Cek Fakta: Benarkah Nama Indonesia Berasal dari Akronim 9 Wali Songo?

Oleh Cakrayuri Nuralam pada 03 Sep 2020, 14:00 WIB
Diperbarui 03 Sep 2020, 14:00 WIB
Hoaks nama Indonesia
Perbesar
Hoaks nama Indonesia. (Facebook)

Liputan6.com, Jakarta - Tim Cek Fakta Liputan6.com menemukan empat akun Facebook yang membahas asal usul nama Indonesia. Tiga akun ini menyebut nama Indonesia berasal dari akronim sembilan Wali Songo.

Ketiga akun yang menyebut nama Indonesia berasal dari akronim sembilan walisongo adalah Gapura Raheli, Ratna Prasetyo, dan Yayu Soemirtha. Bahkan, mereka menggunakan narasi yang sama, yakni sebagai berikut:

"Benarkah nama negara kita

*"I N D O N E S I A"*

diberi nama sesuai dgn.Akronim Para*"WALI SONGO "*?

1. *I* *Ibrahim Malik*

_*(Sunan Gresik)*_

2. *N* *Nawai Macdhum*

_*(Sunan Bonang)*_

3. *D* *Dorojatun R Khosim*

_*(Sunan Drajat)*_

4. *O* *Oesman R Djafar Sodiq*

_*(Sunan Kudus)*_

5. *N* *Ngampel R Rahmat*

_*(Sunan Ampel)*_

6. *E* *Eka Syarif Hidayatullah*

_*(Sunan Gunung Jati)*_

7. *S* *Syaid Umar*

_*(Sunan Muria)*_

8. *I* *Isyhaq Ainul Yaqin*

_*(Sunan Giri)*_

9. *A* *Aburahman R Syahid*

_*(Sunan Kalijaga)*_

Jumlah huruf *INDONESIA = 9*

sesuai dgn. jumlah Wali/Alim Ulama dikala itu =

*WaliSongo*= *9 Wali*"

Lalu, benarkah nama Indonesia merupakan akronim dari sembilan Wali Songo?

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Penelusuran Fakta

CEK FAKTA Liputan6
Perbesar
CEK FAKTA Liputan6 (Liputan6.com/Abdillah)

Tim Cek Fakta Liputan6.com mencoba menelusuri informasi tersebut menggunakan mesin pencari Google Search. Tim memasukkan kata kunci: 'asal usul Indonesia'.

Hasilnya, tim menemukan artikel di Republika dengan judul: "Asal Mula Nama ‘Indonesia’". Artikel itu dipublikasikan pada 17 Agustus 2019. Dalam artikel tersebut, Republika mengungkap sejarah penamaan Indonesia yang diterangkan antara lain oleh salah seorang Bapak Proklamator kita, Mohammad Hatta, dalam artikelnya yang berjudul "Tentang Nama Indonesia" (pernah dimuat dalam De Socialist nomor 10, Zaterdag, 8 Desember 1928).

Begini narasi di artikel Republika tentang asal usul nama Indonesia:

"Menurut Bung Hatta, pada umumnya Adolf Bastian, seorang ahli etnologi asal Jerman, disebut-sebut sebagai pencetus nama Indonesia, yakni Indonesie.

Keterangan ini diperolehnya dari pidato Prof Dr GA Wilken saat menerima gelar guru besar pada 1885 di Universitas Leiden. Dalam kata-kata Wilken, Bastian adalah seorang "raja sarjana-sarjana ilmu bangsa-bangsa (etnologi --Red)."

Bung Hatta meneruskan, Bastian memang memakai sebutan Indonesie untuk judul karyanya: "Indonesien oder die Inseln des malayischen Archipels" (1884). Indonesie dipakainya untuk merujuk pada fakta geografis, yakni "Kepulauan Nusantara."

Hatta mengungkapkan, sejak kemunculan karya Bastian itu, sebutan Indonesia menjadi lazim dalam pembicaraan keilmuan.

Akan tetapi, Bastian bukanlah yang pertama memakai kata Indonesie atau Indonesiers ('orang-orang Indonesia'). Sebab, masih ada pakar etnologi George Windsor (GW) Earl dan koleganya, James Richardson (JR) Logan. Keduanya berkebangsaan Inggris.

Pada 1850, GW Earl menggagas sebutan Indunesians (atau Indu-nesians). Saat itu, dia sedang menjelaskan realitas etnografis, yakni "ras berkulit sawo matang/cokelat di Kepulauan Hindia."

