Cek Fakta: Viral Video Menag Yaqut Diusir Warga, Benarkah?

Oleh Hanz Jimenez Salim pada 05 Apr 2021, 21:00 WIB
Diperbarui 05 Apr 2021, 21:00 WIB
Gambar Tangkapan Layar Video yang Diklaim Menag Yaqut Diusir Warga (sumber: Facebook)
Perbesar
Gambar Tangkapan Layar Video yang Diklaim Menag Yaqut Diusir Warga (sumber: Facebook)

Liputan6.com, Jakarta - Video yang diklaim Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas diusir warga beredar di media sosial. Video tersebut disebarkan akun Facebook Armaya pada 3 Januari 2021.

Dalam video berdurasi 59 detik memperlihatkan seorang pria berpeci merah tengah berdebat dengan pria yang mengenakan batik.

Si pria berpeci merah terlihat memperingati si pria berbajut batik sambil mengangkat jari telunjuknya. Tampak juga beberapa orang lain yang mengelilingi dua orang yang berdebat tersebut.

Terdapat juga sebuat narasi dalam video tersebut. Berikut isinya:

"YAQUT KENA BATUNYA

Menteri T*l*lransi"

Akun Facebook Armaya kemudian mengaitkan video tersebut dengan peristiwa diusirnya Menag Yaqut oleh sejumlah warga.

"Menteri agama di usir di kesultanan siak....????" tulis akun Facebook Armaya.

Video yang disebarkan akun Facebook Armaya telah 799 kali dintonton dan mendapat 8 komentar warganet.

Benarkah dalam video tersebut Menag Yaqut diusir oleh sejumlah warga? Berikut penelusurannya.

 

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Penelusuran Fakta

Gambar Tangkapan Layar Penelusuran Foto dengan Situs Yandex.
Perbesar
Gambar Tangkapan Layar Penelusuran Foto dengan Situs Yandex.

Cek Fakta Liputan6.com menelusuri video yang diklaim Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas diusir warga. Penelusuran dilakukan dengan mengunggah gambar tangkapan layar dari berita tersebut ke situs Yandex.

Hasilnya terdapat beberapa artikel yang menjelaskan mengenai video tersebut. Satu di antaranya berjudul "Massa Tolak GP Ansor: Jangan Ajari Kami Orang Melayu Ini Bagaimana Cinta NKRI !" yang dimuat situs gelora.co pada 20 September 2018 lalu.

Gambar Tangkapan Layar Artikel dari Situs gelora.co

GELORA.CO - Acara Kirab Satu Negeri, Zikir Kebangsaan di Kabupaten Siak yang akan dilaksanakan oleh GP Ansor mendapat penolakan dari masyarakat. Alasannya, karena GP Ansor di berbagai tempat juga menolak kedatangan Ustaz Abdul Somad (UAS) saat berdakwah.

Rabu siang (19/09), puluhan masyarakat di LAMR (Lembaga Adat Melayu Riau) dari berbagai kalangan masyarakat Melayu pun tampak berbondong-bondong mengusir Ketua GP Ansor Riau Purwaji hingga keluar dari halaman Balai Adat LAMR setelah melihatnya keluar dari ruang Ketua DPH LAMR.

Dari salah satu rekaman video yang beredar, massa dengan keras menolak diajari bagaimana sikap cinta tanah air atau cinta NKRI sebagaimana yang didengung-dengungkan oleh gerakan Kirab Satu Negeri yang dipelopori GP Ansor.

Salah seorang warga secara lantang berbicara di hadapan Ketua GP Ansor Riau Purwaji.

"Bapak untuk ketahui sejarah Bangsa ini. Kesultanan Siak mengakui dan bersedia untuk bergabung ke NKRI kemudian menyerahkan hartanya. Jadi jangan pernah ajari kami orang Melayu ini bagaimana cinta NKRI. Sebelum Bapak mengajarkan cinta tanah air, leluhur kami telah mengajarkannya. Paham!", tegasnya.

"Jangan kotori Melayu!", teriak yang lainnya.

 

Referensi:

https://www.gelora.co/2018/09/massa-tolak-gp-ansor-jangan-ajari-kami.html

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Kesimpulan

Video yang diklaim Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas diusir warga ternyata tidak benar. Faktanya, video tersebut peristiwa penolakan warga terhadap acara Kirab Satu Negeri, Zikir Kebangsaan di Kabupaten Siak pada September 2018 lalu. Pria dalam video tersebut bukan Menag Yaqut, melainkan Ketua GP Ansor Riau Purwaji.

 

Banner Cek Fakta: Salah
Perbesar
Banner Cek Fakta: Salah (Liputan6.com/Triyasni)
Scroll down untuk melanjutkan membaca

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Liputan6.com merupakan media terverifikasi Jaringan Periksa Fakta Internasional atau International Fact Checking Network (IFCN) bersama puluhan media massa lainnya di seluruh dunia. 

Cek Fakta Liputan6.com juga adalah mitra Facebook untuk memberantas hoaks, fake news, atau disinformasi yang beredar di platform media sosial itu. 

Kami juga bekerjasama dengan 21 media nasional dan lokal dalam cekfakta.com untuk memverifikasi berbagai informasi yang tersebar di masyarakat.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan kepada tim CEK FAKTA Liputan6.com di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan video pilihan berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