Membangun Pondasi Melawan Hoaks Bersama Pegiat Cek Fakta Liputan6.com

Oleh Hanz Jimenez Salim pada 29 Feb 2020, 12:19 WIB
Diperbarui 29 Feb 2020, 12:19 WIB
Keseruan Gathering Pegiat Cek Fakta Jakarta

Liputan6.com, Jakarta - Perkembangan teknologi memudahkan masyarakat memperoleh informasi. Apalagi di era saat ini, masyarakat bisa langsung mendapat kabar lewat gawainya masing-masing. Namun, informasi yang tersebar tak semuanya benar.

Banyak dari informasi tersebut adalah palsu alias hoaks. Karena itu Liputan6.com sebagai salah satu media massa di Indonesia bertekad dan berkomitmen memerangi hoaks, dengan menggandeng masyarakat bergabung dalam komunitas Pegiat Cek Fakta.

Para Pegiat Cek Fakta Liputan6.com menggelar Fun Gathering di SCTV Tower, Jakarta pada Kamis (27/2/2020). Mereka berkumpul, menyatukan tekad, dan komitmen sebagai modal membangun pondasi melawan hoaks.

Acara dibuka dengan sambutan dari Pimpinan Redaksi Liputan6.com, Irna Gustiawai. Irna mengatakan, perang melawan hoaks tidak bisa dilakukan oleh media massa. Menurutnya, perlu kerja sama dari masyarakat agar dunia maya Indonesia bersih dari konten hoaks.

"Karena tugas kami teramat berat melawan hoaks sendirian, sementara teknologi saat ini yang menguasai nitizen, kecepatan info sekarang lebih cepat dibanding media massa," kata Irna saat memberikan sambutannya dalam acara Fun Gathering Pegiat Cek Fakta Liputan6.com di SCTV Tower, Jakarta, Kamis (27/2/2020).

Irna optimis komunitas Pegiat Cek Fakta dapat menangkal hoaks yang tersebar di media sosial. Selain itu, Pegiat Cek Fakta juga bisa mengedukasi masyarakat akan pentingnya menyaring informasi sebelum menyebarkan di media sosial

"Makna komunitas ini adalah bersama-sama bergandengan tangan melawan hoaks. Atau paling tidak membuat orang mau konfirmasi cek and ricek serta menurlarkan semangat ke orang lain agar bersama melawan hoaks," tutur Irna.

Sementara Direktur Konten Kapanlagi Youniverse, Wenseslaus Manggut menyebut perang melawan hoaks sebenarnya bukan barang baru di Indonesia. Sejak 4 tahun lalu, sejumlah media massa mainstream bekerjasama melawan hoaks.

"Kita kumpul dengan kepeduian yang sama, yaitu menjaga ketertiban di ruang publik," ucap pria yang akrab disapa Wens ini.

Wens menyebut pengguna medsos di seluruh dunia diperkirakan mencapai 140 juta orang. Sedangkan masyarakat yang membaca media massa mainstream diperkirakan hanya 30 juta. Artinya, kata dia, media mainstream tak bisa sendirian dalam memberantas penyebaran hoaks di dunia maya ini.

"Sebetulnya upaya sisi media sudah maksimal kenapa karena jumlah media enggak sesuai dengan sosial media," tambah Wens.

Karena itu, Wens mengajak para Pegiat Cek Fakta Liputan6.com untuk berpartisipasi membersihkan media sosial di Indonesia bersih dari hoaks.

"Mengajak sebanyak mungkin orang menyapu bareng kotoran di digital itu," tutup Wens.

Para Pegiat Cek Fakta Liputan6.com juga mendapat pembekalan materi tentang bagaimana menangkal hoaks dan mencari tahu kebenaran informasi yang tersebar di media sosial. Materi tersebut diberikan oleh Wakil Pimpinan Redaksi Liputan6.com, Elin Yunita Kristanti.

Selain mendapat materi dan pengalaman langsung sebagai pegiat cek fakta, peserta juga mengikuti games menarik. Tentunya dengan hadiah menarik dari Liputan6.com. Acara yang berlangsung sekira 3 jam itu ditutup dengan foto bersama dan membuat video tiktok.

Saatnya untuk menyatukan kekuatan bersama melawan hoaks dengan menghadiri fun gathering Pegiat Cek Fakta Liputan6.com!