Cek Fakta: Kehamilan Siswi SMP dan SMA di Jepang Meningkat Saat Pandemi Covid-19?

Oleh Pebrianto Eko Wicaksono pada 27 Mei 2020, 16:19 WIB
Diperbarui 27 Mei 2020, 16:21 WIB
Kehamilan Siswi SMP dan SMA di Jepang Meningkat saat Pandemi Covid-19? Simak Faktanya

Liputan6.com, Jakarta - Beredar kabar kehamilan pada siswi SMP dan SMA di Jepang meningkat saat pandemi virus corona baru (Covid-19). Kabar tersebut terdapat dalam artikel berjudul "Sekolah Libur Karena Corona, Kehamilan Siswi SMP dan SMA Melonjak di Negara Ini" yang dimuat situs nasehatibu.com, pada 25 Mei 2020.

Berikut isinya:

Adanya Pandemi Corona menyebabkan beberapa kebijakan di lakukan untuk mencegah penyebarannya.

Dan sebelum vaksin yang ampuh ditemukan, physical distancing dan sosial distancing adalah usaha yang bisa dilakukan untuk memutus perkembangannya.

Salah satu usaha menggalakkan mengurangi interaksi adalah dengan meliburkan sekolah-sekolah. Itu pula yang diterapkan oleh Negara Jepang.Jepang sebagai negara yang dekat dengan China dimana tempat Covid-19 berasal, menerapkan libur sekolah karena Corona lebih awal dari Indonesia.Jika sekolah-sekolah di Indonesia mulai libur pertengahan Maret, Negeri Matahari terbit itu telah meliburkan sekolah sejak 27 Februari 2020.Celakanya, libur sekolah karena Corona menyebabkan masalah baru di Jepang.Kehamilan siswa SMP dan SMA di Negeri Sakura tersebut meningkat selama masa libur itu.Dilansir inews.id, 15 Mei 2020, di Rumah Sakit Jikei pada Perfektur Kumamoto melaporkan bahwa pada bulan April 2020 departemen kehamilan rumah sakit itu melayani lebih banyak konsultasi kehamilan dari SMP dan SMA.

Konsultasi kehamilan siswi SMP dan SMA pada bulan April tahun ini adalah rekor tertinggi dalam sejarah sejak fasilitas itu didirikan.

Sekedar untuk diketahui fasilitas itu didirikan pada tahun 2007 atau sekitar 13 tahun yang lalu.Pada bulan April tahun ini, Departemen Kehamilan Rumah Sakit Jinkei melayani konsultasi kehamilan 75 remaja.

Jumlah itu meningkat 29 persen secara year to year pada bulan yang sama tahun sebelumnya.Meningkatnya kehamilan siswi SMP dan SMA itu menurut Wakil Presiden Rumah Sakit Jinkei karena banyak peluang siswa putri untuk berjumpa dengan teman prianya.

Pada kondisi normal mereka akan banyak menghabiskan waktu di sekolah untuk berkegiatan dan ekstrakurikuler.

Pada saat libur di rumah dan orang tua mereka pergi bekerja maka banyak waktu luang.Waktu luang itu dimanfaatkan beberapa siswi untuk bertemu dengan teman prianya. Sehingga pada beberapa kasus sampai pada kehamilan yang tidak direncanakan.

Fenomena meningkatnya kehamilan saat pandemi ini juga terjadi di beberapa daerah di Indonesia.Jika di Jepang spesifik pada siswa SMP dan SMA, di Indonesia laporan peningkatan kehamilan pada masyarakat umum. Salah satunya di Kota Tasikmalaya.

Dilansir star.grid.id, 9 Mei 2020, dilaporkan sekitar 3.219 perempuan hamil selama masa himbauan stay at home.Jumlah itu berarti meningkat 105 persen dari tahun sebelumnya pada bulan yang sama.

Benarkah kehamilan pada siswi SMP dan SMA di Jepang meningkat saat pandemi Covid-19? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

2 dari 4 halaman

Penelusuran Fakta

Cek Fakta Liputan6.com menelusuri kabar kehamilan pada siswi SMP dan SMA di Jepang meningkat saat pandemi Covid-19, menggunakan google search dengan kata kunci 'junior and senior high school students japan pregnancy corona'

Penelusuran mengarah pada artikel berjudul "With Japan's schools out, more teens seek advice on pregnancy" yang dimuat situs japantimes.co.jp, pada 19 Mei 2020.

