Cek Fakta: Virus Corona di Film Captain America Ternyata Spageti

Oleh Cakrayuri Nuralam pada 31 Jul 2020, 14:30 WIB
Diperbarui 31 Jul 2020, 15:41 WIB
Captain Amerika Pecahkan Rekor, 300 Resmi Terdepak dari 10 Besar
Perbesar
Film kedua Captain America berhasil memecahkan rekor lewat hasil USD 96,2 juta.

Liputan6.com, Jakarta - Media sosial seperti Facebook, Instagram, dan Twitter masih saja diramaikan soal isu Captain America yang sudah memprediksi adanya pandemi virus corona covid-19.

Warganet memposting foto Chris Evans, aktor yang memerankan Captain America, meramal adanya pandemi virus corona. Foto itu merupakan salah satu adegan dalam film: Captain America: The First Avenger, yang diproduksi Marvel Studio pada 2011.

Salah satu akun yang menyebarkan itu adalah pemilik akun @philchuppa. Begini narasi yang dia buat:

 

Tangkapan Layar
Perbesar
Tangkapan layar di film Captain America. (Twitter/@philchuppa)

"Akhir adegan film Captain America. Virus Corona"

Lalu, benarkah Marvel Studio melalui Captain America sudah meramalkan adanya pandemi virus corona yang terjadi di seluruh dunia?

 

2 dari 4 halaman

Penelusuran Fakta

CEK FAKTA Liputan6
Perbesar
CEK FAKTA Liputan6 (Liputan6.com/Abdillah)

Tim Cek Fakta Liputan6.com mencoba menelusuri fakta tersebut. Dalam foto yang ramai beredar, Chris Evans, pemeran tokoh Captain Amerika, berdiri di Times Square, New York City dengan papan iklan bir corona dan sebuah gambar yang memperlihatkan bentuk virus.

Foto itu pun memunculkan teori konspirasi kalau Captain America seolah memprediksi adanya virus corona. Tim pun menemukan sebuah artikel di situs Superhero Hype yang dimuat pada 23 April 2011 dengan judul: 'Captain America Scene Filmed in New York on Saturday'.

Di artikel tersebut memperlihatkan situasi pengambilan gambar Chris Evans menggunakan kaos berwarna putih. Pengambilan gambar tidak dilakukan di New York City, melainkan di sebuah ruangan tertutup dengan latar belakang warna putih.

Tim Cek Fakta Liputan6.com juga menemukan sebuah channel Youtube atas nama Haruo Aoki. Dia mengunggah video yang menampilkan situasi New York City. Video tersebut pun diberinya judul: Times square Daytime, New York City, 8 March 2011 dan dipublikasikan pada 8 Maret 2011. (Untuk melihat videonya, klik tautan ini)

Dari video tersebut, terlihat ada billboard bir Corona (di sebelah kiri Times Square) dan gambar yang diduga virus (di sebelah kanan Times Square). Gambar tersebut bisa dilihat pada menit ke 2:25 dan 2:52.

Kemudian, pada 11 Juni 2020, salah satu pengkritik film di Amerika Serikat, William Mullaly melalui Twitter pribadinya, menunjukkan poster virus yang disangka covid-19. Dia mengatakan kalau gambar virus yang disangka warga net itu sebenarnya adalah iklan untuk perusahaan makanan Italia Barilla.

Akhirnya, William Mullaly mengetahui kalau gambar tersebut memperlihatkan spageti yang disusun menyerupai kembang api disertai dengan pesan: 'Bueone Feste' atau 'Selamat Liburan'. Kampanye iklan itu sudah dimulai sejak tahun 2010.

Sementara itu, bir Corona tidak memiliki afiliasi dengan virus corona. Seperti dikutip dari economist dalam artikelnya yang tayang pada 3 Mei 2020 dengan judul: 'As cases of coronavirus grow, what about cases of Corona beer?' pembuat bir Corona, Grup Modelo sudah memproduksi minuman ini di Mexico City pada 1920-an.

Corona sendiri dalam bahasa Spanyol artinya crown atau mahkota. Mereka menjadikannya label di tutup botol bir Corona sejak tahun 1963.

 

 

3 dari 4 halaman

Kesimpulan

Banner Cek Fakta: Salah
Perbesar
Banner Cek Fakta: Salah (Liputan6.com/Triyasni)

Informasi yang menyebut Captain America sudah memprediksi virus corona dalam filmnya di tahun 2011 adalah salah. Faktanya, pengambilan gambar yang memperlihatkan Captain Amerika di New York City dilakukan di ruang tertutup. Sedangkan gambar yang disangka virus corona adalah iklan spageti dari perusahaan makanan Italia Barilla.

4 dari 4 halaman

Tentang Cek Fakta

Liputan6.com merupakan media terverifikasi Jaringan Periksa Fakta Internasional atau International Fact Checking Network (IFCN) bersama puluhan media massa lainnya di seluruh dunia. 

Cek Fakta Liputan6.com juga adalah mitra Facebook untuk memberantas hoaks, fake news, atau disinformasi yang beredar di platform media sosial itu. 

Kami juga bekerjasama dengan 21 media nasional dan lokal dalam cekfakta.com untuk memverifikasi berbagai informasi yang tersebar di masyarakat.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan kepada tim CEK FAKTA Liputan6.com di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Lanjutkan Membaca ↓