Cek Fakta: Tidak Benar Raja Salman Dirawat Intensif Akibat COVID-19

Oleh Diyah Naelufar pada 15 Apr 2020, 20:17 WIB
Diperbarui 15 Apr 2020, 20:22 WIB
Cek Fakta: Tidak Benar Raja Salman Dirawat Intensif Akibat COVID-19
Perbesar
Cek Fakta: Tidak Benar Raja Salman Dirawat Intensif Akibat COVID-19 (screenshot Facebook)

Liputan6.com, Jakarta - Pada 14 April 2020, akun Facebook bernama Aisy Icha mengunggah empat foto, di antaranya gambar tangkapan layar yang menampilkan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud di grup KABAR AKHIR ZAMAN.

Gambar tersebut berasal dari tayangan berita stasiun televisi Trans7 yang berjudul 150 Keluarga Kerajaan Saudi Terinfeksi Corona.

Tak hanya mengunggah foto, pemilik akun Facebook tersebut juga menyertakan klaim berikut ini:

ūüė• kemunculan Imam mahdi dan nabi isa untuk memerangi dajjal.. Ada banyak kejadian yg terjadi saat iniSeperti yg rasulullah katakan pada para sahabat nyaSungguh sangat mengerikan di mana saat nanti dajjal muncul..Akan ada waba wuhan.. Akibat perbuatan para manusia serakah.. Gunung api yg siap meletus.. Kabut dukhon yg panas nya luar biasa hingga membuat orang-orang kafir meleleh tubuhnya karena panasnya dukhonDan akan ada pemimpin arab yg wafat..Saat ini Raja salman terkena virus corona seperti yg di berita kan dlm pengobatan intensifJika memang beliau wafa.. Maka..Kita akan melihat munculnya iman mahdi..Yg di serta i rusuh nya anak para Raja yg berebut tahta..Wallahua'lam..Wajib bagi kita umat muslim mengetahui banyak hal apa itu hari akhir..Karna rosulullah nabi akhir zaman yg di ciptakan Allah..Kita adalah manusia akhir yg di ciptakan oleh allahInshaallah jika kita mampu melewati tantangan dan cobaan saat ini dengan iman dan keyakinan di jalan Allah..Allah akan jaga kita..

Karena sesungguhnya kita adalah saksi akhir dunia ini yg di izinkan Allah..Semoga keimanan kita kuat dan tak tergoyahkan kan..Saat ini keluarga kerajaan arab banyak terkena virus covid 19..

 

Postingan yang diunggah akun Facebook bernama Aisy Icha telah dilihat 40 ribu kali dalam 24 jam.

Benarkah Raja Salman terkena virus corona dan dalam pengobatan intensif seperti dalam klaim tersebut?

 

2 dari 4 halaman

Penelusuran Fakta

Cek Fakta Liputan6.com memulai penelusuran dari gambar tangkapan layar yang tertera dalam postingan tersebut.

Penelusuran mengarah ke tayangan berita stasiun televisi Trans7 yang berjudul 150 Keluarga Kerajaan Saudi Terinfeksi Corona.

 

Dalam video tersebut diungkap, Raja Salman dan Putra Mahkota Pangeran Mohammed bin Salman mengasingkan diri untuk menghindari pandemi.

Mengutip pemberitaan New York Times, keluarga bangsawan Arab Saudi yang positif COVID-19 di antaranya adalah Gubernur Riyadh, Faisal bin Bandar Al Saud.

"Pangeran berusia 77 tahun ini kini dalam perawatan intensif," demikian narasi yang dibacakan penyiar TransTV.

Kabar serupa juga dimuat situs Liputan6.com dalam artikel berjudul, Corona COVID-19, Raja Salman dan Putra Mahkota Arab Saudi Mengisolasi Diri.

Dalam berita itu disebutkan, sebanyak 150 orang anggota keluarga kerajaan Arab Saudi dikabarkan terinfeksi virus corona dalam beberapa pekan terakhir.

Pangeran Saudi, Faisal bin Bandar bin Abdulaziz Al Saud, gubernur ibukota Riyadh yang berusia 70-an tahun dikabarkan dalam perawatan intensif setelah tertular virus corona, demikian seperti diberitakan The New York Times dalam artikel berjudul Coronavirus Invades Saudi Inner Sanctum.

3 dari 4 halaman

Kesimpulan Klaim

Klaim yang menyebut Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud positif COVID-19 dan sedang dirawat intensif tidak benar. 

Berita yang ditayangkan TransTV, yang mengutip New York Times, menyebut bahwa ada sekitar 150 keluarga kerajaan yang positif COVID-19, salah satunya Gubernur Riyadh Faisal bin Bandar bin Abdulaziz Al Saud yang kini sedang menjalani perawatan intensif. 

Banner Cek Fakta: Salah
Perbesar
Banner Cek Fakta: Salah (Liputan6.com/Triyasni)
4 dari 4 halaman

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Liputan6.com merupakan media terverifikasi Jaringan Periksa Fakta Internasional atau International Fact Checking Network (IFCN) bersama puluhan media massa lainnya di seluruh dunia. 

Cek Fakta Liputan6.com juga adalah mitra Facebook untuk memberantas hoaks, fake news, atau disinformasi yang beredar di platform media sosial itu. 

Kami juga bekerjasama dengan 21 media nasional dan lokal dalam cekfakta.com untuk memverifikasi berbagai informasi yang tersebar di masyarakat.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan kepada tim CEK FAKTA Liputan6.com di email cekfakta.liputan6@kly.id.

 

Data: Eka M

Lanjutkan Membaca ↓