Video Hoaks Sepekan: Tsunami Pakistan hingga Erupsi Gunung Semeru

Oleh Hanz Jimenez Salim pada 10 Des 2020, 19:00 WIB
Diperbarui 10 Des 2020, 19:00 WIB
banner Hoax
Perbesar
banner Hoax (Liputan6.com/Abdillah)

Liputan6.com, Jakarta - Sejumlah kabar hoaks masih beredar di media sosial selama sepekan terakhir. Beberapa di antaranya menyebar dalam bentuk video.

Misalnya saja video yang diklaim bencana tsunami di Pakistan pada 2 Desember 2020. Klaim soal tsunami di Pakistan ini diunggah oleh akun Facebook atas nama UClips.

Dalam video tsunami berdurasi 3 menit dan 26 detik tersebut, air laut terlihat menyeret puluhan mobil yang diklaim berada di Pakistan , sebuah negara yang berdekatan dengan Laut Arab dan Teluk Oman.

Begini narasi yang ada di video unggahan UClips:t

"Karachi Pakistan Hari Ini"

Sejak diunggah di Facebook, video itu sudah dilihat ratusan kali oleh warga Facebook lainnya. Tak hanya itu, video dengan klaim tsunami di Pakistan sudah mendapat puluhan komentar.

Namun setelah ditelusuri, video yang mengklaim terjadi tsunami di Pakistan pada 2 Desember 2020 adalah salah. Faktanya, video itu merupakan kejadian tsunami yang berada di Jepang pada 2011.

Selain video hoaks peristiwa tsunami di Pakistan pada 2 Desember 2020 terdapat beberapa video lain yang telah ditelusuri Cek Fakta Liputan6.com. Berikut rangkumannya:

 

2 dari 4 halaman

Video Sebut Swedia Bebas Covid-19

Cek Fakta Swedia sudah sukses tangani covid-19
Perbesar
Cek Fakta Swedia sudah sukses tangani covid-19

Beredar di aplikasi percakapan sebuah pesan berisi video terkait Swedia yang diklaim sukses menangani covid-19. Video tersebut ramai dibagikan sejak pekan ini.

Video yang tersebar viral itu berdurasi hampir delapan menit. Di video tersebut terdapat beberapa potongan video yang mengklaim Swedia sukses menghentikan covid-19 tanpa menuruti rekomendasi aliansi vaksin global.

Video tersebut juga membandingkan kesuksesan Swedia menangani covid-19 ketimbang negara lain. Ada juga klaim yang menyebut Swedia tidak ada covid-19 meski tidak ada yang memakai masker.

Korban covid-19 di Swedia juga diklaim lebih rendah ketimbang negara lain. Ada juga komentar dari Anders Tegnell, epidemiologis dari Swedia yang tak pernah lockdown dari awal.

Dalam akhir video juga ada ajakan untuk tidak mau divaksin karena bisa membuat virus semakin ganas.

Setelah ditelusuri, klaim yang menyebut Swedia sukses menghadapi covid-19 adalah salah. Faktanya hingga saat ini Swedia masih melaporkan adanya kasus baru.

Selengkapnya bisa dilihat di tautan ini.

 

 

3 dari 4 halaman

Video Erupsi Gunung Semeru

Tidak benar ini video erupsi Gunung Semeru
Perbesar
Tidak benar ini video erupsi Gunung Semeru. (Facebook)

Tiga akun Facebook mengunggah video yang diklaim sebagai erupsi Gunung Semeru. Gunung yang berada di Jawa Timur ini mengalami erupsi pada Selasa (1/12/2020) dini hari WIB.

Ketiga akun yang mengunggah video dengan klaim erupsi Gunung Semeru adalah Muslim Mus, Ken Zee Cinta, dan Bali Politica. Ketiganya pun memberikan narasi yang sama untuk video unggahan mereka:

"Erupsi Gunung Semeru....."

Jika ditotal dari tiga akun tersebut pada Selasa (1/12/2020), video yang diklaim sebagai erupsi Gunung Semeru sudah disaksikan lebih dari seribu kali.

Setelah ditelusuri, klaim video yang menyebut erupsi Gunung Semeru merupakan informasi yang salah. Sebab, itu merupakan guguran awan panas Gunung Sinabung.

Selengkapnya bisa dilihat di tautan ini.

 

 

4 dari 4 halaman

Saksikan video pilihan berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