Cek Fakta: Klarifikasi Imbauan Ketum Pemuda Muhammadiyah

Oleh Hanz Jimenez Salim pada 05 Mar 2020, 18:14 WIB
Diperbarui 06 Mar 2020, 15:01 WIB
Gambar Tangkapan Layar Imbauan Ketum Pemuda Muhammadiyah

Liputan6.com, Jakarta - Kabar tentang Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah, Sunanto yang mengimbau warga Nahdlatul Ulama (NU) untuk tidak bersekolah di sekolah Muhammadiyah beredar di media sosial.

Kabar ini disebarkan oleh akun Twitter @KANIGORO_HeLL pada 4 Maret 2020. Akun ini mengunggah sebuah gambar yang berisi imbauan tersebut. Dalam gambar itu terdapat foto Ketum Pemuda Muhammadiyah, Sunanto.

"Himbauan untuk warga NU untuk tidak sekolah di sekolah Muhammadiyah, karena Muhammadiyah ingin menjaga kondusifitas dan aset milik kami. Tolong warga NU tepo sliro & tahu diri.," demikian imbauan dalam gambar tersebut.

Akun @KANIGORO_HeLL kemudian menambahkan sebuah narasi dalam konten yang diunggahnya.

"Piye iki kok ngene To?!! Kok suwe2 ngisin ngisini pandanganmu.. warga NU mbok himbau ra usah sekolah di muhamadiyah, ra pateken To. Demi tepo seliro koyo cangkemanmu. Lha saiki arep harlah NU ae mbok gae geger! Tepo seliro gombal mukiyo To..," tulis akun Twitter @KANIGORO_HeLL.

Konten yang diunggah akun twitter @KANIGORO_HeLL telah 5 kali dibagikan dan mendapat 7 komentar warganet.

2 dari 4 halaman

Penelusuran Fakta

Cek fakta Liputan6.com menelusuri imbauan yang dikeluarkan Ketum Pemuda Muhammadiyah, Sunanto.

Liputan6.com menemukan akun resmi milik Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, @PPPemudaMu yang membantah imbauan tersebut.

Akun ini mengunggah kembali gambar imbauan tersebut dengan memberikan stampel "HOAX" di dalamnya.

"Ini HOAX," tulis akun Twitter @PPPemudaMu pada 4 Maret 2020.

Selain itu, akun @PPPemudaMu juga mengunggah klarifikasi terkait imbauan tersebut.

"Ucapan mencerminkan kapasitas kita. Kejernihan berfikir mengantarkan sikap bijaksana. Jgn mau diadu domba oleh pihak yg memiliki kepentingan & mendapatkan keuntungan pribadi. Sejak awal berdirinya Indonesia, NU & Muhammadiyah adlh mitra strategis dlm membangun kemajuan bangsa," tulis akun Twitter @PPPemudaMu pada 3 Maret 2020.

Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah, Sunanto saat dihubungi Liputan6.com lewat pesan WhatsApp, mengirimkan gambar berisi klarifikasi mengenai imbauan tersebut. Ia juga menyebut bahwa gambar yang berisi imbauan tersebut adalah hoaks.

Berikut isi klarifikasinya:

Sehubungan dengan beredarnya foto atau quotes design yang mencatut nama Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah tentang "Himbauan Bagi Warga NU"yang telah tersebar, maka dengan ini saya dan Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah beserta keluarga Muhammadiyah memberikan KLARIFIKASI sebagai berikut:

1 .Bahwa terkait himbauan tersebut sebagaimana yang telah terlihat dan tersebar di media sosial, bukan merupakan perkataan ataupun kutipan statement dari Sunanto atau yang dikenal Cak Nanto sebagai Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah.

2.Bahwa dalam menjalankan roda organisasi, kami sangat mendepankan dialog dan tabayyun serta toleransi terhadap setiap perbedaan pandangan ataupun pendapat antar kaIangan.

3.Bahwa sebagaimana anonim kutipan yang telah tersebar atas nama Sunanto atau yang dikenal Cak Nanto memiliki latar belakang pendidikan disekolah NU sehingga foto atau quotes design yang beredarjelas sangat ngawur.

4.Bahwa Muhammadiyah, khususnya Pemuda Muhammadiyah menyadari, baik Muhammadiyah atau NU merupakan ormas yang selalu bergandengantangan memajukan bangsa, termasuk di sektor pendidikan sehingga sikap saling menghormati dan menjaga marwah masing-masing senantiasa di rawat dan dijaga.

5.Terkait permasalahan di Kota Yogyakarta antara NU dan Muhammadiyah, saya sebagai Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah telah meminta pihak Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah DIY untuk menjaga langkah toleransi dan menjaga hubungan silaturahmi dalam dakwah.

Klarifikasi Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah

3 dari 4 halaman

Kesimpulan

Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah telah memberikan klarifikasi terkait imbauan Ketum Pemuda Muhammadiyah, Sunanto yang viral di media sosial.

Pemuda Muhammadiyah memastikan bahwa mereka akan terus bergandengan tangan memajukan bangsa bersama NU, termasuk di sektor pendidikan sehingga sikap saling menghormati dan menjaga marwah masing-masing senantiasa di rawat dan dijaga.

Banner Cek Fakta - Klarifikasi
Banner Cek Fakta - Klarifikasi. (Liputan6.com/Triyasni)
4 dari 4 halaman

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Liputan6.com merupakan media terverifikasi Jaringan Periksa Fakta Internasional atau International Fact Checking Network (IFCN) bersama puluhan media massa lainnya di seluruh dunia. 

Cek Fakta Liputan6.com juga adalah mitra Facebook untuk memberantas hoaks, fake news, atau disinformasi yang beredar di platform media sosial itu. 

Kami juga bekerjasama dengan 21 media nasional dan lokal dalam cekfakta.com untuk memverifikasi berbagai informasi yang tersebar di masyarakat.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan kepada tim CEK FAKTA Liputan6.com di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Lanjutkan Membaca ↓