Cek Fakta: China Disebut Negara Pembuat Virus Corona, Ini Faktanya

Oleh Hanz Jimenez Salim pada 13 Feb 2020, 20:01 WIB
Diperbarui 14 Feb 2020, 10:20 WIB
Gambar Tangkapan Layar Berita Tentang Orang Sembuh dari Virus Corona

Liputan6.com, Jakarta - Kabar tentang China yang disebut sebagai pencipta dan produsen virus corona beredar di media sosial. Kabar ini diunggah oleh akun instagram @wowunix pada 7 Februari 2020 lalu.

Akun @wowunix mengunggah sebuah gambar yang memperlihatkan sejumlah dokter dan pasiennya di rumah sakit di China. Dalam gambar tersebut, tampak para dokter memberikan penghormatan kepada pasien. Sedangkan para pasien tersebut tampak menggenggam bunga.

Akun @wowunix menambahkan sebuah narasi dalam konten yang diunggahnya.

"Iya sama2 besok-besok jangan buat virus lagi yahh....Angka kesembuhan wabah penyakit pneumonia yang diakibatkan oleh paparan virus corona di China sudah mencapai angka 1.020 orang yang boleh meninggalkan rumah sakit. Beijing pun menyampaikan terima kasih kepada Indonesia. Dari data otoritas kesehatan China (NHC), pada Kamis (6/2) pagi, angka kesembuhan itu jauh melampaui angka kematian yang terkini mencapai 549 orang. Meskipun demikian masih ada 3.219 orang lagi yang saat ini dalam kondisi kritis setelah terinfeksi virus jenis baru yang nama resminya disebut 2019-nCoV itu. Jumlah orang yang positif mengidap virus corona baru juga telah mencapai 24.447, sedang yang berstatus terduga sebanyak 23.260 orang. Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Hua Chunying menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada negara sahabat, termasuk Indonesia yang telah membantu menanggulangi virus mematikan itu. "Sejauh ini ada 21 negara yang telah membantu kami, yakni Korea Selatan, Jepang, Thailand, Malaysia, Indonesia, Kazakhstan, Pakistan, Jerman, Inggris, Prancis, Hungaria, Belarusia, Turki, Iran, Uni Emirat Arab, Aljazair, Mesir, Australia, Selandia Baru, Trinidad and Tobago, dan UNICEF," sebut diplomat perempuan itu."Sumbangan itu bentuk belas kasih sayang mereka kepada kami yang sangat mendalam. Antarteman saling membutuhkan. Saya ingin mengucapkan teriima kasih kepada semua," katanya.Bantuan itu ada yang dikirimkan melalui pesawat Garuda Indonesia ke Beijing dan ada pula yang dibawa langsung pesawat Batik Air saat menjemput 238 warga negara Indonesia dari lokasi episentrum wabah 2019-nCoV Wuhan, Provinsi Hubei, pada Sabtu (1/2). .Sc: antaranews.com," tulis akun instagram @wowunix.

Konten yang disebarkan akun instagram @wowunix telah 49 ribu kali disukai warganet.

2 dari 4 halaman

Penelusuran Fakta

Cek fakta Liputan6.com mencoba menelusuri kabar tentang China yang menjadi pencipta dan produsen virus corona. Ketika ditelusuri dengan mesin pencari google, terdapat sejumlah artikel yang memuat bantahan dari China yang sengaja menciptakan virus corona. Terutama membantah bahwa virus corona adalah senjata biologis yang sengaja diciptakan.

Satu di antaranya mengarah pada situs ayobandung.com dengan judul "Cina Bantah Isu Corona sebagai Senjata Biologis yang Diciptakan di Laboratorium".

 Berikut isinya:

"JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Surat kabar yang berafiliasi dengan Partai Komunis Tiongkok, Global Times, telah menerbitkan tanggapan untuk meluruskan isu terkait virus Corona baru atau Novel Coronavirus (2019-nCoV).

Asumsi yang dimaksud menyebut virus Corona sengaja diciptakan di laboratorium pemerintah dan tidak disebabkan oleh transmisi alami virus hewan kepada manusia. Dalam sebuah laporan mendalam pekan ini yang mengutip para pakar Cina, Global Times melaporkan bahwa virus Corona tidak mungkin direkayasa di laboratorium.

Selama ini pemerintah Cina memang belum menanggapi secara resmi perdebatan tentang apakah virus 2019-nCoV mungkin berasal dari laboratorium atau merupakan hasil dari virus hewan yang mungkin berasal dari kelelawar dan dipindahkan ke manusia melalui hewan lain.

Teori ketiga menyebut bahwa virus itu mungkin sedang dipelajari di Institut Virologi Wuhan, yang menampung satu-satunya laboratorium aman level 4 di Cina untuk melakukan penelitian tentang virus mematikan. Namun kemudian virus tersebar melalui pekerja yang terinfeksi atau hewan uji yang dicuri atau dijual ke pasar hewan liar di kota tempat virus pertama kali muncul.

“Novel Coronavirus 2019 pada dasarnya merupakan hukuman bagi gaya hidup tidak bersih manusia. Saya bersumpah dengan hidup saya bahwa virus itu tidak ada hubungannya dengan laboratorium,” kata seorang peneliti di Institut Virologi Wuhan, Shi Zhengli, melalui akun WeChat seperti dilansir The Washington Times, Kamis (6/2).

Ahli virologi Cina juga menyatakan bahwa manusia tidak dapat membuat virus Corona dan tuduhan bahwa virus 2019-nCoV sengaja diciptakan adalah tuduhan tidak berdasar. Mereka menolak laporan ilmiah dan laporan lain tentang asal manusia sebagai teori konspirasi.

"Di depan teori konspirasi, kita semua harus berpikir dua kali dan berpikir tentang diri kita sendiri, daripada menyalahkan orang lain," ungkap mantan wakil direktur Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Tiongkok, Yang Gonghuan.

Kedutaan besar Cina di Washington juga sangat membantah teori hubungan antara laboratorium dan virus 2019-nCoV yang kini mewabah.

"Penyebaran disinformasi ini merusak dan berisiko menimbulkan kepanikan dan menggagalkan upaya terkoordinasi komunitas global untuk menahan wabah dan mengobati para korban virus Corona," tulis Duta Besar Counselor Fang Hong dalam suratnya kepada The Washington Times.

Mantan perwira intelijen militer Israel Dany Shoham, yang telah mempelajari senjata perang biologis Cina, mengatakan bahwa lembaga virologi Wuhan mungkin terkait dengan program bio-senjata rahasia Beijing.

"Pada prinsipnya, infiltrasi virus keluar mungkin terjadi. Baik sebagai kebocoran atau sebagai infeksi tanpa disadari dalam ruangan dari seseorang yang biasanya keluar dari fasilitas terkait. Ini bisa menjadi kasus dengan Institut Virologi Wuhan. Tetapi sejauh ini tidak ada bukti atau indikasi untuk kejadian seperti itu,” kata Shoham.

Mark Kortepeter, seorang ahli senjata perang biologis, menilai akan sulit untuk membuktikan adanya virus Corona yang disebabkan oleh kecelakaan laboratorium.

"Laboratorium itu memiliki beberapa mekanisme dan prosedur keselamatan yang tinggi untuk mencegah kesalahan manusia," kata Profesor epidemiologi di Pusat Medis Universitas Nebraska tersebut.

“Jika ada sesuatu yang akan dilepaskan dari laboratorium penahanan, orang harus berasumsi ada pelanggaran dalam protokol laboratorium. Peristiwa yang paling mungkin adalah pekerja yang secara tidak sengaja terpapar dan kemudian secara tidak sengaja memaparkan orang lain,” kata Kortepeter yang juga penulis Inside the Hot Zone: A Soldier on the Front Line of Biological Warfare."

 

3 dari 4 halaman

Kesimpulan

Belum ada yang membuktikan bahwa China sengaja menciptakan virus corona. Narasi yang disebarkan akun instagram @wowunix tidak sesuai dengan fakta sebenarnya.

Banner Cek Fakta: Salah
Banner Cek Fakta: Salah (Liputan6.com/Triyasni)
4 dari 4 halaman

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Liputan6.com merupakan media terverifikasi Jaringan Periksa Fakta Internasional atau International Fact Checking Network (IFCN) bersama puluhan media massa lainnya di seluruh dunia. 

Cek Fakta Liputan6.com juga adalah mitra Facebook untuk memberantas hoaks, fake news, atau disinformasi yang beredar di platform media sosial itu. 

Kami juga bekerjasama dengan 21 media nasional dan lokal dalam cekfakta.com untuk memverifikasi berbagai informasi yang tersebar di masyarakat.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan kepada tim CEK FAKTA Liputan6.com di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Lanjutkan Membaca ↓