Cek Fakta: Klaim Penjelasan Ilmiah tentang Covid-19 Ini Mencatut Nama Indro Cahyono

Oleh Pebrianto Eko Wicaksono pada 18 Mei 2020, 13:56 WIB
Diperbarui 18 Mei 2020, 13:56 WIB
Penjelasan Ilmiah Tentang Covid-19 Mencatut Nama dr. Moh. Indro Cahyono, Simak Faktanya

Liputan6.com, Jakarta - Viral klaim penjelasan ilmiah tentang virus corona baru (Covid-19) yang dikeluarkan Moh. Indro Cahyono di media sosial.

Salah satu pengunggah klaim tersebut adalah akun Facebook Awlia, pada 17 April 2020.

Berikut isinya:

"Penjelasan Ilmiah terkait COVID-19oleh dr. Moh. Indro Cahyono (ahli virus).

1. Virus (termasuk covid-19) adalah benda mati yang dapat hidup di media hidup. Dia tidak bisa hidup menempel apalagi memproduksi markas virusnya di benda-benda mati. Namun ada catatannya. Kalao misalnya ada orang yang sudah terinfeksi mengeluarkan droplet (cairan flu atau luda) lalu kena di baju, kain, atau meja maka dia tetap hidup selama droplet itu belum mengering. Kalao baju dicuci atau setidak-tidaknya mengering sendiri karena pengaruh lingkungan misalnya karena panas atau hembusan angin, maka virusnya akan mati. Begitupun di meja, kursi, lantai, karpet dan sejenisnya. Kalao sudah mengering ya sudah virusnya akan mati.

2. Virus ini tidak bisa hidup di udara. Dia hanya jadi butir-butir kristal saja. Semua jenis virus. Mau virus flu, TB, paru, dll. Bagaimana dengan berjabat tangan? Sama seperti penjelasan nomor satu. Walau tangan ini termasuk bagian hidup tapi selama dropletnya kering, dibersihkan maka virus pun akan mati. Karena virus hanya bisa masuk lewat tiga jalur yakni mata, hidung, dan mulut. Maka jika selesai berjabat tangan dianjurkan membasuhnya dengan antiseptik, sabun, air panas, asing, atau cairan cuka/asam.

3. Virus tidak bisa hidup di air panas, air asing, cuka, atau cairan asam Maka jika sudah terinfeksi segera konsumsi vitamin E (brokoli, kelor) dan vitamin C (jeruk, mangga, dll).

4. Yang terinfeksi atau dinyatakan positif berpeluang sembuh total bagi mereka yang ketahanan tubuhnya kuat, tidak memiliki riwayat penyakit bawaan seperti paru, TB, hippertensi, asma, kanker, dan tumor.

5. Bagi anak-anak muda atau yang ketahanan tubuhnya kuat yang sudah dinyatakan positif cukup treatment (perlakuan) mandiri di rumah Karena usia produktif antibodinya berproduksi 2-3 kali lipat dibandingkan dengan manula. Anti bodi pada hari ke 4-5 akan keluar untuk menyerang virus. Untuk menekan rasa stres bagi yang sudah positif cukup mengonsumsi vitamin, dan antibiotik. Jangan ke RS yang sudah ditentukan karena itu diperuntukan bagi mereka yang produksi antibodinya rendah.

6. Jangan stres dan panik. Karena jika stres dan panik maka antibodinya akan lambat berproduksi Dengan itulah kita mudah terserang. Apalagi stres itu hanya membuat psikosomatik (kondisi jiwa yang tersugesti) lalu membuat tubuh lemah.

7. Virus yang dikatakan bertahan hidup di tempat basah lebih dari 9 jam itu hoaks. Di panci, di kardus, di udara, di gagang pintu, di aluminium dan lainnya itu HOAKS. Sekali lagi virus tidak dapat hidup di benda-benda mati. Jika dicurigai ada droplet di sana maka cukup dibersihkan saja.

8. Pasien yang terinfeksi berpeluang sembuh seperti orang yang kena flu karena status positif itu sementara.

9. Mantan pasien positif atau yang sudah sembuh berpeluang kecil untuk terinfeksi kembali. Asumsinya, di dalam tubuh kita ini ada yang namanya sel memori. Jika dia terinfeksi kembali maka masa inkubasinya tidak selama waktu awal terifeksi. Hanya 24 jam (1 hari). Karena sel memorinya akan menampilkan data bawah orang ini pernah terinfeksi. Sehingga sehari kena besok atau paling lambat dua hari sudah sembuh lagi. Yang paling penting dengan adanya covid-19 ini semua orang jadi sadar sehat Tumbuhkan rasa optimisme, dan pengetahuan tentang virus. Jangan buat asumsi salah-salah yang membuat kepanikan.."

