Lawan Hoaks di Ukraina, Facebook Gandeng AFP

Oleh Adyaksa Vidi pada 20 Nov 2020, 17:00 WIB
Diperbarui 20 Nov 2020, 17:00 WIB
Ilustrasi Facebook
Perbesar
Facebook (JUSTIN SULLIVAN / AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Langkah Facebook untuk meredam penyebaran hoaks terus berjalan. Terbaru, Ukraina menjadi negara yang mengaplikasikan fitur fact checking dalam platform media sosial tersebut.

Facebook telah bekerja sama dengan media massa dan lembaga pemeriksa fakta sejak dua tahun lalu. Konten-konten hoaks yang beredar di Facebook ditandai dan diberikan peringatan bagi akun yang menyebarkannya.

Mayoritas negara Eropa sudah mengaplikasikan fitur fact checking dari Facebook itu. Untuk Ukraina, Facebook bekerja sama dengan AFP, kantor berita asal Prancis.

"Memerangi hoaks dan berita palsu adalah tanggung jawab yang kami ambil secara serius. Itu sebabnya kami bekerja tanpa henti untuk menghentikannya di platform kami," ujar Jakub Turowski, Kepala Kebijakan Publik Facebook untuk Polandia, Wilayah Baltik, Rumania dan Bulgaria dilansir Universul.net.

"Halaman dan domain yang terus menyebarkan hoaks akan dikurangi aktivitasnya untuk memposting konten. Selain itu mereka juga tidak bisa memasang iklan di Facebook dan menghasilkan uang."

 

2 dari 4 halaman

Dianggap Gagal

Ilustrasi Facebook
Perbesar
Facebook (LOIC VENANCE / AFP)

Facebook selama ini mendapat kritik karena terlalu banyak konten berita palsu atau postingan hoaks. Mereka dituding bisa menimbulkan bahaya di masyarakat.

Hingga saat ini Facebook belum bisa menjelaskan seberapa efektif Pusat Informasi Covid-19 dalam melawan hoaks.

Namun Kepala Produk Facebook, Chris Cox mengklaim Pusat Informasi Covid-19 telah diakses oleh 600 juta orang dan dianggap sukses.

3 dari 4 halaman

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Liputan6.com merupakan media terverifikasi Jaringan Periksa Fakta Internasional atau International Fact Checking Network (IFCN) bersama puluhan media massa lainnya di seluruh dunia. 

Cek Fakta Liputan6.com juga adalah mitra Facebook untuk memberantas hoaks, fake news, atau disinformasi yang beredar di platform media sosial itu. 

Kami juga bekerjasama dengan 21 media nasional dan lokal dalam cekfakta.com untuk memverifikasi berbagai informasi yang tersebar di masyarakat.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan kepada tim CEK FAKTA Liputan6.com di email cekfakta.liputan6@kly.id.

4 dari 4 halaman

Saksikan video pilihan berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