Cek Fakta: Pusat Perbelanjaan Jepang Diskon Harga Masker? Ini Faktanya

Oleh Pebrianto Eko Wicaksono pada 11 Feb 2020, 20:48 WIB
Diperbarui 11 Feb 2020, 20:48 WIB
Cek fakta masker jepang

Liputan6.com, Jakarta - Akun Facebook Telefashion mengunggah sebuah foto yang didalamnya berisi tulisan mengenai pusat perbelanjaan di Jepang memberikan diskon harga masker, bahkan diberbagai tempat disediakan masker gratis untuk Warga Tiongkok.

Berikut tulisan yang ada di dalam foto yang diunggah akun Facebook Telefashion pada 9 februari 2020:

"Di supermarket, pusat2 perbelanjaan Jepang, harga masker bukan naik malah dijual secara discount dengan menempelkan plakat "Tidak menarik di atas penderitaan orang lain." "Tidak mencari keuntungan atas musibah kemanusiaan". Bahkan diberbagai tempat disediakan masker bagi warga Tiongkok untuk bebas mendapatkan 2 buah masker secara gratis dgn menempelkan spanduk2 berbahasa Tionghoa "bernafas sama, bernasib sama, dunia milik kita bersama".

Benarkah pusat perbelanjaan di Jepang memberikan diskon harga masker? simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

2 dari 3 halaman

Penelusuran Fakta:

Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim, pusat perbelanjaan di jepang memberikan diskon harga masker yang diunggahan foto akun Facebook Telefashion, dengan Google Search 'pusat perbelanjaan jepang beri diskon harga masker'. Dari penelusuran tersebut, tidak ditemukan informasi yang sama dengan klaim tersebut.

Kemudian kata kunci diubah menjadi 'harga masker di Jepang', dari penelusuran tersebut juga tidak ditemukan informasi mengenai diskon harga masker di pusat perbelanjaan Jepang. Namun mengarah pada informasi kenaikan harga masker di Jepang dalam artikel berita tribunnews.com yang diunggah pada 4 Februari 2020.

Dengan judul:

"Persediaan Terbatas, Harga Masker di Jepang Melonjak Hingga 10 Kali Lipat"

Isi artikel dari judul tersebut sebagai berikut:

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Baru kali ini dalam sejarah Jepang kekurangan stok masker. Akibatnya satu masker ada yang menjualnya sekitar 100 yen, sehingga 2.500 masker atau 5 dos dijual dengan harga 250.000 yen.

"Ini sudah keterlaluan sekali. Di banyak toko stok masker kosong, sudah sulit mendapatkannya kecuali yang berharga mahal," ungkap Aiko Kumahara, warga Tokyo kepada Tribunnews.com, Selasa (4/2/2020).

Penelusuran Tribunnews.com di online shopping bahkan tidak sedikit yang menjual sekitar 250.000 yen untuk 2.500 masker atau satu masker dijual seharga 100 yen.

Padahal biasanya satu masker dijual sekitar 15 yen, sehingga kalau ke toko 100 yen kita bisa peroleh 6 masker dengan harga 100 yen.

Toko-toko apotek umum atau toko obat umum rata-rata di Tokyo sudah kehabisan masker berharga murah. Tinggal yang berharga mahal yang tersedia.

"Itu pun dalam persediaan tipis sekali," ungkap Karayama, seorang petugas toko obat Sun Drug di Tokyo kepada Tribunnews.com.

Habisnya persedian masker karena ketakutan masyarakat Jepang akan semakin merebaknya virus corona yang dibawa kalangan turis China yang sangat banyak di Jepang, termasuk naik kereta api dan kendaraan umum lainnya.

Akibatnya kini di Tokyo di banyak tempat umum banyak orang menggunakan masker di mana-mana.

Pihak Lembaga Bantuan Konsumen Jepang pun mulai angkat bicara dan mengancam untuk mengambil tindakan keras kepada toko-toko yang memanfaatkan situasi dan kondisi saat ini agar tidak melakukan penjualan masker dengan harga 10 kali lipat".

Informasi menipisnya stok masker di Jepang juga diberitakan japantimes.co.jp pada 7 Februari 2020.

Dengan judul :

"Hoarding and price-gouging send mask prices soaring in Japan amid virus fear"

Isi artikel tersebut sebagai berikut:

"As the supply of surgical masks runs low in stores amid growing fears of the new coronavirus from China, some have attempted to profit from the situation by reselling them online at far higher than retail prices.

Manufacturers are running at full throttle to produce enough masks to meet snowballing demand, but many consumers have been unable to find them in drugstores or convenience stores, which normally have a variety in stock ahead of the hay fever season.