Bernarkah klaim penjelasan ilmiah tentang Covid-19 yang dikeluarkan Moh. Indro Cahyono? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

2 dari 4 halaman

Penelusuran Fakta

Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim penjelasan ilmiah tentang Covid-19 yang dikeluarkan ahli virus dr. Moh. Indro Cahyono, dengan menghubungi langsung Moh. Indro Cahyono. Dia menyatakan, namanya telah dicatut dalam klaim penjelasan ilmiah tentang Covid-19. 

"Tapi itu tulisan orang, sumber ngambil dari tulisan saya, tapi tidak konfirmasi ke saya," katanya saat berbincang dengan Liputan6.com.

Dia pun menegaskan, sebagian informasi pada klaim penjelasan ilmiah tidak benar dan sudah diluruskan.

"Ada yang sedikit beda," tuturnya. 

Penelusuran dilanjutkan menggunakan Google Search dengan kata kunci 'penjelasan ilmiah moh. indro cahyono'. Penelusuran mengarah pada artikel berjudul "Muncul Broadcast soal Corona dari Pakar Virus, Hoax atau Bukan?" yang dimuat situs inet.detik.com, pada 31 Maret 2020.

Dalam artikel tersebut, Indro Cahyono, lulusan Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada yang saat ini menjadi peneliti virus dan praktisi penanganan wabah menyatakan, penjelasan ilmiah Covid-19 yang mengatasnamakan dirinya sebagian benar. Tapi banyak fakta yang sengaja dipelintir sehingga akan memicu polemik.

Pada akun Facebook resmi Moh Indro Cahyono menyatakan, namanya telah dicatut dalam pesan berantai tentang penjelasan ilmiah Covid-19 dan meluruskan kabar tersebut.

Berikut isinya:

"PESAN HOAX WA BERANTAI (PAKAI NAMA SAYA LAGI)Halo, sudah dapat pesan WA HOAX yg ada nama sayanya ? Ini pesan nya, konon dari grup WA ahli virus. Pesan ini SEOLAH-OLAH memberikan pesan positif padahal isinya SANGAT MENYESATKAN.

Dibawah sdh saya tuliskan perbaikan agar tdk menyesatkan rakyat.Semoga pembuat pesan hoax ini masuk neraka jahanam.

*** yg di postingan ini yg BENAR & yg di foto YG SALAH (HOAX)Muncul Broadcast soal Corona dari Pakar Virus, Hoax atau Bukan?Di tengah isu virus corona yang tengah mewabah di banyak negara termasuk Indonesia, broadcast mengenai penyakit ini banyak terdapat di sejumlah platform khususnya WhatsApp Group. Kali ini, sebuah broadcast mengatasnamakan ahli virus yang muncul.

detikINET pun telah menghubungi sosok yang disebut dalam broadcast tersebut, yakni Virolog Moh Indro Cahyono lulusan Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada yang saat ini menjadi peneliti virus & praktisi penanganan wabah. Lantas, apa jawabannya?

"Sebagian benar. Tapi banyak fakta yg sengaja dipelintir shg akan memicu polemik " katanya mengomentari isi broadcast tersebut.

Berikut ini adalah broadcast yang beredar:Sedikit lega setelah baca ini, makasih doktor Indro 😊

LITERASI COVID 19Budayakan Baca sampai selesai, Berpikir Positif & Jangan Stress. Penjelasan Ilmiah terkait COVID 19 oleh Drh. Moh. Indro Cahyono (ahli virus)

1. Virus (termasuk covid-19) hanya bisa bertahan hidup di media yg gelap, basah, & dingin. Dia tidak bisa bertahan hidup lama tanoa perantara media tersebut.

Jika misalnya ada orang yang sudah terinfeksi mengeluarkan droplet (cairan lendir atau ludah) lalu kena di baju, kain, atau meja maka dia tetap hidup selama droplet itu belum mengering.

Jika baju dicuci atau setidak-tidaknya mengering sendiri karena pengaruh lingkungan misalnya karena panas atau desinfektan maka virusnya akan mati. Begitupun di meja, kursi, lantai, karpet dan sejenisnya. Jika sudah mengering ya sudah virusnya akan mati.

