Cek Fakta: RS Sengaja Membuat Pasien Positif Covid-19 untuk Dapat Bantuan Rp 90 Juta? Simak Faktanya

Oleh Pebrianto Eko Wicaksono pada 20 Jul 2020, 15:43 WIB
Diperbarui 20 Jul 2020, 18:18 WIB
Penelusuran klaim RS sengaja membuat pasien positif Covid-19 untuk dapat bantuan Rp 90 juta
Perbesar
Beredar klaim RS sengaja membuat pasien positif Covid-19 untuk dapat bantuan Rp 90 juta, benarkah?.

Liputan6.com, Jakarta Beredar klaim rumah sakit sengaja membuat pasien positif virus corona baru (Covid-19) untuk mendapat bantuan Rp 90 juta. Klaim tersebut merupakan judul artikel yang dimuat situs gaekon.com sebagai berikut:

"Demi Mendapatkan Bantuan Rp 90 Juta Ada Sejumlah Rumah Sakit Sengaja Bikin Pasien Positif Virus Corona"

Berikut isi artikelnya:

"Gaekon.com – Ketua Badan Anggaran DPR RI Said Abdullah mengadu kepada Menteri Kesehatan RI, Terawan Agus Putranto terkait adanya dugaan rumah sakit ‘nakal’ yang merawat pasien covid-19 disejumlah daerah. Hal tersebut disampaikan dalam rapat kerja, Rabu (15/7/2020). Dalam penyampaiannya Said mengatakan kepada Terawan, bahwa ada RS yang sengaja menyatakan pasien positif covid-19 demi mendapat dana anggaran pemerintah.

“Terdapat kenakalan juga di RS, pasien bukan virus corona tapi dinyatakan positif covid-19. Keluarga pasti tidak terima, sudah dua pekan mau masuk pengadilan, akhirnya RS itu menyerah,” terang Said Abdullah seperti dikutip Gaekon dari Terkini.id.

“Jadi, kalau pasien itu meninggal dinyatakan karena corona, dapat anggaran sebesar Rp 45 juta sampai Rp 90 juta. Di Pasuruan, Jambi, Ciamis, viral di mana-mana,” tambahnya.

Oleh karena itu Said meminta kepada Terawan agar segera menindaklanjuti dan turun ke daerah-daerah agar mengetahui secara langsung tentang persoalan apa saja yang terjadi, terutama pada penanganan virus corona di setiap rumah sakit. Selain itu, untuk penanggulangan virus corona, Said meminta penyerapan di Kemenkes bisa lebih meningkat.

“Soal dana anggaran itu persoalannya adalah penyerapan rendah. Dananya Rp 87,55 triliun, tapi sampai 8 Juli, penyerapannya baru 5,12 persen atau Rp 4,48 triliun,” kata dia."

Benarkah klaim rumah sakit sengaja membuat pasien positif Covid-19 untuk mendapat bantuan Rp 90 juta? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

2 dari 4 halaman

Penelusuran Fakta

Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim rumah sakit sengaja membuat pasien positif Covid-19 untuk mendapat bantuan Rp 90 juta menggunakan Google Search dengan kata kunci "Ketua Badan Anggaran DPR RI Said Abdullah rumah sakit nakakl covid-19".

Penelusuran mengarah ke artikel berjudul "DPR Minta Menkes Terawan Tindak RS yang Ambil Untung dari Pandemi Corona" yang dimuat situs liputan6.com, pada 15 Juli 2020.

Berikut isinya:

"Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Said Abdullah meminta Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto untuk menindak tegas rumah sakit (RS) nakal di masa pandemi Covid-19.

Mengingat ada kejadian masyarakat yang terkena diabetes, setelah meninggal dunia dinyatakan karena Covid-19 oleh salah satu RS.

"Ada kenakalan juga di RS tidak covid dinyatakan covid," kata dia di Ruang Rapat Banggar DPR RI, Jakarta, Rabu (15/7).

Said menduga, permainan RS tersebut dilakukan karena anggaran untuk pasien meninggal Covid-19 lebih besar. Sehingga kecurangan itu dilakukan oleh oknum RS.

"Ada yang sebut kalau orang kena covid masuk RS sampai meninggal anggaran Rp90 juta atau Rp45 juta. Memang ini ujian betul, di Pasuruan, Jambi, Ciamis ini kan viral di mana-mana," kata dia."

Dalam artikel tersebut Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Said Abdullah baru meduga rumah sakit melakukan permainan karena anggaran mengani pasien positif Covid-19 mencapai Rp 90 juta.

Penelusuran juga mengarah pada artikel berjudul "Banggar DPR Minta Menkes Terawan Tindak Tegas RS Nakal" yang dimuat situs merdeka.com, pada 15 Juli 2020.

Berikut isinya:

"Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Said Abdullah meminta Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto untuk menindak tegas rumah sakit (RS) nakal di masa pandemi Covid-19. Mengingat ada kejadian masyarakat yang terkena diabetes, setelah meninggal dunia dinyatakan karena Covid-19 oleh salah satu RS.

"Ada kenakalan juga di RS tidak covid dinyatakan covid," kata dia di Ruang Rapat Banggar DPR RI, Jakarta, Rabu (15/7).

Said menduga, permainan RS tersebut dilakukan karena anggaran untuk pasien meninggal Covid-19 lebih besar. Sehingga kecurangan itu dilakukan oleh oknum RS.

"Ada yang sebut kalau orang kena covid masuk RS sampai meninggal anggaran Rp90 juta atau Rp45 juta. Memang ini ujian betul, di Pasuruan, Jambi, Ciamis ini kan viral di mana-mana," kata dia.

Dia pun meminta agar Menteri Kesehatan turun ke lapangan untuk melihat langsung permasalahan yang terjadi. Bahkan dirinya meminta agar memberikan sanksi bagi RS yang melakukan tindakan tersebut."

Dalam artikel tersebut Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Said Abdullah menduga, permainan RS tersebut dilakukan karena anggaran untuk pasien meninggal Covid-19 lebih besar.

 

 

3 dari 4 halaman

Kesimpulan

klaim rumah sakit sengaja membuat pasien positif Covid-19 untuk mendapat bantuan Rp 90 juta belum terbukti.

Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Said Abdullah baru menduga rumah sakit melakukan permainan dengan menetapkan pasien positif Covid-19.

Banner cek fakta
Perbesar
Banner cek fakta (Liputan6/Triyasni)
4 dari 4 halaman

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Liputan6.com merupakan media terverifikasi Jaringan Periksa Fakta Internasional atau International Fact Checking Network (IFCN) bersama puluhan media massa lainnya di seluruh dunia. 

Cek Fakta Liputan6.com juga adalah mitra Facebook untuk memberantas hoaks, fake news, atau disinformasi yang beredar di platform media sosial itu. 

Kami juga bekerjasama dengan 21 media nasional dan lokal dalam cekfakta.com untuk memverifikasi berbagai informasi yang tersebar di masyarakat.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan kepada tim CEK FAKTA Liputan6.com di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Lanjutkan Membaca ↓