Cek Fakta: Benarkah Pandemi Corona COVID-19 Permainan Iblis?

Oleh Hanz Jimenez Salim pada 28 Apr 2020, 18:16 WIB
Diperbarui 28 Apr 2020, 18:16 WIB
Gambar Tangkapan Layar Foto Sejumlah Orang Salat Berjamaah

Liputan6.com, Jakarta - Kabar tentang pandemi virus corona COVID-19 merupakan permainan iblis beredar di media sosial. Kabar ini disebarkan akun Facebook Algi Mayeek pada 20 April 2020.

Akun Facebook Algi Mayeek mengunggah gambar sejumlah orang yang tengah menjalankan salat berjamaah di sebuah masjid. Dalam gambar tersebut tampak mereka saling menjaga jarak dalam menjalankan salat. Namun terdapat ilustrasi di tengah-tengah orang yang menjalankan salat tersebut.

Akun Facebook Algi Mayeek kemudian mengaitkan gambat tersebut dengan pandemi corona yang merupakan permainan dari iblis.

"Jangan karena wabah corona covid-19 kalian dipermainkan oleh para iblis kalian sudah tertipu, dengan adannya virus corona. ini adalah salah satu fitnah dajjal yang paling kejam di akhir zaman," tulis akun Facebook Algi Mayeek.

Konten yang disebarkan akun Facebook Algi Mayeek telah 489 kali dibagikan dan mendapat 37 komentar warganet.

 

2 dari 4 halaman

Penelusuran Fakta

Cek Fakta Liputan6.com menelusuri kabar tentang klaim pandemi virus corona COVID-19 merupakan permainan iblis.

Penelusuran dilakukan dengan mengunggah gambar yang diunggah akun Facebook Algi Mayeek ke situs pencari Google Image.

Hasilnya terdapat foto serupa yang pernah diunggah beberapa akun media sosial. Satu di antaranya akun Twitter @tandhoow. Akun tersebut mengunggah foto yang sama pada 27 Maret 2020. Namun dalam foto yang diunggahnya tidak terdapat ilustrasi gambar berwarna merah di tengah-tengah jemaah.

Gambar Tangkapan Layar Status Twitter Warganet

"virus corona mengajarkan kita untuk menjaga jarak.karna yg dekat belum tentu jadian. ūüė≠," tulis akun Twitter @tandhoow.

Penelusuran selanjutkan dilakukan menggunakan situs pencari Google Search dengan memasukkan kata kunci "physical distancing shalat di masjid". Hasilnya terdapat beberapa artikel yang menjelaskan mengenai hukum salat berjamaah di tengah pandemi atau wabah.

Satu di antaranya artikel berjudul "Shalat Berjamaah dengan Physical Distancing, Apakah Menghilangkan Keutamaannya?" yang dimuat situs kompas.com pada 25 April 2020.

KOMPAS.com - Shalat berjamaah merupakan anjuran yang ditekankan oleh Rasulullah ketika melaksanakan shalat lima waktu.

Bahkan dalam shalat Jumat, wajib hukumnya dilakukan secara berjamaah. Banyak keutamaan yang didapatkan jika seorang muslim melakukan shalat secara berjamaah.

Di antaranya seperti dalam hadis berikut: Dari Abdullah bin Umar RA, Rasulullah bersabda: "Shalat berjamaah melampaui shalat sendirian dengan (memperoleh) 27 derajat," (HR. Bukhari).

Sementara itu, menyempurnakan shaf merupakan salah satu hal utama dalam melakukan shalat berjamaah. Sebab, shaf yang tidak teratur bisa menghilangkan keutamaan shalat berjamaah.

Munculnya pandemi virus corona di Indonesia mengharuskan semua orang untuk menjaga jarak fisik atau physical distancing. Pasalnya, kerumunan massa dapat memudahkan penyebaran virus yang bermula disebut menyebar di Kota Wuhan itu.

Akibatnya, pelaksanaan shalat berjamaah di masjid-masjid ditiadakan, tidak terkecuali shalat tarawih di bulan Ramadhan tahun ini. Jika ada masjid yang tetap melaksanakan shalat berjamaah pun, mereka menerapkan aturan physical distancing yang ketat.

Biasanya masjid-masjid tersebut berada di wilayah yang belum melaporkan adanya kasus virus corona dan mobilitas penduduk yang rendah, seperti di desa. Dengan kondisi itu, muncul sebuah pertanyaan: "Apakah shalat berjamaah dengan menerapkan physical distancing menghilangkan keutamaan shalat?"

Dosen Fakultas Syariah Universitas Darussalam Gontor Dr Mulyono Jamal mengatakan, jika pihak berwenang (pemerintah) mempertimbangkan physical distancing sebagai kedaruratan, maka berlaku hukum darurat berikut:

"Adh-Dlaruratu tubihu al-mahdhurat. Kondisi darurat membolehkan hal-hal yang dilarang," kata Mulyono saat dihubungi Kompas.com, Jumat (24/4/2020).

Dengan demikian, shalat berjamaah dengan menerapkan physical distancing tak menghilangkan keutaman shalat berjamaah.

"Dengan menerapkan kaidah ushul fikih tersebut berarti tak mengurangi keutaman shalat berjamaah meski dilakukan dengan menerapkan physical distancing," katanya lagi.

Namun, kaidah hukum tersebut tak bisa digunakan secara sembarangan karena harus menuntut kondisi kedaruratan tertentu. Misalnya, diperbolehkannya memakan bangkai bagi seseorang yang kelaparan dan akan mati jika tidak memakannya.

Meski shalat berjamaah di masjid dengan menerapkan physical distancing tidak menghilangkan keutamaan shalat jamaah, sebaiknya kegiatan tersebut dilakukan di rumah bersama keluarga. Hal itu bertujuan untuk memutus rantai penyebaran virus corona, seperti imbauan pemerintah.

 

3 dari 4 halaman

Kesimpulan

Klaim bahwa pandemi virus corona COVID-19 merupakan permainan iblis sama sekali tidak didukung bukti. Salat berjamaah dengan mengedepankan physical distancing tidak menghilangkan keutaman ibadah tersebut. 

Salat berjamaah saat situasi darurat penyakit sengaja dilakukan guna mencegah penularan. Foto yang diunggah akun Facebook Algi Mayeek merupakan hasil suntingan.

 

Banner Cek Fakta: Salah
Banner Cek Fakta: Salah (Liputan6.com/Triyasni)
4 dari 4 halaman

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Liputan6.com merupakan media terverifikasi Jaringan Periksa Fakta Internasional atau International Fact Checking Network (IFCN) bersama puluhan media massa lainnya di seluruh dunia. 

Cek Fakta Liputan6.com juga adalah mitra Facebook untuk memberantas hoaks, fake news, atau disinformasi yang beredar di platform media sosial itu. 

Kami juga bekerjasama dengan 21 media nasional dan lokal dalam cekfakta.com untuk memverifikasi berbagai informasi yang tersebar di masyarakat.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan kepada tim CEK FAKTA Liputan6.com di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Lanjutkan Membaca ↓