2. Virus ini tidak bisa hidup di udara. Dia hanya bisa hidup di droplet & kemudian jatuh ke bawah. Semua jenis virus. Mau virus flu, atau virus lain sifatnya sama. Bagaimana dengan berjabat tangan? Sama seperti penjelasan nomor satu. Walau tangan ini termasuk bagian hidup tapi selama dropletnya kering, dibersihkan dg sabun atau hand sanitizer maka virus pun akan nacur. Karena virus hanya bisa masuk lewat 2 jalur yakni hidung, dan mulut. Maka jika selesai berjabat tangan dianjurkan membasuhnya dengan sabun atau hand sanitizer.

3. Virus bisa dinetralkan oleh antibody dr dalam tubuh & antibody bisa dinaikan produksinya dg konsumsi vit E & C. Budayakan utk mengkonsumsi vitamin E (brokoli, kelor) dan vitamin C (jeruk, mangga, dll). Selama masa wabah CoViD19

4. Yang terinfeksi atau dinyatakan positif berpeluang sembuh. Jika memiliki riwayat penyakit bawaan seperti paru, TB, hippertensi, asma, kanker, dan tumor, sebaiknya berkonsultasi ke dokter.

5. Bagi manusia yg ketahanan tubuhnya normal & kemudian dinyatakan positif dapat melakukan treatment (perlakuan) mandiri di rumah dengan cukup beristirahat, konsumsi vit E & C & madu, karena dg asupan vitamin yg bagus maka produksi antibodi bisa.meningkat 2-3 kali lipat dr standard.

Anti bodi pada hari ke 7 akan diprodukai tubuh untuk menetralkan virus & mencapai puncaknya pada hari 14. Jangan panik & stress krn stress akan menekan siatem kekebalan kita.

RS sebaiknya dikhususkan utk kelompok resiko tinggi (lansia, pasien dgn komplikasi penyakit, & gangguan pernafasan kronis) shg RS tidak terlalu penuh & membuat para pejuang kesehatan menjadi kerepotan & kelelahan.

6. Jangan stres dan panik. Karena jika stres dan panik memicu reaksi psikosomatis yg berakibat pada menurunnya produksi antibodi dr dalam tubuh.

7. Virus tidak bisa bertahan hidup di tempat kering, terang, & panas. Jika dicurigai ada droplet di perabot rumah maka cukup dibersihkan saja dg desinfektan atau cairan pembersih.

8. Pasien yang terinfeksi berpeluang sembuh dalam 14 hari jika rajin mengkonsumsi vit E + C & cukup istirahat.

9. Manusia yg sudah pernah terinfeksi & sembuh masih bisa terkena infeksi ulangan dr lapang tapi sel.memory tubuh akan mengeluarkan antibody lebih cepat (bukan 7 hari sot infeksi pertama) tapi langsung keluar dlm.waktu 1 hari (24 jam).

Yang paling penting dengan adanya covid-19 ini semua orang jadi sadar akan pentingnya menjaga kesehatan diri & lingkungan.

Tumbuhkan rasa optomisme, dan pengetahuan tentang virus. Jangan menerima asumsi atau data tidak jelas yg sejak awal memang ditujukan utk membuat kepanikan rakyat.

Semoga bermanfaat.

3 dari 4 halaman

Kesimpulan

Klaim penjelasan ilmiah tentang Covid-19 yang mencatut nama Moh. Indro Cahyono, dari penjelasan tersebut banyak fakta yang tidak benar dan menimbulkan polemik.

Banner Cek Fakta - Klarifikasi
Banner Cek Fakta - Klarifikasi. (Liputan6.com/Triyasni)
4 dari 4 halaman

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Liputan6.com merupakan media terverifikasi Jaringan Periksa Fakta Internasional atau International Fact Checking Network (IFCN) bersama puluhan media massa lainnya di seluruh dunia. 

Cek Fakta Liputan6.com juga adalah mitra Facebook untuk memberantas hoaks, fake news, atau disinformasi yang beredar di platform media sosial itu. 

Kami juga bekerjasama dengan 21 media nasional dan lokal dalam cekfakta.com untuk memverifikasi berbagai informasi yang tersebar di masyarakat.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan kepada tim CEK FAKTA Liputan6.com di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Lanjutkan Membaca ↓