Cek Fakta: Tidak Benar Presiden Jokowi Menaikkan Tarif Listrik di Tengah Pandemi COVID-19

Oleh Hanz Jimenez Salim pada 04 Mei 2020, 17:33 WIB
Diperbarui 04 Mei 2020, 17:33 WIB
Gambar Tangkapan Layar Kabar Hoaks Tentang Tarif Listrik

Liputan6.com, Jakarta - Kabar tentang Presiden Jokowi yang menaikkan tarif listrik berdaya 1200 kwh di tengah pandemi virus corona COVID-19 beredar di media sosial. Kabar ini disebarkan akun Facebook Wahyu Budiman pada 3 Mei 2020.

Akun Facebook Wahyu Budiman mengunggah gambar uang pecahan 50 ribu rupiah. Dalam gambar tersebut terdapat wajah dari Presiden Jokowi.

Akun Facebook Wahyu Budiman kemudian mengunggah narasi berisi hinaan terhadap kebijakan Jokowi yang dianggap menaikkan tarif listrik berdaya 1200 kwh.

"JOKOWI memang layak diberikan gelar sebagai PRESIDEN G*BL*K BIN S**L*N !!! setiap dia ngeluarin kebijakan pasti yang dibebani selalu rakyat, tapi giliran ada PERESMIAN INFRASTRUKTUR SEKALIAN GUNTING PITA aja dianggapnya PRESTASI dia sebagai presiden, PADAHAL MAH DUIT BUAT BANGUN INFRASTRUKTUR itu dari duit rakyat juga yang berasal dari APBN 😑😑😑

KAN PANCEN *S* IKI SING JENENGE SARKOWI B*N*K* P*N*K** ASAL SOLO !!!!

Eh jokod*k bin C*L*NG !!! lo bikin kebijakan menggratiskan TARIF LISTRIK BUAT PELANGGAN 900 KWH ke bawah, tapi ujung-ujungnya PELANGGAN REGULER YANG 1200 KWH KE ATAS dinaikin lagi tarif listriknya buat nombokin SUBSIDI KE ORANG-ORANG MISKIN yang make listrik dibawah 900 KWH 😑😑😑

ini mah namanya SUBSIDI SILANG JOKOWI G*BL****KKKK !!! ini sama juga nambahin beban rakyat m*ny*t !!! Harusnya yang bener itu lo kasih SUBSIDI MURNI lo tombokin SEMUA BIAYA PELANGGAN LISTRIK pake duit APBN selama kebijakan "KARANTINA GRATISAN" ala rezim lo sekarang diterapkan !!!!

Lah si sarkowi ini mah B*D*HNYA KEBANGETAN , katanya mau mengurangi beban rakyat di tengah wabah virus corona, lah BIAYA LISTRIK aja malah dibikin subsidi silang sama dia 😂😂 rakyat kelas menengah malah YANG DI BEBANI BUAT NANGGUNG SUBSIDI Listrik buat wong cilik 🤣🤣🤣

PARA CEBONG T*L*L FANS BERATNYA SI JOKOWI ADA YANG NGOMONG DI FB BEGINI :

"WOY KADRUN !!! LO JANGAN HARAP NIKMATIN LISTRIK GRATIS YA, KARENA LO KEBIASAAN NGEBULLY PAK JOKOWI , LO GAK PUNYA MALU DRUN , DOYAN NGEBULLY PAK JOKOWI TAPI MAUNYA GRATISAN NIKMATIN LISTRIK ..."

Ahahahahaha ...Ahahahahaha ...

Eh CEBONG B*D*K PALA S*MPLAK !!! mata lo picek si jokowi ngasih listrik gratisan !!! Lah tarif listrik di semua wilayah RT kawasan rumah gue aja malah pada nambah naik tarifnya sekarang semenjak IDOLA LO YANG G*BL*K itu ngasih kebijakan listrik gratisan buat wong cilik yang dibawah 900 KWH 😂😂😂

JADI APANYE YANG GRATIS Maliiiiihh ????

AH OTAK LO AJA YANG S*MPL*K BONG MASIH BANGGA AJA DI TIPU SAMA BONEKA P*N*K** 😑😑😑

AH PAYAH LO PENTUNGAN POS KAMLING !!!

*CebongTololAutoNgamuk*," tulis akun Facebook Wahyu Budiman.

Konten yang disebarkan akun Facebook Wahyu Budiman telah 80 kali dibagikan dan mendapat 85 komentar warganet.

 

2 dari 4 halaman

Penelusuran Fakta

Cek Fakta Liputan6.com menelusuri Kabar tentang Presiden Jokowi yang menaikkan tarif listrik berdaya 1200 kwh di tengah pandemi virus corona COVID-19.