Situs tersebut menyatakan, terjadi kenaikan jumlah siswi sekolah menengah pertama dan atas yang berkonsultasi tentang kehamilan, saat sekolah ditutup untuk mencegah penyebaran virus corona baru.

Dengan ditiadakanya kegiatan sekolah, beberapa pelajar berkesempatan melakukan hubungan seks sehingga mengakibatkan kehamilan.

Rumah Sakit Jikei di kota Kumamoto mengalami kenaikan permintaan konsultasi tentang kehamilan dari siswa SMP dan SMA, pada bulan April tahun ini. Rumah sakit menerima 75 permintaan untuk konsultasi semacam itu dari siswa SMP dan SMA, naik 17 dari tahun sebelumnya. Mereka mewakili 13 persen dari total permintaan konsultasi tentang kehamilan pada bulan tersebut.

Pusat konsultasi Chiisana Inochi no Doa memberikan nasihat tentang kehamilan di rumah sakit bersalin di Kobe, telah dibanjiri dengan permintaan konsultasi dari siswa.

Pusat tersebut biasanya menerima 20 hingga 30 permintaan konsultasi sebulan. Jumlah tersebut meningkat dua kali lipat pada bulan Maret dan mencapai 89 pada bulan April.

Penelusuran juga mengarah pada artikel berjudul "Closed schools raise teen pregnancy risks in Japan, hospital says" yang dimuat situs japantoday.com, pada 15 Mei 2020.

Dalam situs tersebut, Rumah Sakit Jikei di Kota Kumamoto, Prefektur Kumamoto, melaporkan peningkatan jumlah siswa SMP dan SMA yang menghubungi institusi konsultasi kehamilannya. Peningkatan dimulai pada bulan Maret, tidak lama setelah Perdana Menteri Shinzo Abe meminta agar sekolah-sekolah di seluruh negeri ditutup untuk membantu mencegah penyebaran virus corona dan terus berlanjut.

Selama bulan April, konselor kehamilan Rumah Sakit Jikei menangani lebih banyak siswa SMP dan SMA daripada di bulan lainnya sejak departemen ini didirikan pada 2007.

Pada bulan April, divisi konsultasi kehamilan Jikei, dimintai saran 75 remaja, jumlah tersebut meningkat 29 persen dibandingkan dengan April tahun lalu. Remaja merupakan 13 persen dari total permintaan konsultasi divisi untuk April 2020.

Perlu dicatat bahwa divisi konsultasi kehamilan tidak hanya menangani pertanyaan dari orang yang sedang hamil. Pertanyaan yang mereka terima dari remaja selama beberapa minggu terakhir termasuk "Bisakah Anda hamil jika ini adalah kali pertama Anda berhubungan seks?" serta "Pacar saya dan saya berhubungan seks, dan sekarang dia merasa mual di pagi hari,". Serta pertanyaan dari remaja yang mengatakan mereka sudah mendapatkan hasil positif dari tes kehamilan.

3 dari 4 halaman

Kesimpulan

Kabar kehamilan pada siswi SMP dan SMA di Jepang meningkat saat pandemi Covid-19 belum terbukti.

Peningkatan yang terjadi adalah konsultasi tentang kehamilan sebab meningkatnya jumlah siswa SMP dan SMA yang berhubungan seks saat penutupan sekolah dalam masa pembatasan sosial untuk mencegah penyebaran Covid-19.

 

Banner cek fakta
Banner cek fakta (Liputan6/Triyasni)
4 dari 4 halaman

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Liputan6.com merupakan media terverifikasi Jaringan Periksa Fakta Internasional atau International Fact Checking Network (IFCN) bersama puluhan media massa lainnya di seluruh dunia. 

Cek Fakta Liputan6.com juga adalah mitra Facebook untuk memberantas hoaks, fake news, atau disinformasi yang beredar di platform media sosial itu. 

Kami juga bekerjasama dengan 21 media nasional dan lokal dalam cekfakta.com untuk memverifikasi berbagai informasi yang tersebar di masyarakat.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan kepada tim CEK FAKTA Liputan6.com di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Lanjutkan Membaca ↓