4 Mitos Seputar Covid-19, Benar atau Salah?

Oleh Hanz Jimenez Salim pada 14 Mar 2020, 10:17 WIB
Diperbarui 14 Mar 2020, 10:17 WIB
WHO Diminta Bantu Atasi Pemasaran Makanan Anak yang Tak Pantas
Perbesar
Masalah gizi ibu dan anak menjadi perhatian dalam sidang paripurna World Health Assembly (WHA) di Gedung PBB Jenewa.

Liputan6.com, Jakarta - Wabah virus corona atau Covid-19 telah menyebar ke sejumlah negara, termasuk di Indonesia. Virus ini pertama kali dilaporkan muncul di Wuhan, Hubei, China pada Desember 2019.

Berdasarkan data dari John Hopkins University pada 13 Maret 2020, sudah ada 128.343 kasus Covid-19 di 116 negara. Total korban meninggal akibat infeksi virus ini mencapai 4.720 korban. Sedangkan yang dinyatakan sembuh berjumlah 68.324 orang.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bahkan sudah menetapkan Covid-19 sebagai pandemi. Alasannya, karena virus tersebut telah menyebar semakin luas di seluruh dunia.

"Karena itu kami membuat penilaian bahwa Covid-19 dapat dikategorikan sebagai pandemi," kata Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, seperti dilansir Xinhua, Kamis 12 Maret 2020.

Sejumlah dugaan muncul, terkait asal usul virus yang menyerang sistem pernapasan ini. Ada sejumlah pihak yang menyebut bahwa virus berasal dari pasar hewan di Wuhan, yang menjual hewan hidup bersama dengan daging dan hasil bumi, dan ada pula hewan-hewan yang ditangkap di alam liar.

"WHO sangat prihatin dengan tingkat penyebaran dan keparahan yang mengkhawatirkan, serta tingkat kelambanan aksi yang sama mengkhawatirkan," ucap Tedros.

Di tengah mewabahnya virus corona, informasi palsu atau bohong mengenai virus ini juga kian bermunculan. Agar tidak menjadi korban hoaks, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk mengenal dan mencegah penyebaran virus corona.

Berikut ini sejumlah mitos terkait pencegahan Virus Corona versi WHO yang dikutip dari who.int, Sabtu (14/Maret/2020):

2 dari 5 halaman

Virus COVID-19 Dapat Ditularkan di Daerah dengan Iklim Panas dan Lembab

Coronavirus disease (COVID-19) advice for the public: Myth busters. (Foto: WHO)
Perbesar
Coronavirus disease (COVID-19) advice for the public: Myth busters.(Foto: WHO)

Dari bukti sejauh ini, virus Covid-19 dapat ditularkan di semua area, termasuk daerah dengan cuaca panas dan lembab.

Apa pun iklimnya, lakukan tindakan perlindungan jika Anda tinggal di, atau bepergian ke area yang melaporkan Covid-19. Cara terbaik untuk melindungi diri dari Covid-19 adalah dengan sering membersihkan tangan.

Dengan melakukan ini, Anda menghilangkan virus yang mungkin ada di tangan Anda dan menghindari infeksi yang dapat terjadi saat menyentuh mata, mulut, dan hidung Anda.

3 dari 5 halaman

Cuaca Dingin dan Salju Tidak Bisa Membunuh Covid-19

Coronavirus disease (COVID-19) advice for the public: Myth busters. (Foto: WHO)
Perbesar
Coronavirus disease (COVID-19) advice for the public: Myth busters. (Foto: WHO)

Tidak ada alasan untuk percaya bahwa cuaca dingin dapat membunuh virus corona baru atau penyakit lainnya. Suhu tubuh manusia normal tetap sekitar 36,5 ° C hingga 37 ° C, terlepas dari suhu eksternal atau cuaca.

Cara paling efektif untuk melindungi diri Anda dari Covid-19 adalah dengan sering membersihkan tangan Anda dengan usapan berbasis alkohol atau mencucinya dengan sabun dan air.

4 dari 5 halaman

Mandi Air Panas Tidak Mencegah Penyakit Covid-19

Coronavirus disease (COVID-19) advice for the public: Myth busters. (Foto: WHO)
Perbesar
Coronavirus disease (COVID-19) advice for the public: Myth busters. (Foto: WHO)

Mandi air panas tidak akan mencegah Anda untuk menangkap Covid-19. Suhu tubuh normal Anda tetap di sekitar 36,5 ° C hingga 37 ° C, terlepas dari suhu mandi atau tidak mandi.

Sebenarnya, mandi air panas dengan air yang sangat panas bisa berbahaya, karena bisa membakar Anda. Cara terbaik untuk melindungi diri dari Covid-19 adalah dengan sering membersihkan tangan.

Dengan melakukan ini, Anda menghilangkan virus yang mungkin ada di tangan Anda dan menghindari infeksi yang dapat terjadi saat menyentuh mata, mulut, dan hidung Anda.

5 dari 5 halaman

Covid-19 Tidak Dapat Ditularkan Melalui Gigitan Nyamuk

Coronavirus disease (COVID-19) advice for the public: Myth busters. (Foto: WHO)
Perbesar
Coronavirus disease (COVID-19) advice for the public: Myth busters. (Foto: WHO)

Sampai saat ini belum ada informasi atau bukti yang menunjukkan bahwa coronavirus baru dapat ditularkan oleh nyamuk.

Covid-19 adalah virus pernapasan yang menyebar terutama melalui tetesan yang dihasilkan ketika orang yang terinfeksi batuk atau bersin, atau melalui tetesan air liur atau keluarnya cairan dari hidung.

Untuk melindungi diri Anda, sering-seringlah membersihkan tangan Anda dengan gosok berbasis alkohol atau mencucinya dengan sabun dan air. Selain itu, hindari kontak dekat dengan siapa pun yang batuk dan bersin.

Lanjutkan Membaca ↓