Penelurusan dilakukan dengan menghubungi Executive Vice President Corporate Communication & CSR PLN, I Made Suprateka.

I Made Suprateka memastikan, tarif dasar listrik seluruh golongan tarif tidak mengalami kenaikan, termasuk rumah tangga daya 900 Volt Ampere (VA) Rumah Tangga Mampu (RTM) dan diatasnya.

"Kami pastikan saat ini tidak ada kenaikan listrik, harga masih tetap sama dengan periode tiga bulan sebelumnya. Bahkan sejak tahun 2017 tarif listrik ini tidak pernah mengalami kenaikan," tutur Made kepada Liputan6.com, Senin (4/5/2020).

Adapun besaran tarif yang berlaku saat ini sebagai berikut:

1. Tarif untuk tegangan rendah sebesar Rp 1.467/kWh

2. Tarif untuk R-1/900 VA RTM sebesar Rp 1.352/kWh

3. Tarif untuk tegangan menengah sebesar Rp 1.115/kWh

4. Tarif untuk tegangan tinggi sebesar Rp 997/kWh

Adanya peningkatan tagihan rekening listrik pada pelanggan rumah tangga lebih disebabkan oleh meningkatnya penggunaan masyarakat akibat adanya pandemi virus corona yang membuat masyarakat banyak melakukan aktivitas di rumah.

"Kami memahami di tengah pandemi ini, kebutuhan masyarakat akan listrik bertambah. Peningkatan penggunaan listrik sangat wajar terjadi dengan banyaknya aktivitas di rumah. Biasanya siang hari tidak ada aktivitas, saat ini kita harus bekerja dari rumah, otomatis penggunaan bertambah, misalnya untuk laptop dan pendingin ruangan," tambah Made.

Untuk membantu masyarakat menghadapi pandemi virus corona, PLN juga telah menjalankan keputusan pemerintah untuk memberikan stimulus berupa pembebasan tagihan rekening listrik pelanggan rumah tangga daya 450VA, pelanggan bisnis dan industry kecil daya 450 VA. Serta potongan tagihan sebesar 50 persen untuk pelanggan rumah tangga 900 VA bersubsidi.

Sebagai upaya mencegah penyebaran wabah virus corona atau Covid-19, PLN juga telah menangguhkan sementara proses pencatatan dan pemeriksaan stand meter bagi pelanggan pasca bayar. Sebagai gantinya, untuk mulai rekening bulan Mei 2020, PLN telah menyiapkan layanan melalui WhatsApp terpusat bagi pelanggan yang ingin melaporkan angka stan dan foto kWh meter.

Pelanggan pascabayar dapat mengirimkan angka stan kWh meter melalui layanan WhatsApp terpusat PLN dengan nomor 08122 123 123. Pelaporan angka stan meter dapat dilakukan oleh pelanggan sesuai tanggal pencatatan meter masing-masing pelanggan yang akan diinformasikan pada awal proses pelaporan mandiri melalui WhatsApp.

Laporan dari pelanggan tersebut nantinya akan menjadi dasar perhitungan tagihan listrik pelanggan setiap bulannya. Sementara, bagi pelanggan yang tidak melaporkan angka kWh meter, dasar perhitungan tagihan listrik akan menggunakan perhitungan rata-rata pemakaian listrik selama 3 bulan terakhir.

 

3 dari 4 halaman

Kesimpulan

Kabar tentang Presiden Jokowi yang menaikkan tarif listrik berdaya 1200 kwh di tengah pandemi virus corona COVID-19 ternyata tidak benar.

PLN menyebut kenaikkan tarif disebabkan oleh meningkatnya penggunaan listrik akibat adanya pandemi virus corona yang membuat masyarakat banyak melakukan aktivitas di rumah.

Banner Cek Fakta: Salah
Banner Cek Fakta: Salah (Liputan6.com/Triyasni)
4 dari 4 halaman

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Liputan6.com merupakan media terverifikasi Jaringan Periksa Fakta Internasional atau International Fact Checking Network (IFCN) bersama puluhan media massa lainnya di seluruh dunia. 

Cek Fakta Liputan6.com juga adalah mitra Facebook untuk memberantas hoaks, fake news, atau disinformasi yang beredar di platform media sosial itu. 

Kami juga bekerjasama dengan 21 media nasional dan lokal dalam cekfakta.com untuk memverifikasi berbagai informasi yang tersebar di masyarakat.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan kepada tim CEK FAKTA Liputan6.com di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Lanjutkan Membaca ↓