sosial maupun situs media tertentu jika sudah terverifikasi asli, akan memiliki banyak pengikut. Umumnya situs web akan mempublikasikan konten dengan jumlah yang banyak. Untuk akun media sosial, beberapa media sosial sudah menetapkan tanda berupa label ‘verified’ pada akun-akun yang merupakan akun asli dari pihak terkait.

2 dari 4 halaman

Selanjutnya

2.      Menemukan celah dari hoaks yang disebarkan

Perlu diperhatikan, bentuk konten hoaks yang dihasilkan dapat melibatkan klaim-klaim yang konyol. Hoaks dapat berisi kaitan topik yang dibahas dengan klaim yang jauh berbeda dengan konteks yang sedang dibahas.

Ini bertujuan untuk mengubah cerita aslinya. Mencampur fakta dengan informasi yang salah dapat menciptakan cerita yang menarik.

3.      Membedakan sumber mana yang dapat diandalkan atau tidak

Cara yang paling mudah dan sederhana untuk dilakukan adalah memeriksa fakta dari informasi yang diterima. Anda harus bisa mereferensikan informasi yang anda lihat dengan informasi yang berasal dari sumber yang dapat dipercaya. Sumber-sumber tersebut dapat berupa situs resmi milik pemerintah atau situs dari agensi berita terkemuka. Hal ini harus mulai dibiasakan mengingat masih banyaknya hoaks yang tersebar di dunia maya.

Media sosial merupakan teknologi yang ampuh untuk menjembatani jarak orang di seluruh dunia. Jika dirasa mendapatkan informasi yang salah, tidak ada salahnya untuk membantu menekan penyebarannya.

(MG/Jihan Fairuz)

3 dari 4 halaman

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Liputan6.com merupakan media terverifikasi Jaringan Periksa Fakta Internasional atau International Fact Checking Network (IFCN) bersama puluhan media massa lainnya di seluruh dunia. 

Cek Fakta Liputan6.com juga adalah mitra Facebook untuk memberantas hoaks, fake news, atau disinformasi yang beredar di platform media sosial itu. 

Kami juga bekerjasama dengan 21 media nasional dan lokal dalam cekfakta.com untuk memverifikasi berbagai informasi yang tersebar di masyarakat.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silakan menyampaikan kepada tim CEK FAKTA Liputan6.com di email cekfakta.liputan6@kly.id.

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Cek Fakta di Bawah Ini

Lanjutkan Membaca ↓