Cek Fakta: Hoaks Surat Perintah Penyerahan Diri untuk Pemeriksaan Status COVID-19 dari Kemenkes

Oleh Hanz Jimenez Salim pada 09 Mei 2020, 17:36 WIB
Diperbarui 09 Mei 2020, 17:36 WIB
Gambar Tangkapan Layar Surat Palsu Covid-19

Liputan6.com, Jakarta - Beredar surat dari Kementerian Kesehatan yang meminta warga untuk memeriksa status virus corona COVID-19. Surat ini beredar di media sosial pada 8 Mei 2020.

Surat tersebut terdapat logo Kementerian Kesehatan dan tanda tangan Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto.

Berikut isi suratnya:

Penerima yang terhormat.

Kolega saya telah menghubungi Anda sebelumnya tetapi tidak ada balasan dari Anda. Ada tiga kasus COVID-19 yang dikonfirmasi di daerah Anda awal pekan lalu dan satu pasien telah mendaftarkan Anda sebagai salah satu kontak fisiknya dalam 14 hari terakhir.

Sejalan dengan modalitas pelacakan kontak dan dalam undang-undang yang kami operasikan di Pusat Pengendalian Penyakit Indonesia, kami sangat menyarankan agar Anda menyerahkan diri untuk pengujian COVID-19.

Rincian penting dari janji temu Anda dengan Disease Control Center terdapat formulir terlampir.

Baca pedoman dengan benar dan pastikan Anda mengajukan diri untuk pengujian karena gagal melakukannya akan mengakibatkan penangkapan dan penuntutan.

Jika Anda memiliki pertanyaan tentang email ini, jangan ragu untuk menghubungi saya kapan saja.

Salam.

Dr. Terawan Agus Putranto

 

2 dari 4 halaman

Penelusuran Fakta

Cek Fakta Liputan6.com menelusuri surat dari Kemenkes yang meminta warga untuk memeriksa status virus corona COVID-19. Penelusuran dilakukan dengan mengecek akun Twitter resmi yang dikelola Kementerian Kesehatan, @KemenkesRI.

Dalam salah satu cuitannya, akun Twitter @KemenkesRI membantah memberi label "Hoax" dalam gambar surat tersebut.

"#Healthies! Beredar pesan e-mail yang mengatasnamakan @KemenkesRI berisi mengenai saran agar menyerahkan diri guna melakukan pengujian #COVID19.

#AntiHoaxKesehatan," tulis akun Twitter @KemenkesRI pada 7 Mei 2020.

Gambar Tangkapan Layar Konten dari Akun Twitter @KemenkesRI

Akun Twitter @KemenkesRI menyebut, Kementerian Kesehatan tidak pernah mengeluarkan informasi tersebut. Selain itu, akuN Twitter @KemenkesRI mengimbau kepada masyarakat agar waspada terhadap pesan tersebut.

"Hati-hati terhadap informasi yang beredar ya #Healthies. Jangan mudah percaya & cek setiap informasi yang kalian dapatkan, pastikan itu berasal dari sumber terpercaya, sehingga bisa di pertanggungjawabkan kebenarannya. Yuk saring sebelum sharing.

#AntiHoaxKesehatan," tambah akun Twitter @KemenekesRI.

 

3 dari 4 halaman

Kesimpulan

Surat dari Kementerian Kesehatan yang meminta warga menyerahkan diri untuk memeriksa status virus corona COVID-19 ternyata tidak benar.

Kementerian Kesehatan mengaku tidak pernah mengeluarkan surat tersebut.

banner Hoax
banner Hoax (Liputan6.com/Abdillah)
4 dari 4 halaman

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Liputan6.com merupakan media terverifikasi Jaringan Periksa Fakta Internasional atau International Fact Checking Network (IFCN) bersama puluhan media massa lainnya di seluruh dunia. 

Cek Fakta Liputan6.com juga adalah mitra Facebook untuk memberantas hoaks, fake news, atau disinformasi yang beredar di platform media sosial itu. 

Kami juga bekerjasama dengan 21 media nasional dan lokal dalam cekfakta.com untuk memverifikasi berbagai informasi yang tersebar di masyarakat.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan kepada tim CEK FAKTA Liputan6.com di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Lanjutkan Membaca ↓