A pharmacy near Shimbashi Station in central Tokyo posted a warning that it would sell each customer or group no more than two bags of masks, a measure intended to prevent people from buying large quantities and reselling them for profit.

Anticipating the sharp rise in demand, the store had increased its inventory considerably only to find supplies were still running quite low.

“Sometimes we cannot receive shipments at all,” a female employee at the store said.

A woman in her 20s visited another pharmacy and found that surgical masks were scarce there as well. Noting that she was concerned about the potential spread of the pneumonia-causing illness, she said, “I really want people not to buy them for the purpose of resale.”

According to flea market app operator Mercari Inc., many masks are being sold at rates much higher than retail prices.

One user listed two bags of seven surgical masks for ¥99,999, although the retail price is just ¥405 per bag.

Mercari has asked users to stay within an appropriate price range, and consumer affairs bodies across the country have received complaints about price-gouging during a time of elevated concern.

Akiko Ito, head of the Consumer Affairs Agency, told a news conference on Wednesday that purchasing surgical masks for the purpose of resale is undesirable, while urging consumers to act calmly.

The agency plans to work together with other government bodies such as the Ministry of Economy, Trade and Industry to stabilize mask prices.

The agency will also ask for cooperation from online market operators to address the concern.

San-M Package Co., a leading manufacturer of surgical masks including those used by doctors, said the volume of the incoming orders has made them difficult to fill despite its factory running around the clock.

An official at the All Nippon Nonwovens Association said, “We heard that materials for making surgical masks are running short.”

Amid the shortage, the idea of homemade alternatives has drawn attention on social media.

A post on one woman’s website shows how to make a mask from gauze.

“I heard that people with hay fever or other illnesses are also having trouble buying surgical masks,” she said.

“I want people to know there are alternatives for making surgical masks. It’s easy to make even for beginners.”

Dalam artikel tersebut, menyebutkan pembelian masker dibatasi, setiap orang hanya boleh membeli dua kantung. Hal tersebut untuk menghindari penimbunan dan penjualan masker dengan harga tinggi. Artikel tersebut pun menyebut harga masker di Jepang sudah mengalami kenaikan.

Artikel berjudul, Criticism of reselling apps heats up in Japan as virus fears cause mask shortages yang dimuat situs mainichi.jp bahkan menyoroti praktik penjual online yang menawarkan masker dengan harga berlipat dari harga sebelumnya.

Sementara, artikel berjudul “Lands apart, shared sky”: Japan’s response to the coronavirus is winning unusual praise in China yang dimuat situs qz.com mengungkapkan apresiasi warganet China atas solidaritas Jepang, dengan mengirimkan bantuan masker. 

 

Dalam artikel itu juga disebut pepatah shan chuan yi yu, feng yue tong tian yang jika diterjemahkan berarti 'terpisah jarak, namun berbagi langit yang sama'.

Tapi, bantuan yang disebut tak sama dengan klaim Akun Facebook Telefashion.

Penelusuran Foto

Cek Fakta Liputan6.com juga menelusuri foto yang digunakan akun Facebook Telefashion. Menggunakan Google Reverse Images, gambar tersebut mengarah ke artikel berjudul, Countries evacuate citizens from China as coronavirus infections rise yang dimuat situs dw.com.

 

Cek Fakta: Pusat Perbelanjaan Jepang Diskon Harga Masker? Cek Faktanya (Screenshot/DW)

"Japanese authorities delivered masks and other medical supplies to Wuhan on their evacuation flight," demikian keterangan yang menyertai foto tersebut. 

Gambar itu menunjukkan bantuan masker dan pasokan medis dari pihak Jepang untuk Wuhan yang dibawa dengan pesawat yang mengevakuasi warga Negeri Sakura yang ada di sana.

3 dari 3 halaman

Kesimpulan

Klaim diskon harga masker di pusat perbelanjaan di Jepang yang diunggah akun Facebook Telefashion tidak terbukti, harga masker di Jepang justru mengalami kenaikan karena stoknya menipis di tengah wabah Virus Corona (2019-nCoV)

Banner Cek Fakta: Salah
Banner Cek Fakta: Salah (Liputan6.com/Triyasni)

Liputan6.com merupakan media terverifikasi Jaringan Periksa Fakta Internasional atau International Fact Checking Network (IFCN) bersama puluhan media massa lainnya di seluruh dunia. 

Cek Fakta Liputan6.com juga adalah mitra Facebook untuk memberantas hoaks, fake news, atau disinformasi yang beredar di platform media sosial itu. 

Kami juga bekerjasama dengan 21 media nasional dan lokal dalam cekfakta.com untuk memverifikasi berbagai informasi yang tersebar di masyarakat.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan kepada tim CEK FAKTA Liputan6.com di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Lanjutkan Membaca ↓