Mengutip Robert Edward (RE) Elson dalam bukunya, The Idea of Indonesia, tak lama setelah itu Earl justru mengganti sebutan Indu-nesians dengan Malayunesians. Alasannnya, sebutan yang pertama itu terlalu umum, sedangkan yang kedua lebih khusus.

Sementara itu, JR Logan (meninggal 1869) malahan lebih antusias dalam memakai sebutan Indonesia atau Indunesians. Logan menulis dalam artikelnya, "The Ethnology of the Indian Archipelago: Embracing Enquiries into the Continental Relations of the Indo-Pacific Islanders" pada 1850:

Saya lebih menyukai istilah geografis "Indonesia" yang sekadar pemendekan istilah "Indian Islands" atau "Indian Archipelago." Dari sana, kita dapatkan "Indonesian" untuk "Indian Archipelagian" atau "Archipelagic", dan "Indonesians" untuk "Indian Archipelagians" atau "Indian Islanders" (dikutip dari The Idea of Indonesia, terjemahan Zia Anshor, 2008, hlm. 3-4).

Hatta menggarisbawahi, GW Earl menggunakan sebutan Indunesians dan Malayunesians untuk merujuk pada penduduk Kepulauan Nusantara. Sementara itu, Logan menggunakan istilah Indunesians (atau Indonesia) sebagai suatu pengertian geografis murni, yakni menunjuk pada kepulauan tersebut.

Jelaslah bahwa dalam perspektif para ilmuwan Eropa itu, keadaan etnografis dan geografis Nusantara tak lepas dari kedekatan dengan wilayah-wilayah sekitar, utamanya Anak Benua India. Karena itu, istilah Indunesia/Indunesians adalah gabungan dari Indu ('India') dan nesos (Yunani: 'kepulauan').

"Sekalipun dia (Logan) bukan penganjur penambahan penamaan-penamaan Yunani, dia sama sekali tidak berkeberatan terhadap nama 'Indonesia', yang bagi orang Eropa bernada Yunani, karena menurut pendapatnya kata nusa (pulau) yang berasal dari bahasa Melayu itu mungkin sama tuanya dengan kata nesos Yunani," tulis Hatta."

Tim Cek Fakta Liputan6.com juga menemukan artikel di Kompas.com yang berjudul: "Asal Usul Nama Indonesia". Artikel itu sudah ada di internet sejak 29 Oktober 2015.

Dalam artikelnya, Kompas.com menyebut asal-usul nama Indonesia mulai dikenal pada medio tahun 1800-an. Menurut sejarawan Universitas Oxford, Peter Carey, nama Indonesia muncul dan diperkenalkan James Richardson Logan (1819-1869) tahun 1850 dalam Journal of Indian Archipelago and Eastern Asia.

Logan adalah orang Skotlandia yang menjadi editor majalah Penang Gazette, wilayah Straits Settlement-kini Negara Bagian Penang, Malaysia-yang bermukim di sana kurun waktu 1842-1847. "Nama yang diperkenalkan adalah Indonesia untuk menyebut Kepulauan Hindia yang waktu itu merupakan jajahan Belanda sehingga disebut Hindia-Belanda," kata Carey.

Bangsa Eropa mengenal dua wilayah Hindia, yakni Hindia-Barat, yaitu wilayah Kepulauan Karibia yang ditemukan Christopher Columbus yang semula diyakini sebagai wilayah Hindia (India)-pusat rempah-rempah yang dicari orang Eropa. Sesudah ekspedisi Vasco da Gama dan Magellan, ditemukanlah Hindia Timur, yakni Kepulauan Nusantara, yang merupakan pusat rempah-rempah yang selama berabad-abad dicari orang Eropa.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Kesimpulan

Banner Cek Fakta: Salah
Perbesar
Banner Cek Fakta: Salah (Liputan6.com/Triyasni)

Informasi yang menyebut asal usul nama Indonesia merupakan akronim dari 9 Wali Songo adalah false, sama sekali tidak berbasis data. Dari penelusuran Tim Cek Fakta Liputan6.com tidak ada sejarah yang menyebut nama Indonesia merupakan akronim dari 9 Wali Songo.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Tentang Cek Fakta

Liputan6.com merupakan media terverifikasi Jaringan Periksa Fakta Internasional atau International Fact Checking Network (IFCN) bersama puluhan media massa lainnya di seluruh dunia. 

Cek Fakta Liputan6.com juga adalah mitra Facebook untuk memberantas hoaks, fake news, atau disinformasi yang beredar di platform media sosial itu. 

Kami juga bekerjasama dengan 21 media nasional dan lokal dalam cekfakta.com untuk memverifikasi berbagai informasi yang tersebar di masyarakat.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan kepada tim CEK FAKTA Liputan6.com di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya