Cek Fakta: Viral Video Antisipasi Virus Corona, China Musnahkan Babi?

Oleh Pebrianto Eko Wicaksono pada 24 Feb 2020, 18:09 WIB
Diperbarui 24 Feb 2020, 18:47 WIB
Cek Fakta pemusnahan babi

Liputan6.com, Jakarta - Akun Facebook Ganden mengunggah video yang memperlihatkan pemusnahan ribuan babi hidup, dengan menguburnya dalam satu lubang besar.

Video yang diunggah pada pertengahan Februari 2020 tersebut, mengklaim pemusnahan babi sebagai antisipasi penyebaran Virus Corona (Covid-19).

Berikut keterangan dalam unggahan video akun Facebook Ganden:

"Pemusnahan babi di Cina antisipasi virus Corona 👇"

Benarkah klaim video pemusnahan babi hidup di China dengan cara dikubur, merupakan antisipasi Virus Corona? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

2 dari 4 halaman

Penelusuran Fakta

Cek Fakta Liputan6.com memulai penelusuran klaim pemusnahan babi hidup dengan menguburnya, untuk antisipasi penyebaran Virus Corona, menggunakan Google Search dengan kata kunci 'pemusnahan babi di china Virus Corona'

Pencarian tersebut mengarah pada situs resmi Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), dengan judul artikel "[DISINFORMASI] Akibat Virus Corona Babi Dikubur Hidup-Hidup".

Berikut isi artikel yang dimuat pada 6 Februari 2020 tersebut:

"Setelah ditelusuri, video babi yang terdapat pada unggahan tersebut tidak ada hubungannya dengan virus corona. Video tersebut memang benar di China, namun video tersebut adalah video lama yang sudah ada sejak tahun 2018 yakni wabah flu Babi Afrika yang menyebar ke lebih dari setengah provinsi di China. Sebelumnya video yang sama juga pernah dipelintir narasinya pada tahun 2019 “Pemusnahan babi massal di Thailand”."

Artikel yang dimuat situs resmi Kominfo menyatakan, klaim pemusnahan babi hidup dengan cara dikubur tidak ada kaitanya dengan Virus Corona. Video Pemusnahan babi tersebut merupakan dampak wabah flu Babi Afrika di China, beredar sejak 2018 sebelum Virus Corona mewabah.

Dari situs resmi Kominfo mengarahkan pada situs kompas.com dengan judul artikel "Wabah Flu Babi Afrika Kini Jadi Masalah Serius di China" yang diunggah pada 15 November 2018.

Berikut isinya:

"Otoritas China melaporkan kasus pertama demam babi pada provinsi Liaoning. Sejak itu, penyakit terus bergerak ke selatan hingga ke wilayah provinsi penghasil daging babi utama. Berbagai upaya dilakukan untuk mencegahnya, termasuk dengan memusnahkan puluhan ribu babi. Food and Agriculture Organization ( FAO) memperingatkan penyakit itu bisa menyebar ke bagian lain di Asia.

Demam babi Afrika tidak berbahaya bagi manusia tetapi menyebabkan demam hemoragik yang mematikan pada babi peliharaan dan babi hutan.

Belum ada obat penawar atau vaksin, satu-satunya metode pengendalian yang diketahui adalah dengan memusnahkan hewan.

Sekitar setengah dari babi dunia diternak di China. Negara Tirai Bambu itu juga konsumen daging babi per kapita terbesar di dunia."

Dalam artikel yang dimuat kompas.com tersebut menjelaskan, belum ada obat penawar atau vaksin demam babi Afrika, maka untuk mengendalikannya dengan memusnahkan hewan.

Penelusuran juga dilakukan dengan menangkap layar video yang diunggah akun Facebook Ganden, hasil tangkapan layar kemudian ditelusuri lewat Google Image, dari penelusuran tersebut mengarah pada situs setn.com memuat artikel berjudul "z比恐怖更恐怖的畫面!上萬病豬遭「活埋」" , yang diunggah pada 1 Januari 2020.

Berikut isinya:

"中國爆發嚴重非洲豬瘟疫情,已有23個省淪陷,台灣海關為此全面嚴加檢疫,並增加違規罰款,就是要防堵疫情擴散!日前有大陸流出養殖場、路邊滿是死豬畫面,沒想又有畫面流出,且「比恐怖更恐怖的畫面」紛紛流出,滿載病豬貨車在一個大坑中集結,接著病豬全部被推入超深的坑中,畫面超恐怖。"

Dalam artikel situs setn.com menyebutkan, wabah flu babi Afrika telah terjadi di 23 provinsi di China. Untuk mencegah penyebaran epidemi, truk-truk penuh babi yang sakit berkumpul di lubang besar, kemudian babi yang ada di dalam truk didorong ke lubang yang dalam.

3 dari 4 halaman

Kesimpulan

Video yang mengeklaim pemusnahan babi hidup di China dengan cara menguburnya untuk antisipasi Virus Corona tidak benar. Video tersebut tidak terkait dengan Virus Corona, tetapi terkait flu babi Afrika.

Narasi yang disampaikan akun facebook Ganden tidak sesuai dengan fakta sebenarnya.

Banner Cek Fakta: Salah
Banner Cek Fakta: Salah (Liputan6.com/Triyasni)
4 dari 4 halaman

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Liputan6.com merupakan media terverifikasi Jaringan Periksa Fakta Internasional atau International Fact Checking Network (IFCN) bersama puluhan media massa lainnya di seluruh dunia. 

Cek Fakta Liputan6.com juga adalah mitra Facebook untuk memberantas hoaks, fake news, atau disinformasi yang beredar di platform media sosial itu. 

Kami juga bekerjasama dengan 21 media nasional dan lokal dalam cekfakta.com untuk memverifikasi berbagai informasi yang tersebar di masyarakat.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan kepada tim CEK FAKTA Liputan6.com di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Lanjutkan Membaca ↓