Cek Fakta: Benarkah Bahan Baku Dolar AS Berasal dari Pohon Pisang di Indonesia?

Oleh Cakrayuri Nuralam pada 23 Okt 2020, 13:49 WIB
Diperbarui 23 Okt 2020, 13:49 WIB
Hoaks bahan baku dolar AS.jpg
Perbesar
Hoaks bahan baku dolar AS. (Facebook/Profesor Jenius)

Liputan6.com, Jakarta - Cek Fakta Liputan6.com menemukan sebuah postingan beripa foto pohon pisang. Namun di foto tersebut disebutkan kalau daun pisang itu merupakan bahan baku untuk membuat uang kertas dolar Amerika Serikat (AS).

Adalah Facebook atas nama Profesor Jenius yang mengunggah foto pohong pisang Indonesia menjadi bahan baku dolar AS. Begini narasi yang ada di unggahan fotonya:

"Tahukah kamu? Ternyata bahan baku uang Dollar AS adalah pohon pisang yang berasal dari Indonesia".

Dia mengunggah gambar itu di Facebook pada 20 Oktober 2020. Bahasan serupa juga ditemukan di akun Facebook atas nama Zoe Byth dan Muhammad Ajay.

Lalu, benarkah bahan baku dolar AS adalah pohon pisang yang berasal dari Indonesia?

 

2 dari 4 halaman

Penelusuran Fakta

CEK FAKTA Liputan6
Perbesar
CEK FAKTA Liputan6 (Liputan6.com/Abdillah)

Cek Fakta Liputan6.com melakukan penelusuran di mesin pencari Google. Berdasarkan sejumlah website asal Amerika Serikat, dolar AS tidak menggunakan pohong pisang asal Indonesia sebagai bahan baku.

Mengutip dari Program Pendidikan Mata Uang AS, disebutkan kalau Crane and Co., merupakan perusahaan yang berbasis di Massachusetts telah menyediakan kertas untuk mata uang dolar AS sejak 1879.

Bahan baku uang kertas dolar AS merupakan campuran dari 25 persen linen dan 75 persen katun. Uang kertas AS memiliki serat sintetis kecil berwarna merah dan biru dengan panjang beragam yang tersebar merata di seluruh permukaan.

Diperlukan 4.000 kali lipatan untuk merobek uang kertas AS. Diperkirakan antara setengah hingga dua pertiga mata uang AS berada di luar negara yang saat ini dipimpin Donald Trump.

Hasil penelusuran juga mengarahkan ke situs coinbooks.org dengan judul artikel: "Linen and Cotton in US Paper Money". Artikel itu sudah ada di dunia internet sejak 1 April 2007.

Artikel itu mengambil penjelasan dari Bob Leuver, mantan Direktur Biro Pengukiran dan Percetakan AS (BEP). Dia merinci bahan baku uang kertas dolar AS, yakni berasal dari kapas berserat lunak dan banyak dipasok dari Carolina, AS. Sedangkan linen berasal dari rami berserat keras.

Ketika Leuver masih memimpin BEP, linen yang digunakan untuk bahan baku dolar AS didatangkan dari Belgia. BEP juga mendatangkan rami mentah dari Afrika. "Meskipun begitu, linen yang berasal dari rami juga digunakan secara luas, terutama di AS," ujarnya.

Cek Fakta Liputan6.com juga mengutip dari laman resmi pemerintah Amerika Serikat, moneyfactory, kertas mata uang Amerika Serikat terdiri dari 75 persen katun dan 25 persen linen. Anggaran 2009, lebih dari enam miliar uang kertas dari semua denominasi dicetak di Amerika Serikat, mengkonsumsi 21.476 bal kapas. Nilai total dolar dari uang kertas ini adalah dua ratus sembilan belas miliar dolar, atau 21.290,55 dolas AS per pon kapas.

Adapun linen adalah tekstil yang terbuat dari rambut tanaman flax. Linen terbuat dari serat selulosa yang tumbuh di dalam batang tanaman flax dengan nama latin Linum usitatissimum, salah satu tanaman tertua yang dibudidayakan dalam sejarah manusia.

 

 

3 dari 4 halaman

Kesimpulan

Banner Cek Fakta: Salah
Perbesar
Banner Cek Fakta: Salah (Liputan6.com/Triyasni)

Informasi yang menyebut bahan baku uang kertas dolar AS adalah pohon pisang dari Indonesia dinyatakan salah. Faktanya, bahan baku kertas mata uang Amerika Serikat terdiri dari 75 persen katun dan 25 persen linen.

4 dari 4 halaman

Tentang Cek Fakta

Liputan6.com merupakan media terverifikasi Jaringan Periksa Fakta Internasional atau International Fact Checking Network (IFCN) bersama puluhan media massa lainnya di seluruh dunia. 

Cek Fakta Liputan6.com juga adalah mitra Facebook untuk memberantas hoaks, fake news, atau disinformasi yang beredar di platform media sosial itu. 

Kami juga bekerjasama dengan 21 media nasional dan lokal dalam cekfakta.com untuk memverifikasi berbagai informasi yang tersebar di masyarakat.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan kepada tim CEK FAKTA Liputan6.com di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Lanjutkan Membaca ↓