Cek Fakta: Hoaks Pesan Berantai Kerabat Begal akan Balas Dendam ke Masyarakat

Oleh Pebrianto Eko Wicaksono pada 28 Apr 2020, 18:02 WIB
Diperbarui 28 Apr 2020, 18:02 WIB
Klaim Pesan Berantai Kerabat Begal akan Balas Dendam ke Masyarakat

Liputan6.com, Jakarta - Viral kabar polisi akan melakukan razia besar karena kerabat para begal atau geng motor akan melakukan serangan balas dendam ke masyarakat karena rekannya ditangkap dan dibakar.

Kabar tersebut tersebar melalui pesan berantai WhatsApp, berikut isinya:

"Assalamu'alaikum Wr.Wb... Info dari temen2 Grab/Go-jekBantu bc aja. Mohon perhatian sebentar!Hati2 utk Wilayah seluruh negara indonesian.Pihak kepolisian akan melakukan Razia besar2an di semua titik.

Razia dilakukn dgn Gabungan mulai dr Mabes, Polda, Polres hingga Polsek.Karena banyak kerabat para Pembegal atau Genk motor yang akan membalas Dendam dikarenakan rekan2 mereka banyak yg Tertangkap & Ada juga yang dibakar.

Mereka berkata: "Bahwasannya kami para Pembegal motor akan membalas dendam atas perlakuan masyarakat yang main bakar terhadap anggota kami, bahkan akan lebih Kejam & Brutal di jalanan".Mereka berjanji setiap ada pengendara sepeda Motor di Pagi sampai Malam & Dini hari akan dibacok dan Dicincang.

Tlg sebarkn informasi ini Bahwa mulai jam 10 Malam Besok s/d dini hari, penduduk dilarang Ber'aktifitas keluar rumah disebabkn adanya Teror Balas-Dendam dr komplotan pembegal dan Genk motor.

Tadi siang kantor Polsek dilempari kertas yang bertulisan "Nyawa harus dibayar dengan Nyawa dan kami akan bertumbuh menjadi Besar"Para warga dihimbau JANGAN keluar pada Malam & Dini hari utk sementara, Jika TIDAK ada hal2 yg mendesak.Demikian pesan dr Humas Mabes-Polri.

NB:Bantu Share yaa Saudara"-Ku..Demi Keselamatan kwn2 & keluarga kita.Hati2.rosdety,"

Benarkah kabar begal dan geng motor akan melakukan balas dendam? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

2 dari 4 halaman

Penelusuran Fakta

Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim begal dan geng motor akan melakukan balas dendam ke masyarkat menggunakan Google Search, dengan kata kunci 'geng motor balas dendam'.

Penelusuran mengarah pada artikel berjudul "Pesan Sadis Aksi Balas Dendam Pelaku Begal Motor, Benarkah?" yang dimuat situs news.detik.com, pada 11 November 2016.

Artikel tersebut menyebut, pesan berantai serupa sempat viral pada 11 November 2016. Dalam artikel tersebut, Kapolrestabes Bandung yang menjabat pada waktu itu Kombes Pol Winarto menegaskan, kepada seluruh warga khususnya di Kota Bandung, untuk tidak terpengaruh dan panik terhadap isi pesan berantai.

"Itu hoax! jangan ditanggapi masyarakat jangan panik dan jangan terpancing," imbau Winarto saat ditemui di Mapolrestabes Bandung, Jumat (11/11/2016).

detikcom juga mengonfirmasi isu ini kepada Kadiv Humas Mabes Polri yang menjabat pada waktu itu, Irjen Boy Rafli Amar. Boy menegaskan pesan berantai tersebut adalah hoax.

"Hoax," tegasnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Karo Penmas Polri yang menjabat pada waktu itu Brigjen Agus Rianto.

"Berita seperti ini sudah beberapa kali beredar, mudah-mudahan masyarakat tidak terprovokasi," kata Agus.

Divisi Humas Polri melalui aku Instagram resmi @divisihumaspolri menyatakan, beredarnya pesan berantai melalui WhatsApp yang berisi tentang adanya razia besar-besaran dari kepolisian karena banyak kerabat pembegal atau genk motor yang balas dendam dikarenakan mereka banyak yang tertangkap dan dibakar adalah HOAX atau tidak benar.

Faktanya pihak kepolisian atau Polri tidak melakukan razia terkait hal tersebut, melainkan kini Polri sedang melaksanakan Operasi Ketupat 2020 dalam rangka pengamanan Hari Raya Idul Fitri 1441 H.

3 dari 4 halaman

Kesimpulan

Klaim Polisi melakukan razia besar karena kerbat begal melakukan balas dendam ke masyarakat tidak benar.

Kabar Polisi akan melakukan razia besar sebab kerabat para pembegal atau geng motor akan melakukan serangan balas dendam, sebelumnya telah beredar pada 2016, kabar tersebut pun juga telah dibantah Kepolisian.

banner Hoax
banner Hoax (Liputan6.com/Abdillah)
4 dari 4 halaman

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Liputan6.com merupakan media terverifikasi Jaringan Periksa Fakta Internasional atau International Fact Checking Network (IFCN) bersama puluhan media massa lainnya di seluruh dunia. 

Cek Fakta Liputan6.com juga adalah mitra Facebook untuk memberantas hoaks, fake news, atau disinformasi yang beredar di platform media sosial itu. 

Kami juga bekerjasama dengan 21 media nasional dan lokal dalam cekfakta.com untuk memverifikasi berbagai informasi yang tersebar di masyarakat.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan kepada tim CEK FAKTA Liputan6.com di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Lanjutkan Membaca ↓