Cek Fakta: Hoaks Pernyataan Seputar COVID-19 Yang Mencatut Nama Profesor Jepang Tasuku Honjo

Oleh Pebrianto Eko Wicaksono pada 27 Apr 2020, 12:36 WIB
Diperbarui 27 Apr 2020, 12:36 WIB
Pernyataan Seputar COVID-19 Yang Mencatut Nama Profesor Jepang Tasuku Honjo

Liputan6.com, Jakarta- Viral pernyataan Profesor Dr Tasuku Honjo asal Jepang terkait virus corona baru (COVID-19) tidak alami, sebab virus tersebut telah menyebar ke seluruh dunia. Jika virus tersebut alami, maka hanya akan menyebar di negara yang memiliki suhu yang sama dengan China yaitu dingin.

Klaim pernyataan Profesor Tasuku Honjo tersebut beredar di media sosial, salah satunya diunggah akun Facebook Nikhil N.Deshmukh, pada 25 April 2020.

Berikut isi terjemahannya:

"Benar-benar mengejutkan 😡😡😡😡Google itu untuk informasi lebih lanjut

* MENGEJUTKAN *

Profesor Fisiologi atau Kedokteran Jepang, Profesor Dr Tasuku Honjo, menciptakan sensasi di depan media hari ini dengan mengatakan bahwa virus korona tidak alami. Jika itu alami, tidak akan mempengaruhi seluruh dunia seperti ini. bcoz, sesuai sifat, suhu berbeda di negara yang berbeda. Jika itu wajar, itu akan mempengaruhi negara-negara itu hanya dengan temperatur yang sama dengan Tiongkok. Malah, malah menyebar di negara seperti Swiss, dengan cara yang sama menyebar di daerah gurun. Padahal jika itu alami, ia akan menyebar di tempat-tempat dingin, tetapi meninggal di tempat-tempat yang panas. Saya telah melakukan penelitian 40 tahun terhadap hewan dan virus. Ini tidak alami. Ini diproduksi dan virusnya benar-benar buatan. Saya telah bekerja selama 4 tahun di laboratorium wuhan Tiongkok. Saya sepenuhnya berkenalan dengan semua staf laboratorium itu. Saya telah menelepon mereka semua, karena kecelakaan Corona. Tapi, semua ponsel mereka mati selama 3 bulan terakhir. Sekarang u / berdiri bahwa semua teknisi laboratorium ini telah mati.

Berdasarkan semua pengetahuan dan penelitian saya sampai saat ini, saya dapat mengatakan ini dengan keyakinan 100 % bahwa Corona tidak alami. Belum berasal dari kelelawar. Cina telah memproduksinya. Jika apa yang saya katakan hari ini terbukti salah sekarang atau bahkan setelah kematian saya, pemerintah dapat menggambar Hadiah Nobel saya. tetapi Tiongkok berbohong dan kebenaran ini suatu hari akan terungkap kepada semua orang. Aku tidak tahu.☝☝☝☝Sesekali kita mendapatkan Strange Forwards, tetapi tidak dapat menjamin kredibilitasnya tetapi beberapa info masuk akal 👆🏾."

Benarkah klaim pernyataan Profesor Tasuku Honjo COVID-19 tidak alami? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

 

2 dari 4 halaman

Penelusuran Fakta

Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim pernyataan Profesor Tasuku Honjo COVID-19 tidak alami, menggunakan Google Search dengan kata kunci 'Japanese professor COVID-19'. Penelusuran mengarah pada artikel berjudul "Fact Check: Did Japan’s Nobel laureate professor say COVID-19 is man-made virus?" yang dimuat situs newsmeter.in, pada 25 April 2020.

Dalam situs tersebut, Profesor Tasuku Honjo, yang diwakili mahasiswa Ph.D bernama Alok Kumar yang bekerja di bawahnya, membantah semua klaim yang beredar.

"Profesor Honjo tidak pernah memberikan pernyataan seperti itu. Setiap kalimat dari posting tersebut sepenuhnya salah dan tidak ada hubungannya dengan fakta. Honjo tidak pernah bekerja di laboratorium Wuhan. Dia tidak pernah menelepon mereka. Pekerjaannya tidak terkait dengan asal dan fungsi virus serta masalah terkait lainnya. Semua konten itu buatan."

Pada 2018, bersama James Allison, ia memenangkan Nobel di bidang Kedokteran atas temuan yang mengarah ke pendekatan baru dalam memanfaatkan sistem kekebalan tubuh untuk melawan kanker.

Dari biografi di situs resmi Universitas Kyoto menunjukkan, profesor tersebut mengajar full time di Universitas Kyoto Jepang, dari tahun 1984 hingga 2005. Saat ini, ia adalah profesor di Departemen Imunologi dan Kedokteran Genomik, Universitas Kyoto.

Berdasarkan pencarian Google pada artikel media, setelah 22 April mengenai pernyataan 'coronavirus tidak alami', tidak artikel yang mengarah ke Tasuku Hanjo.

Tasuku Hanjo memang pernah diwawancara Nikkei Asian Review yang diterbitkan pada 10 April 2020. Ini yang dikatakannya soal China:

China akan memiliki peran besar untuk dimainkan. Penyakit (COVID-19) itu berasal dari Tiongkok, tetapi negara itu akan menjadi yang pertama pulih. Saya tidak bisa mengatakan apakah ini akan meningkatkan pengaruh CHina atau apakah dunia akan menjauhinya, namun ada kemungkinan bahwa tatanan global bergeser selama wabah.

 

3 dari 4 halaman

Kesimpulan

Klaim soal pernyataan Profesor Jepang Tasuku Honjo bahwa COVID-19 buatan manusia tidak benar. Peraih Nobel bidang Kedokteran pada 2018 itu tak pernah mengungkapkan soal itu.

 

 

 

banner Hoax
banner Hoax (Liputan6.com/Abdillah)
4 dari 4 halaman

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Liputan6.com merupakan media terverifikasi Jaringan Periksa Fakta Internasional atau International Fact Checking Network (IFCN) bersama puluhan media massa lainnya di seluruh dunia. 

Cek Fakta Liputan6.com juga adalah mitra Facebook untuk memberantas hoaks, fake news, atau disinformasi yang beredar di platform media sosial itu. 

Kami juga bekerjasama dengan 21 media nasional dan lokal dalam cekfakta.com untuk memverifikasi berbagai informasi yang tersebar di masyarakat.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan kepada tim CEK FAKTA Liputan6.com di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Lanjutkan Membaca ↓