Cek Fakta: Viral Puisi dari Tahun 1919 soal Pandemi, Benarkah?

Oleh Hanz Jimenez Salim pada 02 Mei 2020, 12:00 WIB
Diperbarui 02 Mei 2020, 12:00 WIB
Gambar Tangkapan Layar Puisi Tentang Pandemi

Liputan6.com, Jakarta - Kabar tentang puisi dari 1919 yang berisi tentang pandemi beredar di media sosial. Puisi tersebut kembali muncul dan dikaitkan dengan pandemi virus corona COVID-19.

Berikut isinya:

History repeats itself. Came across this poem written in 1869, reprinted during 1919 Pandemic

This is Timeless...

And people stayed at home

And read books

And listened

And they rested

And did exercises

And made art and played

And learned new ways of being

And stopped and listened

More deeply

Someone mediatated, someone prayed

Someone met their shadow

And people began to think differently

And people healed

And in the absence of people who

Lived in the absence of people who

Lived in ignorant ways

Dangerous, meaningless and heartless,

The earth also began to heal

And when the danger ended and

People found themselves

They grieved for the dead

And made new choices

And dreamed of new visions

And created new ways of living

And completely healed the earth

Just as they were healed

 

2 dari 4 halaman

Penelusuran Fakta

Cek Fakta Liputan6.com menelusuri tentang puisi dari 1919 yang berisi tentang pandemi. Penelusuran dilakukan menggunakan situs pencari Google Search dengan memasukkan kata kunci "history repeats itself. Came across this poem written in 2869, reprinted during 1919 pandemic".

Hasilnya terdapat beberapa artikel yang menjelaskan mengenai puisi tersebut. Satu di antaranya artikel berjudul "Was This Pandemic Poem Written by Kathleen O’Mara in 1919?" yang dimuat situs snopes.com pada 6 April 2020.

Dalam artikel tersebut dijelaskan bahwa puisi tersebut tidak ditulis oleh seseorang bernama Kathleen O'Mara pada tahun 1869 dan kemudian dicetak ulang pada tahun 1919.

Puisi tersebut sebenarnya adalah puisi modern yang ditulis selama pandemi virus corona COVID-19 oleh penulis Catherine M O'Meara.

O'Meara memposting puisi ini ke blognya The Daily Round pada 16 Maret 2020. Puisi itu menjadi viral, meraup ribuan saham saat beredar di media sosial. Pada 19 Maret, Majalah Oprah menjuluki O'Meara, seorang mantan guru di Madison, Wisconsin, 'pemenang pujangga pandemi,'.

Kitty O'Meara adalah penyair pandemi. Puisi prosa tanpa judul, yang dimulai dengan baris, "Dan orang-orang tinggal di rumah," telah dibagikan berkali-kali, pada latar belakang yang tak terhitung jumlahnya, dengan font yang tak terhitung jumlahnya, sejak diunggah pertama kali.

 

3 dari 4 halaman

Kesimpulan

Puisi yang viral tersebut ternyata bukan berasal dari 1919. Puisi tersebut merupakan karya penulis Catherine M O'Meara. Puisi itu diunggah pada 16 Maret 2020 di sebuah blog milik Catherine M O'Meara.

Banner Cek Fakta: Salah
Banner Cek Fakta: Salah (Liputan6.com/Triyasni)
4 dari 4 halaman

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Liputan6.com merupakan media terverifikasi Jaringan Periksa Fakta Internasional atau International Fact Checking Network (IFCN) bersama puluhan media massa lainnya di seluruh dunia. 

Cek Fakta Liputan6.com juga adalah mitra Facebook untuk memberantas hoaks, fake news, atau disinformasi yang beredar di platform media sosial itu. 

Kami juga bekerjasama dengan 21 media nasional dan lokal dalam cekfakta.com untuk memverifikasi berbagai informasi yang tersebar di masyarakat.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan kepada tim CEK FAKTA Liputan6.com di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Lanjutkan Membaca ↓